20 Statistik Menakjubkan Social Commerce 2020

Setiap kali media sosial seperti Facebook atau Instagram mengalami masalah teknis (down), kita semua panik. Seolah-olah media sosial sama pentingnya dengan udara yang kita hirup saat ini.

Akui saja, sebagian besar dari kita menggunakan media sosial untuk bersenang-senang, membunuh waktu, membagikan foto liburan, dan semacamnya. Namun, faktanya banyak orang yang juga kini beralih ke media sosial untuk membeli barang.

Pemasaran, penjualan produk, dan kontribusi pengguna melalui media online seperti jejaring sosial adalah bagian dari social commerce. Praktik ini mencakup jejaring sosial yang membantu mengatur brand agar dapat dipercaya, sah, dan kredibel.

Popularitas brand dan bisnis pun terus meningkat akibat dampak dari penggunaan media sosial, hal ini turut menciptakan basis pelanggan potensial dan mengundang mereka untuk membeli melalui platform media sosial.

Sekarang, mari kita cek apa saja fakta dan tren terkait social commerce yang sedang meningkat pesat pada tahun 2020 ini:

  • Pada tahun 2021 nanti, diperkirakan pasar global social commerce akan meningkat hingga 34%
  • Para peneliti memperkirakan bahwa penjualan online akan melebihi $735 miliar pada tahun 2023.
  • Dalam dua tahun terakhir, trafik rujukan dari media sosial ke e-commerce meningkat hingga lebih dari 100%
  • 30% dari pembeli online yang diwawancara mengklaim bahwa mereka bersedia melakukan pembelian langsung lewat Pinterest, Facebook, Instagram, Twitter, dan Snapchat.
  • 70% konsumen mencari informasi tentang produk yang ingin mereka beli melalui Instagram dan Facebook.
  • Lebih dari 50% generasi Milenial akan berbelanja lewat media sosial.

Tambahan:

  • Ketika Nike dan Snapchat bermitra untuk mempromosikan dan menjual Air Jordan III “Tinker” seusai pertandingan NBA All-star, produknya habis terjual hanya dalam waktu 23 menit.

Apa itu social commerce?

Seperti yang telah kami jelaskan pada artikel sebelumnya, social commerce adalah praktik berbelanja langsung melalui media sosial. Tidak seperti model pemasaran media sosial secara tradisional, di social commerce tidak ada pengalihan seperti harus masuk ke halaman lain atau aplikasi lain—pengguna dapat melakukan transaksi dari awal sampai akhir di dalam platform yang sama.

Peluang dalam social commerce sangatlah luas. Brand dan bisnis bisa mendapatkan keuntungan dari pesanan yang dibuat dari jaringan media sosial, umpan balik dari pelanggan, dan menemukan apa yang ingin dilihat klien potensial mereka di masa depan.

Selain meningkatkan brand awareness dan memastikan kesetiaan pelanggan, social commerce juga selangkah lebih maju dari e-commerce dengan memungkinkan penjualan di halaman resmi media sosial. Dengan car aitu, pelanggan dapat membeli langsung produk yang mereka lihat di media sosial (misalnya Instagram) tanpa meninggalkannya atau dirujuk ke halaman lain yang baru.

Prosedur sederhana ini dapat menghemat waktu berharga para pembeli karena mereka bahwa tidak perlu mendaftar terlebih dahulu sebagaimana cara kerja e-commerce pada umumnya. Intinya, social commerce memungkinkan pembeli berbelanja tanpa meninggalkan media sosial.

  • Rata-rata pengguna internet menggunakan jejaring sosial harian sekitar 2 jam 15 menit.
  • 28% dari orang yang diwawancarai menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk menemukan brand baru dan menelusuri tentang produk yang ingin mereka beli.
  • Berdasarkan statistik pasar social commerce, 80% pengguna internet melakukan pembelian secara online.
  • Kabar baik untuk pemilik toko dan retailer online, dengan meningkatnya minat belanja online bisnis mereka memiliki masa depan yang cerah. Saat ini, 50% pengguna internet berbelanja online setiap hari, sementara mayoritas dari mereka setidaknya telah melakukan belanja online sekali dalam seumur hidup mereka.
  • 71% konsumen lebih memilih belanja online daripada belanja offline karena alasan praktis.
  • Shopify memiliki lebih dari setengah juta pelanggan aktif saat ini.
  • 35% konsumen meninggalkan keranjang belanja karena toko tersebut meminta mereka untuk membuat akun terlebih dahulu, sementara 27% menganggap proses belanja secara keseluruhan terlalu rumit dan lama.
  • 71% orang yang berbelanja online akan merekomendasikan produk dari brand yang mereka beli di media sosial.
  • Sebanyak 52% pembelian online dan offline pada tahun 2015 dipengaruhi oleh Facebook.
  • Rekomendasi yang ada di media sosial mampu memengaruhi konsumen online hingga 23%.
  • Sebanyak 84% konsumen di Amerika Serikat melakukan pemeriksaan di media sosial sebelum memutuskan untuk melakukan pembelian.
  • Konsumen yang dirujuk dari Facebook memesan barang dengan harga rata-rata di atas 500 ribu rupiah.
  • Postingan di media sosial dengan konten visual mampu meraih komentar hingga 104% lebih banyak, disukai 53% lebih banyak, dan memiliki rasio klik hingga 84% lebih tinggi.

Social commerce menggunakan strategi pemasaran berbasis visual ini untuk menumbuhkan lebih banyak tingkat konversi, menarik lebih banyak konsumen, dan menghasilkan lebih banyak trafik. Para peneliti membuktikan bahwa konten visual menghasilkan respons yang emosional kepada audiens dan meninggalkan kesan yang benar-benar melekat di benak mereka.

Sumber data: ReadyCloud & Save My Cent

Mulai Buat Konten dan Dapatkan Hadiah

Setelah menyelesaikan kerja sama dan membagikannya dengan pengikut Anda, Anda akan dibayar melalui PayPal atau Cek - mudah, kan?

Brand Menggunakan StarNgage untuk Menemukan Micro-Influencer di Instagram

Berkonsultasilah untuk membahas bagaimana kami dapat membantu Kampanye Influencer Marketing Anda selanjutnya.

มาเริ่มสร้างสรรค์เนื้อหาที่ยอดเยี่ยมและรับรางวัล

เมื่อเนื้อหาของคุณผ่านการอนุมัติและแชร์ไปยังผู้ติดตามของคุณ คุณจะได้รับเงินผ่าน PayPal หรือเช็ค - ง่ายๆ แบบนั้นเลย!

หลายแบรนด์ต่างเลือกใช้StarNgage เพื่อค้นหา อินสตาแกรม ไมโคร-อินฟูลเอนเซอร์

ติดต่อขอคำปรึกษาเพื่อให้เราได้ช่วยแนะนำแคมเปญ ส่งเสริมการตลาดออนไลน์ของคุณผ่านกลุ่มคนที่มีอิทธิพล

Start Creating Great Content and Get Rewarded

Once you complete your endorsement and share it with your followers, you get paid via PayPal or Check - it’s that simple!

Brands use StarNgage to Find Instagram Micro-Influencers

Request a consultation to discuss how we can help your next Influencer Marketing Campaign.

Give your Opinions