Peluang Pencarian Suara Menguasai Mesin Pencari

Oleh karena kita tidak bisa dengan mudah mengelompokkan suara dari interaksi yang diketik, maka akan sangat penting melakukan pengoptimalan untuk pencarian suara yang tumpang tindih dengan pencarian tradisional (yang masih diketik di keyboard).

Meski terjadi pertumbuhan yang cukup masif pada adopsi asisten virtual, platform seperti Google dan Amazon belum membekali bisnis dengan kemampuan untuk mensegmentasi interaksi suara dengan interaksi yang diketik, dalam laporan kinerja. Hal ini membuat sulit untuk sepenuhnya menilai sepenuhnya peran pencarian suara dan asisten virtual saat ini, tetapi ada beberapa sinyal yang dapat kita gunakan untuk memeriksa setiap perubahan dalam perilaku pengguna dan pertumbuhan yang terarah dari interaksi suara.

Sejak awal munculnya fitur pencarian suara, sudah muncul kepercayaan bahwa hal itu akan mengubah bahasa yang digunakan untuk berinteraksi dengan perangkat karena pencarian akan lebih banyak dilakukan dengan cara diucapkan. Realitanya, mulai terjadi sedikit perubahan dalam bagaimana query mendorong impresi berbayar dan organik dalam banyak hal. Lebih lanjut, banyak laporan yang mengindikasikan bahwa peluang komersial interaksi suara saat ini masih rendah.

Query tidak banyak berubah oleh beberapa standar terkait suara

Pada tahun 2016, penelitian Microsoft menunjukkan bahwa query yang dimasukkan dengan suara biasanya lebih panjang dibandingkan dengan query yang dimasukkan dengan teks dalam hal jumlah kata. Ketika pencarian suara mulai bertumbuh, penelitian tersebut akan menunjukkan bahwa panjang rata-rata query juga akan bertambah.

Namun, dengan melihat jumlah kata dan jumlah query hasil organik dan berbayar Google (menggunakan laporan organik dan berbayar) untuk pengiklan lama Merkle yang sebagian besar di ritel, terdapat temuan beberapa perubahan selama beberapa tahun terakhir. Hasilnya menunjukkan bahwa jika interaksi suara berkembang dalam pangsa hasil berbayar dan organik yang mereka hasilkan, query ini berarti tidak cukup panjang dari penelusuran yang diketik untuk memengaruhi panjang query rata-rata.

Source

Untuk mendukung gagasan ini, data Google yang disajikan kepada agensi hanya menunjukkan perbedaan kecil dalam panjang query antara pencarian yang diketik dan yang diucapkan.

Artikel yang sama dari Microsoft menyebutkan bahwa para pencari cenderung mengucapkan kata-kata tanya ketika menggunakan suara. Namun dengan melihat bagian dari query yang memicu hasil berbayar dan organik Google yang menyertakan kata pertanyaan, telah terlihat sedikit perubahan yang menunjukkan bahwa pencarian suara meningkatkan jumlah query yang dibingkai sebagai sebuah pertanyaan.

Yang pasti, interaksi melalui suara bertumbuh, seiring dengan berbagai sumber yang merilis poin data pada peningkatan adopsi (bahkan jika beberapa titik dapat terlihat tidak dapat diandalkan). Pertanyaannya kemudian, bagaimana mungkin pertanyaan yang mendorong impresi berbayar dan organik tidak berubah secara bersamaan?

Sebagaimana disebutkan, mungkin ada begitu sedikit perbedaan dalam pencarian suara dibandingkan dengan pencarian yang diketik—dalam hal ini bahwa bahkan jika suara tumbuh untuk memenuhi sebagian besar permintaan, masih tidak akan terlihat banyak pergerakan dalam panjang query dan kata-kata pertanyaan. Perbedaan ini juga dapat berubah dari waktu ke waktu, mengingat tidak ada atribut query yang konsisten yang lebih cenderung berupa penelusuran suara.

Sebagai tambahan, jenis “pencarian” yang terjadi juga mungkin tidak terlalu relevan untuk banyak jenis bisnis.

“Suara” berkembang, “suara e-commerce” tidak terlalu

Istilah pencarian suara saat ini digunakan sangat luas. Sering kali bahkan digunakan untuk menunjukkan tindakan secara lebih universal seperti memberitahu perangkat untuk menghubungi ibu untuk memasukkan alamat ke dalam aplikasi navigasi. Banyak kemudian dari tindakan semacam ini yang digabungkan sebagai bagian dari pencarian suara—akan lebih tepat bila dikategorikan sebagai perintah suara, di mana pengguna bukan mencari informasi, layanan, atau produk apa pun melainkan menyuruh perangkat untuk melakukan sesuatu.

Dengan demikian, banyak titik data pada pertumbuhan pencarian suara mencerminkan beberapa interaksi yang tidak akan dianggap sebagai pencarian jika diselesaikan dengan input manual menggunakan keyboard atau mouse. Namun, survei menjadi lebih tajam dalam menanyakan jenis pertanyaan apa yang digunakan oleh pencari suara untuk menilai dengan lebih baik peluang komersial, yang tampak masih rendah saat ini.

Sebagai contoh, survei shopper Mei 2018 dari RichRelevance menunjukkan bahwa 70% konsumen di Amerika Serikat tidak pernah menggunakan pencarian suara untuk mencari produk, apalagi membeli produk dengan cara ini.

