Segala Hal tentang TikTok yang Harus Diketahui

Sejak aplikasi berbasis ponselnya diluncurkan pada 2016, TikTok telah mencapai angka 500 juta pengguna aktif bulanan, dan melewati angka satu miliar unduhan.

Kabar baiknya, hal ini tidak menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Tercatat ada 75 juta pendaftar baru selama Desember 2018—meningkat 275% dari tahun sebelumnya. Namun, itu bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Aplikasi yang populer di kalangan Gen Z ini juga pernah menceburkan diri ke dalam kolam air panas karena dianggap melanggar hukum privasi anak. Alhasil, TikTok pernah diblokir untuk beberapa waktu di beberapa negara, termasuk Indonesia.

Sebagai respons terhadap isu itu, TikTok pun menggandeng Internet Matters untuk meningkatkan keamanan dan meluncurkan kampanye kemanan daring.

Lalu, dari semua hal itu, apakah TikTok berada dalam masalah besar? Ataukah TikTok cocok untuk brand Anda? Kami punya jawabannya. Setelah Anda mengikuti artikel ini, Anda akan tiba pada keputusan apakah TikTok cocok untuk brand Anda atau tidak (tapi kenapa tidak?)

Apa Itu TikTok?

TikTok sendiri menyebut dirinya sebagai “tempat untuk semua jenis video pendek”. Para kreator video dapat berbagi video secara vertikal dengan panjang durasi antara 15 hingga 60 detik. TikTok memiliki toolkit pengeditan video yang lengkap, filter dan efek yang melimpah, dan pustaka musik yang hampir tak terhingga—memungkinkan pengguna untuk menyetel dan menemukan versi terbaik untuk video mereka.

TikTok sendiri sering keliru dianggap sebagai aplikasi lip-sync. Hal ini cukup wajar mengingat TikTok dulunya adalah musical.ly yang diakuisisi oleh ByteDance sebagai perusahaan induk di balik TikTok.

Pada 2017, ByteDance membeli musical.ly seharga $800 juta. Sebelum itu, ByteDance telah meluncurkan Douyin yang menjadi cikal-bakal TikTok, di Cina. Setelah mengakuisisi musical.ly, Douyin dan musical.ly pun bergabung dan berganti nama menjadi TikTok. Di Cina sendiri, aplikasi masih menggunakan nama aslinya yaitu Douyin.

Statistik Kunci TikTok:

  • Pada Februari 2019, TikTok melewati angka satu miliar pemasangan aplikasi di App Store dan Play Store. Lebih dari setengah angka ini terjadi pada 2018.
  • Memiliki nilai valuasi sebesar $75 miliar, TikTok akhirnya melampaui Uber sebagai perusahaan startup paling berharga di dunia.
  • Pada November 2018, aplikasi TikTok diunduh hampir 80 juta kali di Amerika Serikat.
  • Sensor Tower memperkirakan pada 2018 TikTok meraup untung hingga $3,5 juta dari pembelian di dalam aplikasi.
  • Pada November 2018, Facebook meluncurkan Lasso, sebuah aplikasi “klona” untuk menyaingi TikTok. Sayangnya hingga kini Lasso hanya tersedia untuk pengguna di Amerika Serikat.

Bagaimana Cara Kerja TikTok?

Berdasarkan cara kerja algoritmenya, ada banyak banyak hal yang dapat dilakukan pengguna di dalam aplikasi, mulai dari Duet antarpengguna hingga Tantangan Tagar.

Video

Menonton dan membuat video adalah sajian utama di platform ini. Membuat video dapat dilakukan dengan mudah di dalam aplikasi hanya dengan mulai merekam, menjeda, menambahkan efek dan filter, dan hal lainnya untuk menyempurnakan konten—semua di dalam satu aplikasi.

Musik

Pustaka musik yang melimpah dan integrasi TikTok dengan Apple Music adalah alasan yang membuat TikTok unggul dan mampu menyingkirkan platform sejenis lainnya.

Kreator dapat menambahkan, mencampur, menyimpan, dan menemukan lagu dan suara-suara melalui daftar putar, video, dan lainnya. Menurut Genius, TikTok memainkan peran besar dalam membantu lagu-lagu mengambil tempat di jajaran tangga lagu teratas dan terpopuler.

Pengeditan video

Selama pembuatan postingan video, pengguna dapat menerapkan filter visual, efek waktu, layar split, transisi, stiker, GIF, emoji, dan efek lainnya yang sangat banyak.

Interaksi

Pengguna TikTok dapat mengikuti akun yang mereka sukai, memberika suka dalam bentuk hati, komentar, dan membagikan video ke platform lain. Video, tagar, suara, dan efek dapat ditambahkan ke bagian Favorit di akun pengguna.

