5 Studi Kasus Marketing Influencer e-Commerce dengan Hasil Mengejutkan

Di Indonesia ada belasan bahkan puluhan e-Commerce yang namanya sudah pasti tidak asing lagi di telinga. Kadang kala, tidak sengaja mendengar potongan kutipan dari iklan tersebut saja, kita sudah bisa langsung tahu iklan mana yang dimaksud.

Faktanya, memang setiap saat internet dan media di Indonesia menayangkan iklan yang unik dan berpotensi menjadi viral—yang tentu saja berdampak pada meningkatnya penjualan, atau paling tidak menjadi rujukan ketika seseorang hendak mencari sesuatu barang. Misal, brand A muncul dengan iklan yang unik dan mudah diingat. Ketika seseorang bertanya ke mana mereka harus datang saat butuh sesuatu, maka yang ada di kepala orang yang ditanya adalah brand A.

Begitu besar pengaruh keberhasilan iklan terhadap penjualan.

Hal yang sama dilakukan berbagai e-Commerce besar di Indonesia. Mereka memproduksi berbagai iklan unik untuk menarik atensi masyarakat dan mulai “memaksa” mereka untuk berbelanja di tempat mereka.

Berikut ini adala 5 studi kasus marketing influencer e-Commerce dengan hasil yang bisa dibilang cukup mengejutkan:

#1 Bukalapak dengan CEO-nya

Iklan unik dan cukup mengejutkan datang dari Bukalapak, salah satu e-Commerce di Indonesia yang baru saja menyandang gelar unicorn. Unicorn adalah label untuk perusahaan yang sudah mencapai nilai valuasi sebesar USD1 miliar.

Tentu saja hasil yang dicapai oleh Bukalapak ini tidak lepas dari iklan kreatif dan berbeda yang mereka hasilkan. Semua bermula ketika tahun 2015 Bukalapak memutuskan untuk membuat iklan tanpa influencer besar seperti artis, musisi, pemain film, dan nama besar lainnya. Alih-alih artis, mereka menggunakan CEO mereka sendiri, Achmad Zaky, untuk tampil di dalam video.

Ide konsep mereka cukup sederhana. Karena pada saat itu sebagian besar karyawan Bukalapak sedang menikmati libur panjang, maka dibuatlah video permintaan maaf langsung dari CEO Bukalapak.

Rupanya ide iklan yang sangat baru pada saat itu cukup berhasil. Semua orang membicarakan iklan ini dan iklan yang dianggap lebih natural ini menjadi viral. Hasil dari iklan pun berhasil mendongkrak nama brand Bukalapak, dan juga penjualannya.

Apa yang dilakukan Bukalapak berhasil membuat mereka memangkas biaya produksi, termasuk biaya yang seharusnya dihabiskan untuk membayar influencer kategori mega atau selebriti papan atas Indonesia.

#2 Tokopedia dengan Udang-nya

Salah satu iklan yang dibuat oleh Tokopedia ini adalah salah satu iklan yang sangat menyentuh. Dihadirkan pertama kali melalui media layar bioskop, tidak sedikit penonton yang mengaku menangis saat menonton iklan berdurasi dua menit tersebut.

Iklan tersebut menceritakan seorang anak bernama Rafi yang seumur hidupnya belum pernah mencicipi udang di restoran karena ia termasuk anak dari keluarga yang kurang mampu.

Apa yang dilakukan Tokopedia ini cukup membuat mereka mendapat apresiasi di media sosial dan berhasil meningkatkan keterlibatan yang signifikan.

Tidak hanya di bagian iklan, Tokopedia pun terus mengoptimalkan layanan mereka. Puncaknya, pada penghujung tahun 2018 ini Tokopedia berhasil menyabet gelar sebagai aplikasi e-Commerce terbaik tahun ini di Google Play Store karena dianggap layanannya di aplikasi paling bagus dan mudah dimengerti oleh pengguna awam sekalipun.

#3 Shopee bersama Blackpink

Setelah melihat keberhasilan e-Commerce dan juga brand-brand lain dengan artis-artis besar, Shopee pun tidak ketinggalan. Tak tanggung-tanggung, mereka menggandeng salah satu girlband k-pop dari Korea Selatan bernama Blackpink.

Pemilihan ini tentu saja tidak lepas dari antusiasme masyarakat Indonesia terhadap musik k-pop yang begitu besar dan melebihi ekspektasi. Iklan berdurasi singkat tersebut sempat mengalami penghentian oleh pihak komisi penyiaran nasional karena dianggap terlalu vulgar. Namun, iklan ini tetap tayang di media seperti YouTube dan tetap direspons positif oleh para influencer karena dianggap cukup mendorong keterlibatan. Lebih dari itu, iklan ini tidak vulgar seperti yang disangkakan.

