IGTV: Hal Penting yang Harus Diketahui

Haruskah Social Media Manager dan agensi menggunakan IGTV (Instagram TV)? Jawabannya: targantung. Laporan tentang keberhasilan dan kegagalan dalam menggunakan IGTV untuk marketing saling bertentangan, dan berikut adalah hal-hal yang harus Anda ketahui:

Instagram adalah salah satu platform media sosial terpopuler di dunia saat ini (kita semua sudah tahu ini). Dan, brand di Instagram dapat melihat keterlibatan 10 kali lebih banyak daripada yang mereka dapatkan di Facebook, dan 80% pengguna Instagram mengikuti setidaknya satu brand di dalam platform tersebut.

Meski demikian, selalu saja ada hal atau batasan pada platform yang membuat brand kebingungan. Salah satunya adalah batas waktu video yang hanya 60 detik—memaksa brand untuk memotong konten video menjadi kurang dari satu menit. Oleh sebab itu, IGTV muncul sebagai solusi atas masalah ini. Meski pada awal peluncurannya IGTV disambut baik oleh banyak brand, ternyata butuh waktu untuk mendapatkan momentum.

Dalam postingan kali ini, kita akan melihat segala hal yang penting untuk diketahui para pemasar dan brand tentang video IGTV, termasuk apa platformnya, apakah layak, dan praktik terbaik seperti apa yang sebaiknya digunakan untuk memaksimalkan hasilnya.

Apa Itu IGTV?

IGTV adalah aplikasi saudara dari Instagram yang merupakan platform khusus seluler yang berfokus pada video mobile-first (baca: vertikal). IGTV dirancang untuk menjadi televisi versi seluler, dengan video yang diputar secara konstan saat Anda beralih ke “channel” atau saluran (mis: profil atau pengguna lain) sehingga Anda akan mendapatkan pengalaman menonton yang berkelanjutan.

IGTV secara teknis adalah aplikasi mandiri, tetapi terintegrasi dengan Instagram juga.

Jika seseorang membagikan video IGTV di Feed-nya, maka akan muncul 60 detik pertama dengan ikon IGTV di sebelah kanan atas dan akan ada opsi “lanjutkan menonton” pada akhir video yang muncul di Feed tersebut. Pengguna dapat mengeklik opsi tersebut untuk melanjutkan menonton di IGTV. Selain itu, ada juga tab IGTV di bagian Explore yang memungkinkan Anda untuk melihat pratinjau berisi menit pertama dari video panjang yang dapat diklik untuk lanjut menonton hingga akhir. Instagram jelas-jelas mendorong pengguna untuk mengirimkan banyak trafik dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya.

Apakah IGTV Layak?

IGTV jelas tidak berjalan sesuai dengan ekspektasi Instagram—yang digadang-gadang akan menjadi “The Next YouTube”.

Sangat sulit untuk membuat orang mengunduh, menyimpan, dan menggunakan IGTV pada awal peluncurannya. Saat ini, sebagian besar penontonnya berasal dari pratinjau yang muncul di Feed yang dibuat oleh akun-akun yang membuat video panjang. Sementara itu, jumlah pengguna yang membuka aplikasi IGTV secara langsung untuk mengeksplorasi fiturnya, jauh lebih kecil angkanya.

Tentu saja, hal ini cukup mengejutkan banyak pihak—terutama Instagram sebagai pembuat.

Instagram adalah aplikasi yang sangat dikagumi. Sebagian besar fitur-fiturnya biasanya selalu disambut dengan antusiasme yang luar biasa. Lihat saja ketika Instagram mengambil alih fitur Snapchat, memperkenalkan Story, dan akhirnya mengubah bagaimana media sosial bekerja.

Mari kita anggap IGTV menemui batu sandungan, tetapi hal tersebut sangat tidak jadi masalah. Hal tersebut tidak berarti IGTV gagal. Sebab yang terlihat justru sebaliknya; IGTV memiliki daya tarik yang perlahan membuatnya menjadi pilihan.

Meski jumlah penggunanya tidak sebanyak Instagram itu sendiri dan Instagram Story, cara Instagam mendorong pengguna untuk menggunakan IGTV cukup menarik. Hal ini didukung juga oleh kebutuhan banyak brand untuk membuat video yang lebih panjang dan menaruhnya di IGTV untuk menarik lebih banyak audiens. Jadi, IGTV adalah peluang di mana brand dan kreator dapat berbagi konten yang lebih panjang, dan peluang besar untuk berbagi informasi lebih lanjut—membuat tutorial yang edukatif, dan melangkah lebih jauh. Potensi untuk menawarkan nilai lebih kepada audiens yang tertarik ada di sini, dan hal ini patut diperhatikan.

4 Strategi untuk Mendorong Hasil melalui IGTV

Video IGTV dapat membantu Anda untuk terhubung dengan audiens tertarget dengan cara yang baru. Dan hal tersebut adalah hal yang baik. Untuk membantu kampanye IGTV berhasil, berikut adalah 4 strategi yang dapat Anda coba untuk mendorong peningkatan view dan engagement.

#1 Bagikan pratinjau video IGTV ke Feed Instagram

Melakukan hal ini adalah sebuah kewajiban. Jangan pernah lupa untuk menaruh video pratinjau berdurasi satu menit Anda ke Feed, dan buat orang-orang untuk menonton lanjutannya di IGTV.

