Langkah-Langkah dalam Bermitra dengan Micro-Influencer

Sebelum Anda memutuskan untuk mencari dan menggunakan micro-influencer untuk brand Anda, ada beberapa pertanyaan yang perlu Anda tanyakan kepada diri Anda tentang apa yang Anda inginkan dari influencer tersebut dan bagaimana mereka dapat membantu brand atau perusahaan Anda.

Hal ini tidak hanya sekadar mengikuti perusahaan lain yang melakukan hal yang sama. Anda perlu memahami banyak aspek sebelum mengambil keputusan besar ini terutama untuk mereduksi biaya dengan jangkauan seluas-luasnya.

Berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk bermitra dengan micro-influencer:

#1 Relevansi Brand

Apakah orang yang Anda temukan ini sudah sesuai atau relevan dengan brand Anda? Dua dari kriteria yang paling penting yang digunakan para influencer ketika memutuskan untuk bekerja dengan sebuah brand adalah apakah brand tersebut sesuai dengan konten mereka dan apakah brand tersebut relevan dengan audiens si influencer. Tentu saja brand juga ingin hal yang sama sebelum memutuskan untuk memilih influencer.

#2 Relevansi Konten

Konten tentang apa yang sering diposkan oleh micro-influencer tersebut? Adalah sebuah ide yang sangat bagus untuk mengawasi konten mereka sebelum memutuskan untuk menghubungi untuk bermitra dengan mereka. Lihat seberapa profesional ia menjalani pekerjaannya, apakah ia tetap berada di jalur dalam menyampaikan pesan kepada pengikutnya, dan pastikan juga apakah ia sudah pernah bermitra dengan pesaing Anda atau belum.

#3 Relevansi Kampanye

Atur strategi atau ide kampanye. Pikirkan tentang bagaimana brand Anda akan bekerja dengan influencer yang potensial atau jenis program apa yang paling masuk akal. Jika keduanya—baik brand maupun influencer—mendapat manfaat dari eksposur, maka pengambilalihan berhasil. Jika Anda misalnya ingin meningkatkan penjualan, maka membagikan kode kupon khusus melalui influencer juga bisa menjadi cara yang efektif.

#4 Relevansi Penawaran

Ingat kebutuhan dan keinginan dari micro-influencer. Idealnya, baik brand maupun influencer harus sama-sama mendapat manfaat atau keuntungan dari kemitraan atau kampanye yang dilakukan. Ketahui dengan baik kebutuhan influencer Anda saat menghubunginya, atau saat menyusun rencana bersama.

MENCARI, MENGHUBUNGI, DAN BEKERJA DENGAN MICRO-INFLUENCER

Ada dua cara utama—dan sederhana—untuk menemukan micro-influencer: melakukannya sendiri, atau memanfaatkan aplikasi atau platform pihak ketiga.

Melakukan Sendiri (Do It Yourself)

Salah satu pilihannya adalah tetap waspada di media sosial dan secara manual mengawasi profil calon micro-influencer yang akan berimtra dengan brand nantinya. Dengan cara ini, bisa jadi di luar sana Anda akan menemukan influencer yang ternyata secara teratur menyebutkan brand Anda di pos mereka dan tampak antusias dengan penawaran-penawaran brand Anda sebelum-sebelumnya.

Jika mereka memiliki rasio keterlibatan yang layak, maka mereka bisa jadi adalah micro-influencer yang sedang Anda cari. Lagi pula, mereka sudah bersemangat untuk mengepos tentang brand Anda.

Cara lain yang bisa Anda gunakan untuk mengidentifikasi micro-influencer potensial di Instagram adalah dengan menggunakan tagar atau hashtag khusus yang terkait dengan brand Anda, atau jika sebelumnya Anda pernah membuat campaign atau mungkin menyertakan tagar dalam pos Anda, Anda bisa mencarinya kembali. Dari sana, sangat mungkin bagi Anda untuk menemukan micro-influencer yang tidak pernah Anda tahu sebelumnya, tetapi cocok dengan brand Anda. Meskipun cara tersebut terbilang mudah dilakukan, ada hal-hal yang kadang membuatnya menjadi berantakan karena sering kali mereka tidak mencantumkan kontak sehingga brand akan kesulitan menghubungi mereka. Cara terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan mengikuti, memberi komentar pada pos mereka, hanya untuk memberi tahu bahwa Anda memperhatikan.

Mengirim pesan langsung atau menghubungi mereka lewat email (jika mereka mencantumkannya) adalah salah satu cara yang efektif untuk melakukan kontak.

Hal yang menarik sekaligus rumit adalah, terkadang, meskipun micro-influencer tersebut kelihatannya sangat-sangat-sangat tertarik dengan brand Anda (melihat dari cara mereka mengepos tentang brand Anda), tetapi mereka sering kali tidak tertarik dengan ajakan untuk bermitra dengan brand Anda.

Beberapa influencer memang memilih untuk tidak bermitra dengan brand apa pun untuk menjaga kesetiaan pada pengikut mereka atau untuk mempertahankan tingkat keaslian konten mereka yang mereka pikir akan hilang jika memilih untuk bermitra dengan brand dan menerima komisi atau produk gratis dari mereka.

Menggunakan Jasa Pihak Ketiga

Pemasar punya kesempatan lebih besar untuk menemukan micro-influencer yang relevan dengan brand mereka melalui layanan dan perangkat influencer marketing, sebab, para micro-influencer ini secara aktif mencari peluang untuk bermitra dengan brand melalui platform-platform sejenis.

Sebuah marketplace untuk influencer dapat membantu Anda untuk menemukan orang yang tepat untuk diajak bekerja sama. Ada beberapa keuntungan yang didapatkan jika mencari influencer lewat cara ini di antaranya seperti kerja sama membuat kampanye, menangani detail biaya (negosiasi), memperkuat konten yang dibuat, dan ins dan outs mekanisme pembayaran untuk influencer dapat ditangani dengan baik.

Jika Anda tidak menggunakan marketplace, maka Anda harus mengurus semua detail di atas dan detail lain yang tidak tertulis untuk bermitra dengan micro-influencer, sendirian. Itu berarti Anda harus mengumpulkan semua informasi, mengatur pembayaran, dan memastikan setiap waktu bahwa kampanye tetap berjalan dan micro-influencer Anda melakukan tugasnya sesuai kesepakatan.

Micro-influencer sangat ramah anggaran, efektif, dan relatif mudah untuk ditemukan dan diajak bermitra. Meskipun brand Anda sudah terkenal dan besar, menggunakan micro-influencer yang tidak begitu populer termasuk cara yang efektif untuk menghasilkan ROI dan meningkatkan penjualan.

Give your Opinions

Simple Share Buttons