Uang virtual

TikTok menawarkan pembelian koin di dalam aplikasi yang dapat dibeli oleh pengguna ke para kreator. Harga koin mulai dari 19 ribu rupiah untuk 100 koin, hingga 2 juta rupiah untuk 10.000 koin.

Siaran langsung

Beberapa jenis kreator diberikan akses untuk dapat melakukan siaran langsung di dalam aplikasi.

Profil

Selain menunjukkan jumlah pengikut dan diikuti, TikTok juga menunjukkan angka hati dan komentar yang telah berhasil diraih pengguna. Sama seperti Facebook dan Instagram, akun resmi ditandai dengan centang biru, dan kreator dengan konten populer akan diberikan centang berwarna oranye.

Bagaimana orang-orang menggunakannya?

Jika Anda mulai tertarik dengan TikTok, akan ada banyak jenis konten yang dapat Anda nikmati. Berbagai jenis konten mulai dari yang lucu, menggemaskan, menyedihkan, mengganggu, hingga konten pedih yang komedik juga ada di sana. Para kreator telah menemukan cara untuk membuat konten yang menarik perhatian.

Tren di TikTok bergerak sangat cepat, tetapi ada tren yang sifatnya jangka panjang:

Tantangan

TikTok menantang para pengguna dengan tagar atau lagu yang populer seperti #LiteralLyrics atau #AirplaneChallenge dan meminta mereka untuk membuat video versi mereka sendiri yang berkaitan dengan tema. Video tantangan ini akan menyebar dan viral dengan cepat sebab TikTok menaruhnya di halaman yang paling gampang ditemukan oleh pengguna lainnya.

Duet

Duet adalah salah satu fitur populer di TikTok yang memungkinkan pengguna untuk mengambil video orang lain dan menambahkannya ke dalam video sendiri. Fitur ini mengingatkan kita pada aplikasi duet karaoke yaitu Smule.

Video reaksi

Di TikTok terdapat fitur reaksi yang sejatinya lebih dulu populer di kalangan pengguna YouTube. Namun, TikTok menyempurnakan fitur ini dengan membuatnya lebih baik dan lebih efektif. Pengguna dapat merekam langsung reaksi mereka terhadap satu video ketika video sedang diputar, dan dapat memilih di sisi mana mereka ingin menaruh reaksi mereka yang diputar bersamaan.

Algoritme TikTok

Sama seperti kebanyakan platform media sosial, TikTok juga besar karena pengguna yang membuat konten mereka sendiri. Namun, sedikit berbeda dengan Facebook, Instagram, dan Twitter, TikTok hanya berputar di sekitar orang yang Anda ikuti, dan lebih banyak mengenalkan pengguna kepada konten-konten baru.

Beranda TikTok akan menunjukkan konten yang Anda sukai terlebih dahulu berdasarkan riwayat pengguna, alih-alih menunjukkan konten dari pengguna yang telah Anda ikuti. Jadi, sangat wajar jika Anda menemukan konten dari orang asing, atau menemukan video yang banyak ditonton dari pengguna yang bahkan memiliki pengikut nol. Itulah TikTok.

Demografi TikTok

Untuk hal ini, TikTok sedikit lebih sensitif mengingat pernah terjadinya isu keamanan di dalam platform mereka. Namun, ada hal-hal yang secara umum dapat diketahui.

Usia

TikTok sangat populer di kalangan remaja, demografi yang sering disebut sebagai Gen Z. menurut laporan Global Web Index, sebanyak 41% pengguna TikTok berusia antara 16-24 tahun.

Di Douyin—di Cina, 75% pengguna berusia antara 18-35 tahun. Jadi tidak mengherankan jika segmen ini juga adalah yang paling aktif menggunakan aplikasi.

Geografi

TikTok, di bawah nama aslinya Douyin, di negara asalnya Cina memiliki pengguna aktif bulanan yang angkanya mencapai 500 juta. Meski Cina menjadi negara dengan basis pengguna terbesar, TikTok tersedia di 154 negara di seluruh dunia dengan 40% pengguna berada di luar Cina.

India juga memiliki basis pengguna yang cukup besar dengan menyumbang 25% dari total unduhan aplikasi hingga saat ini. Di Thailand, menurut laporan satu dari tujuh orang telah mengunduh aplikasi TikTok ke ponsel mereka. Sementara di Jepang, aplikasi ini memiliki 9.5 juta pengguna aktif bulanan pada kuartal terakhir 2018 dengan rata-rata enam sesi per harinya. Bagaimana dengan Indonesia? TikTok mengklaim bahwa pengguna aktif bulanan TikTok di sini mencapai angka 10 juta, per November 2018 lalu.

Gender

Dalam sebuah wawancara, Jenny Lang, managing partner of integrated investment, TikTok mencatat bahwa mereka memiliki basis pengguna perempuan yang cukup aktif terlibat. Dalam rentang usia 16-24 tahun, ia mengatakan bahwa ada sekitar 60% pengguna perempuan.