Hal pertama yang Anda akan dapatkan dengan melakukan hal tersebut adalah bertambahnya konten Anda di Feed—dan tentu saja memberikan variasi baru. Beberapa brand kelelahan membuat kalender postingan, dan IGTV akhirnya muncul memberikan ide segar terkait bagaimana membuat konten yang lebih menarik dan lebih powerful.

Namun, satu hal yang lebih penting di atas semua hal tadi adalah bagaimana caranya Anda mendapatkan perhatian pengguna dan calon penonton. Buat orang-orang yang menonton cuplikan di Feed agar terpesona pada beberapa detik awal—dua detik awal, agar mereka langsung melanjutkan menonton di IGTV tanpa menunggu durasi satu menitnya habis. Jika Anda berhasil melakukannya, konten Anda sudah satu langkah di depan.

#2 Buat judul video semenarik mungkin

Tata letak IGTV memberikan keuntungan tersendiri bagi kreator karena judul akan mirip seperti video YouTube, sehingga hal ini akan sangat berpengaruh pada pengambilan keputusan penonton: apakah akan lanjut, atau berhenti dan melewati video Anda begitu saja. Sebagai pengguna, Anda dapat menggulir video-video yang ada di tab IGTV sesuka hati dan berhenti pada video yang judulnya menarik minat Anda, oleh sebab itu, penting untuk membuat judul semenarik mungkin agar audiens tidak melewati video Anda begitu saja.

Buatlah judul video yang jelas dan menjelaskan tentang apa video yang Anda unggah tersebut.

Pro tip: pilih judul yang pendek dan tajam seperti halnya ketika Anda mengunggah video ke YouTube atau membuat postingan di blog—hal ini sama pentingnya.

#3 Jangan terlalu membuang waktu

Anda dapat membuat video yang panjang durasinya hingga 10 menit di IGTV. Namun, bukan berarti setiap konten video yang Anda unggah harus berdurasi sepanjang itu. Dalam 90% kasus, sebaiknya Anda tidak menghabiskan waktu 10 menit tersebut sepenuhnya untuk tiap video. (Untuk akun brand yang terverifikasi, Anda dapat mengunggah video dengan durasi maksimal satu jam).

Anda tentu saja ingin agar orang menonton video Anda hingga tamat. Itu artinya, buatlah video sepadat mungkin dan sampaikan pesan yang ingin Anda sampaikan tanpa membuang banyak waktu untuk memastikan audiens menontonnya. Dengan melakukan cara ini, Anda akan lebih mudah mendapatkan perhatian audiens.

Jika Anda ragu, lakukan tes. Buat konten video berdurasi 2-3 menit, dan jika berhasil, rentangkan menjadi 4-5 menit, dan seterusnya. Lihat berapa lama audiens Anda bertahan menonton, dan ambil langkah selanjutnya.

#4 Pertimbangkan untuk membuat konten yang edukatif

Ada banyak jenis konten video yang dapat Anda bagikan melalui IGTV. Membangun brand melalui storytelling adalah pilihan yang bagus, tetapi salah satu konten yang cukup berhasil di IGTV sejauh ini adalah konten-konten yang edukatif.

Dalam banyak kasus, banyak konten edukatif yang berebut tempat di Instagram berkat waktu yang terbatas. Jika Anda memiliki video yang lebih panjang durasinya, artinya Anda harus membaginya menjadi beberapa bagian. Dan inilah yang membuat IGTV diminati. Ini juga yang membuat IGTV tepat untuk berbagi tutorial, tanya jawab mendalam, dan membuat video yang memberikan informasi penting yang mungkin dibutuhkan oleh audiens yang Anda targetkan.

Kesimpulan

IGTV mungkin tidak se-booming yang diharapkan Instagram ketika meluncurkannya, tetapi bukan berarti gagal juga. Sebab, ada banyak hal juga yang dapat diperoleh di platform ini. Kuncinya adalah membuat jenis konten yang cocok dan dibutuhkan oleh audiens di dalam platform, mengoptimalkannya menjadi video serial yang berbeda, dan seterusnya.

Mulai Buat Konten dan Dapatkan Hadiah

Setelah menyelesaikan kerja sama dan membagikannya dengan pengikut Anda, Anda akan dibayar melalui PayPal atau Cek - mudah, kan?

Brand Menggunakan StarNgage untuk Menemukan Micro-Influencer di Instagram

Berkonsultasilah untuk membahas bagaimana kami dapat membantu Kampanye Influencer Marketing Anda selanjutnya.

มาเริ่มสร้างสรรค์เนื้อหาที่ยอดเยี่ยมและรับรางวัล

เมื่อเนื้อหาของคุณผ่านการอนุมัติและแชร์ไปยังผู้ติดตามของคุณ คุณจะได้รับเงินผ่าน PayPal หรือเช็ค - ง่ายๆ แบบนั้นเลย!

หลายแบรนด์ต่างเลือกใช้StarNgage เพื่อค้นหา อินสตาแกรม ไมโคร-อินฟูลเอนเซอร์

ติดต่อขอคำปรึกษาเพื่อให้เราได้ช่วยแนะนำแคมเปญ ส่งเสริมการตลาดออนไลน์ของคุณผ่านกลุ่มคนที่มีอิทธิพล

Start Creating Great Content and Get Rewarded

Once you complete your endorsement and share it with your followers, you get paid via PayPal or Check - it’s that simple!

Brands use StarNgage to Find Instagram Micro-Influencers

Request a consultation to discuss how we can help your next Influencer Marketing Campaign.

Give your Opinions