Apa yang dilakukan Shopee—termasuk fakta bahwa iklan mereka sempat diboikot—berhasil membawa iklan mereka menjadi viral. Fakta lain bahwa iklan mereka tidak diterima oleh beberapa kalangan tertentu hanyalah risiko kecil dan menjadi bagian dari strategi pemasaran, tetapi sama sekali tidak berpengaruh pada penjualan. Hingga kini, Shopee masih terus meraih keuntungan sejak iklan bersama Blackpink dirilis ke publik.

Dapatkan Rate Card Influencer Kami Hari Ini!

Cara baru untuk membandingkan harga dan tarif influencer dari seluruh dunia.

Pelajari Selengkapnya

#4 Zilingo

Salah satu e-Commerce yang turut mengambil tempat di hati masyarakat Indonesia adalah Zilingo. Lewat iklan yang menggandeng artis cantik Pevita Pearce, Zilingo ingin menyampaikan pesan bahwa fesyen bisa diikuti oleh siapa saja tanpa terkecuali, dan bahwa fesyen bisa menjadi identitas seseorang.

Iklan yang berdurasi satu menit ini menunjukkan Pevita Pearce sedang berpose mencoba beberapa jenis mode dengan kalimat yang kemudian menjadi jargon iklan Zilingo kali ini yaitu #SiapaSihLo? yang juga sempat viral di media sosial dan mendapat banyak sorotan posiitif.

#5 Ramayana

Barangkali Ramayana tahun ini adalah salah satu toko retail yang mendapat paling banyak atensi publik di sepanjang tahun ini. Eksposur yang dihasilkan oleh Bukalapak dalam iklan unik yang menayangkan CEO mereka bahkan tidak ada apa-apanya dibanding hasil yang didapatkan Ramayana.

Dalam iklan yang berdurasi kurang lebih satu menit tersebut, ada satu adegan yang kemudian menjadi viral dan membuat Ramayana panen keuntungan dari sana saat seorang ibu-ibu muncul dari dalam rice cooker. Potongan adegan yang hanya berlangsung sekian detik itu menjadi viral dan dinaikkan oleh para influencer di media sosial.

Kekuatan influencer pun bekerja. Hasil paling mengejutkan adalah ketika para kreator membuat stiker dari adegan ikonik itu. Kini stiker ibu-ibu muncul dari penana nasi tersebut sudah tersedia di berbagai aplikasi perpesanan seperti LINE, Telegram, hingga WhatsApp.

Dari sisi penjualan, Ramayana mendapat keuntungan lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Keberhasilan iklan tersebut membuat Ramayana langsung menggandeng tiga e-Commerce besar untuk semakin melebarkan sayap penjualan produk mereka. Tiga e-Commerce yang digandeng Ramayana tersebut adalah Lazada, Tokopedia, dan juga Shopee.

Kelima studi kasus marketing influencer di atas dimulai dari media televisi, tetapi kekuatan sesungguhnya lahir di media sosial ketika kekuatan influencer bekerja dengan cara mereka membagikan ulang konten tersebut dan menjadi viral. Sebut saja influencer di media seperti Twitter, Instagram, dan Facebook yang membuat konten tersebut dibagikan jutaan orang. Bagian ini disebut advokasi brand dan mampu memberikan ROI pada level tak terhingga.

Iklan-iklan unik dan berbeda ini tidak hanya berhenti di lima e-Commerce di atas. Semakin hari, semakin banyak bermunculan iklan-iklan unik yang menarik atensi dan rasanya akan tinggal menunggu waktu saja untuk menjadi viral dan dibicarakan oleh pengguna internet. Influencer bergerak, penjualan meledak.

Mulai Buat Konten dan Dapatkan Hadiah

Setelah menyelesaikan kerja sama dan membagikannya dengan pengikut Anda, Anda akan dibayar melalui PayPal atau Cek - mudah, kan?

Brand Menggunakan StarNgage untuk Menemukan Micro-Influencer di Instagram

Berkonsultasilah untuk membahas bagaimana kami dapat membantu Kampanye Influencer Marketing Anda selanjutnya.

มาเริ่มสร้างสรรค์เนื้อหาที่ยอดเยี่ยมและรับรางวัล

เมื่อเนื้อหาของคุณผ่านการอนุมัติและแชร์ไปยังผู้ติดตามของคุณ คุณจะได้รับเงินผ่าน PayPal หรือเช็ค - ง่ายๆ แบบนั้นเลย!

หลายแบรนด์ต่างเลือกใช้StarNgage เพื่อค้นหา อินสตาแกรม ไมโคร-อินฟูลเอนเซอร์

ติดต่อขอคำปรึกษาเพื่อให้เราได้ช่วยแนะนำแคมเปญ ส่งเสริมการตลาดออนไลน์ของคุณผ่านกลุ่มคนที่มีอิทธิพล

Start Creating Great Content and Get Rewarded

Once you complete your endorsement and share it with your followers, you get paid via PayPal or Check - it’s that simple!

Brands use StarNgage to Find Instagram Micro-Influencers

Request a consultation to discuss how we can help your next Influencer Marketing Campaign.

Give your Opinions