Di Cina sendiri, rasio pengguna laki-laki terhadap perempuan adalah 4:6 (Douyin).

Haruskah Brand Terjun ke TikTok?

Jika Gen Z adalah target pasar dari brand Anda dan Anda mengabaikan TikTok, maka jelas Anda telah kehilangan banyak hal. Bahkan jika target Anda adalah rentang usia di luar Gen Z, para remaja ini tetap berada di kurva terdepan dalam melihat tren sebelum benar-benar menjadi tren di semua kalangan.

Brand besar sudah mulai “menginvasi” TikTok, sebut saja Nike, Fenty Beauty, dan Apple Music. Meski pihak TikTok sendiri belum secara terang-terangan mengungkapkan perihal iklannya, sudah banyak iklan yang dipastikan muncul—termasuk promo Disney Kingdom Hearts yang masif.

Menurut Nanjing Marketing Group, aplikasi versi Cina (Douyin) menjual slot iklan dengan harga yang tidak tanggung-tanggung mencapai puluhan juta per hari. Slot iklan ini beserta Tantangan Bertagar juga tersedia di Jepang. Pada saat peluncuran film Five Feet Apart, sebuah film cinta remaja yang dibintangi Cole Sprouse, iklannya juga muncul di TikTok dengan opsi pembelian tiket langsung di aplikasi.

Tantangan tagar branded

Guess adalah retailer fesyen pertama yang membuat kehebohan ketika bekerja sama dengan TikTok pada September 2018 lalu. Mereka bermitra dengan TikTok untuk pengambilalihan akun brand pertama di Amerika Serikat. Tantangan Bertagar #InMyDenim membuat kreator konten termuka mendemonstrasikan bagaimana Guess menampilkan fesyen terkini dan meraih lebih dari 37 juta tampilan.

Influencer Marketing TikTok

Brand lainnya, sebut saja Universal Pictures juga telah mencoba kampanye influencer marketing TikTok. Untuk mempromosikan pemutaran perdana film The House with A Clock in Walls, studio ini membina kreator populer untuk membuat konten branded.

Douyin dilaporkan menandatangani kontrak dengan influencer di Cina, dan beberapa di antaranya menghasilkan hampir 200 juta per postingannya. Karena aplikasi ini tidak melacak tanggal pembuatan dan pengunggahan video, ada kekhawatiran bahwa bot dan influencer lebih sulit dikenali.

Stiker Branded di TikTok

Bertepatan dengan Super Bowl (3 Februari), TikTok merilis stiker NFL Player AR, fitur yang juga dimiliki oleh Snapchat.

Karena mengkhususkan diri pada video-video singkat dan pendek, berarti ada banyak sekali ruang bagi brand olahraga untuk ikut serta mengambil tempat, sebagaimana yang telah dibuktikan oleh Red Bull. Klub sepakbola profesional Inter Milan juga bergabung dengan TikTok pada Desember 2018 lalu dalam upaya untuk terhubung lebih dekat dengan audiens muda.

Dari pihak TikTok sendiri, mereka telah merilis iklan sendiri yang menargetkan pasar Amerika Utara di YouTube, Twitter, Snapchat, dan Instagram.

Mulai Buat Konten dan Dapatkan Hadiah

Setelah menyelesaikan kerja sama dan membagikannya dengan pengikut Anda, Anda akan dibayar melalui PayPal atau Cek - mudah, kan?

Brand Menggunakan StarNgage untuk Menemukan Micro-Influencer di Instagram

Berkonsultasilah untuk membahas bagaimana kami dapat membantu Kampanye Influencer Marketing Anda selanjutnya.

มาเริ่มสร้างสรรค์เนื้อหาที่ยอดเยี่ยมและรับรางวัล

เมื่อเนื้อหาของคุณผ่านการอนุมัติและแชร์ไปยังผู้ติดตามของคุณ คุณจะได้รับเงินผ่าน PayPal หรือเช็ค - ง่ายๆ แบบนั้นเลย!

หลายแบรนด์ต่างเลือกใช้StarNgage เพื่อค้นหา อินสตาแกรม ไมโคร-อินฟูลเอนเซอร์

ติดต่อขอคำปรึกษาเพื่อให้เราได้ช่วยแนะนำแคมเปญ ส่งเสริมการตลาดออนไลน์ของคุณผ่านกลุ่มคนที่มีอิทธิพล

Start Creating Great Content and Get Rewarded

Once you complete your endorsement and share it with your followers, you get paid via PayPal or Check - it’s that simple!

Brands use StarNgage to Find Instagram Micro-Influencers

Request a consultation to discuss how we can help your next Influencer Marketing Campaign.

Give your Opinions

Simple Share Buttons