The Smart Audio Report dari NPR and Edison menunjukkan bahwa 16% orang dewasa yang disurvei memiliki smart-speaker pada akhir 2017, dan hanya 22% dari persentase itu yang membeli barang baru menggunakan smart-speaker tersebut. Ini berarti, hanya sekitar 4% dari semua yang disurvei yang berbelanja melalui bantuan smart-speaker. Hal ini sejalan dengan apa yang dikatakan sumber internal Amazon kepada The Information pada Agustus 2018, yang menetapkan pangsa pengguna Alexa yang telah memesan sesuatu melalui suara sebesar 2%.

Bahkan, perkiraan yang digambarkan sebagai bullish—seperti prediksi OC&C Strategy Consultant bahwa voice shopping (belanja lewat suara) akan tumbuh lebih dari $40 miliar pada 2022, menegaskan pencarian suara sebagai hanya sebagian kecil dari total belanja e-commerce. Dengan total $517 miliar dalam e-commerce yang terjadi di Amerika Serikat saja sepanjang 2018, prediksi ini menunjukkan bahwa belanja lewat suara kemungkinan mencapai kurang dari 5% dari e-commerce Amerika dan Inggris pada tahun 2022 mengingat tingkat pertumbuhan e-commerce yang diharapkan.

Secara alami, beberapa kategori produk dan layanan lebih mungkin untuk dibeli dengan menggunakan suara daripada yang lain, sehingga peluangnya cenderung lebih besar daripada perkiraan keseluruhan pangsa e-commerce. Namun, bahkan dalam kasus industri yang melihat sebagian besar pembelian lewat suara terjadi dengan cepat, belum begitu jelas kini apakah ada strategi khusus untuk suara yang harus diadopsi brand untuk mengambil keuntungan. Sebaliknya, tampaknya praktik terbaik untuk pencarian suara sebagian besar tumpang tindih dengan praktik terbaik yang ada untuk pencarian secara umum.

Pasang mata, sepenuh hati, tak terkalahkan

Pada titik ini, pengoptimalan pencarian suara tampak seperti mengoptimalkan pencarian secara umum. Pemasar harus mengetahui volume permintaan yang meningkat dan memenuhi strategi periklanan dan konten di sekitarnya.

Sementara call-and-response dari interaksi suara memberikan keuntungan dengan memberikan posisi yang organik dan sebagai Jawaban Cepat. Keuntungan dari pemosisian seperti ini mampu melampaui pencarian suara. Optimalisasi yang dilakukan untuk dapat di-featured di lokasi utama untuk pertanyaan penting tentu sangat berharga untuk suara, tetapi jangan biarkan pencarian suara menjadi satu-satunya faktor penentu dalam memprioritaskan upaya tersebut.

Hal ini pun tentu saja dapat berubah dengan cepat karena Amazon dan Google terus berinovasi untuk membuat pembaruan yang potensial tentang bagaimana sebaiknya hasil disajikan untuk interaksi jenis ini, dan tentu saja penambahan skema Google adalah langkah menuju pengoptimalan khusus suara.

Untuk saat ini, bagaimana pun, peluang pencarian suara tampak masih rendah dan sama sekali tidak unik sebab sebagian besar pemasar harus mendekatinya dari sudut pandang optimasi.

Dengan tidak adanya pelaporan yang jelas, mungkin tantangan terbesar terkait pencarian suara saat ini adalah mengukur peluang, dan statistik hiperbolik yang menunjukkan pertumbuhan luar biasa tidak banyak menunjukkan ukuran relatif vs. pencarian tradisional. Dalam kasus seperti ini, ada baiknya membuat pengoptimalan untuk pencarian suara tumpang tindih dengan pencarian tradisional karena pemasar hanya memiliki sedikit ruang untuk mengisolasi pencarian suara.

Mulai Buat Konten dan Dapatkan Hadiah

Setelah menyelesaikan kerja sama dan membagikannya dengan pengikut Anda, Anda akan dibayar melalui PayPal atau Cek - mudah, kan?

Brand Menggunakan StarNgage untuk Menemukan Micro-Influencer di Instagram

Berkonsultasilah untuk membahas bagaimana kami dapat membantu Kampanye Influencer Marketing Anda selanjutnya.

มาเริ่มสร้างสรรค์เนื้อหาที่ยอดเยี่ยมและรับรางวัล

เมื่อเนื้อหาของคุณผ่านการอนุมัติและแชร์ไปยังผู้ติดตามของคุณ คุณจะได้รับเงินผ่าน PayPal หรือเช็ค - ง่ายๆ แบบนั้นเลย!

หลายแบรนด์ต่างเลือกใช้StarNgage เพื่อค้นหา อินสตาแกรม ไมโคร-อินฟูลเอนเซอร์

ติดต่อขอคำปรึกษาเพื่อให้เราได้ช่วยแนะนำแคมเปญ ส่งเสริมการตลาดออนไลน์ของคุณผ่านกลุ่มคนที่มีอิทธิพล

Start Creating Great Content and Get Rewarded

Once you complete your endorsement and share it with your followers, you get paid via PayPal or Check - it’s that simple!

Brands use StarNgage to Find Instagram Micro-Influencers

Request a consultation to discuss how we can help your next Influencer Marketing Campaign.

Give your Opinions

Simple Share Buttons