Salah satu kategori influencer yang dapat membantu brand hotel meningkatkan jangkauan audiens mereka adalah travel influencer.
Travel influencer pada umumnya memiliki audiens yang sangat luas dari segi demografi sehingga sangat cocok bagi brand hotel. Biasanya, mereka memiliki saluran di media sosial seperti Instagram dan YouTube untuk mempromosikan suatu produk atau layanan, tak terkecuali hotel di mana mereka pernah menginap ketika melancong ke daerah atau kota tertentu.
Para travel influencer ini mampu memproduksi foto dan video yang bagus untuk audiens di media sosial mereka, yang tentu saja juga dapat menjadi keuntungan bagi brand hotel karena mampu mendapatkan promosi yang baik dan rekomendasi dari sana. Hal ini kemudian menarik minat para brand hotel untuk menggunakan jasa travel influencer dalam mempromosikan kamar dan layanan mereka melalui kekuatan influencer.
Furama RiverFront bermitra dengan travel influencer
Furama RiverFront adalah salah satu hotel dengan pemandangan terbaik di Singapura. Tidak hanya pemandangan, Furama RiverFront juga memanjakan para pengunjungnya dengan suguhan hidangan lokal dan internasional terbaik di Singapura.
Furama RiverFront bermitra dengan travel influencer untuk mendorong pemesanan kamar di hotel tersebut serta meningkatkan kesadaran publik akan adanya Furama RiverFront dengan layanan yang memuaskan.
Para travel influencer yang diajak bekerja sama atau bermitra dengan pihak Furama RiverFront diberikan kesempatan untuk menginap selama satu malam secara cuma-cuma. Setelah itu, sebanyak 12 influencer diharuskan untuk membuat dua postingan di Instagram dengan mengambil dua sudut pandang berbeda dari kamar tempat mereka menginap, atau bagian hotel mana pun yang dapat memberikan nilai jual jika dipos ke Instagram.
Hasil yang didapatkan oleh 12 influencer cukup mengejutkan:
- Eksposur lebih dari 214.000 pengikut di Instagram
- 24 pos terkait kampanye di Instagram
- Mendapatkan lebih dari 14.600 suka di Instagram
- Mendapatkan lebih dari 780 komentar di Instagram
Hal menarik lain dari kemitraan antara pihak hotel dengan travel influencer adalah pengikut dari influencer diberikan voucher khusus oleh influencer jika mereka menyewa atau memesan kamar setelah melihat postingan terkait dari influencer. Audiens mereka akan dapat menikmati layanan khusus atau diskon jika menggunakan kode unik yang diberikan oleh influencer.
Travel influencer menikmati pengalaman menginap di InterContinental Hotel
Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan InterContinental Singapura untuk memberikan pengalaman yang dipersonalisasi dengan sentuhan yang penuh perhatian, hotel ini telah meluncurkan hak istimewa yang dipesan lebih dulu untuk para tamu yang menginap di kamar Excevutive, Royal, Ambassador, dan Presidential Suite—transfer limusin pulang-pergi per masa inap ke semua destinasi di Singapura.
Untuk mempromosikan hak istimewa yang eksklusif ini, IHG bermitra dengan StarNgage untuk melakukan kampanye pemasaran influencer. StarNgage telah mengundang beberapa travel influencer untuk memulai perjalanan InterContinental dengan menginap satu malam di IHG Executive Suite, gratis.
Tujuan utama kolaborasi antara travel influencer dan InterContinental adalah untuk mempromosikan layanan eksklusif berupa transfer limusin jika memesan kamar hotel dengan tipe tertentu yang telah ditentukan atas kesepakatan kedua belah pihak.
Hasil yang didapatkan dari kampanye pemasaran influencer ini pun tidak tanggung-tanggung, dengan hanya 12 pos di Instagram mampu menghasilkan:
- Eksposur dari lebih dari 91.000 pengikut di Instagram
- Mendapatkan lebih dari 12.000 suka
- Mendapatkan lebih dari 320 komentar
Agar memudahkan pelacakan bagi pihak InterContinental, setiap pos di Instagram menggunakan geo-tag dan tagar yang ditentukan sesuai kesepakatan antara pihak hotel dan influencer.
Dampak yang bisa diberikan travel influencer pada brand hotel
Travel influencer memiliki audiens yang cukup luas, sama seperti influencer ceruk makanan. Audiens mereka selalu lebih banyak, organik, dan loyal. Jika brand menggunakan influencer makanan untuk kampanye pemasaran di media sosial, hasilnya akan sangat signifikan pada penjualan dan eksposur yang didapatkan pun pasti besar. Untuk contoh studi kasus marketing influencer makanan, Anda dapat melihat beberapa studi kasus hasil kerja sama kami:
- Ayam Brand
- Eatigo
- Alce Nero
- Outback Steakhouse
- Tony Roma
- Zafferano
- Cocoa Colony
- Bakerzin
- De Beer
- Dan masih banyak lainnya.
Begitu pula halnya dengn travel influencer. Mereka memiliki pengikut loyal yang akan mengikuti saran dari influencer, termasuk rekomendasi hotel.
Untuk melihat sejauh mana audiens para influencer ini, Anda dapat langsung menuju saluran media sosial yang mereka miliki untuk melihat sejauh mana keterlibatan mereka dengan para pengikutnya. Biasanya, influencer kategori mikro memiliki intensitas percakapan yang cukup tinggi. Selain itu, para travel influencer ini cenderung lebih mudah dijangkau jika ingin diajak bekerja sama dengan brand.
Give your Opinions