3 Cara Menggabungkan Nostalgia ke Dalam Marketing

Bagaimana Anda mendefinisikan kata “nostalgia”?

Bagi sebagian orang, nostalgia adalah menghabiskan waktu musim panas dengan berbaring di tempat tidur gantung sambil membaca buku The Lord of the Rings, atau memainkan permainan kartu seharian pada hari libur. Setiap orang memiliki nostalgianya masing-masing.

Kami sendiri telah membuat beberapa artikel tentang marketing nostalgia beserta kehebatannya sehingga cocok untuk dimasukkan ke dalam strategi marketing perusahaan Anda.

Meski keunikan nostalgia beragam untuk setiap orang, ada satu hal yang membuatnya memiliki kesamaan: Memiliki pemicu sensorik yang membawa kembali kenangan akan kebahagiaan masa lampau yang tanpa kekangan. Tidak ada marah-marah karena kerjaan yang telat beres, atau ada yang mengirim pesan dengan penuh amarah ke semua orang—masa kecil tidak pernah “semenakutkan” itu.

Menurut sebuah artikel dari HubSpot, penelitian menunjukkan bahwa nostalgia sering dipicu oleh emosi negatif, tetapi dengan cepat mengangkat kita keluar dari rasa takut. Hal tersebut terbukti memberikan manfaat psikologis yang baik, termasuk mengurangi rasa stres, meningkatkan rasa harga diri, menghidupkan perasaan terhubung dengan orang lain, dan menjadi optimis tentang masa depan.

Atas dasar itulah, pemasar menjadikan nostalgia sebagai bagian dari strategi untuk merebut hati dan pikiran konsumen. Jika Anda bisa membuat orang nyaman dengan diri mereka sendiri, maka Anda juga bisa membuat mereka nyaman dengan brand Anda.

Seperti yang ditulis dalam artikel dari HubSpot di atas, “Untuk membuat orang-orang yang mengikuti Anda setia terhadap brand Anda, nampaknya salah satu cara terbaik adalah dengan membuat konten yang membuat mereka merasa baik—atau lebih baik.”

Jadi, bagaimana Anda akan memanfaatkan nostalgia di tengah era digital yang serba cepat dan sangat dinamis ini? Mulailah dengan menemukan kembali marketing nostalgia atau sarana digital yang membangun brand Anda, tetapi jangan sampai membuat konsumen merasa seperti dikomersialkan. Nah, untuk membantu Anda memanfaatkan nostalgia sebagai bagian dari strategi marketing Anda selanjutnya, berikut 3 taktik yang sebaiknya Anda pertimbangkan:

#1 Buat produk lama menjadi baru kembali

Dalam nostalgia, tidak ada yang lebih menyenangkan bagi kita selain kalimat, “Oh, aku ingat itu!”

Langkah pertama untuk sukses dalam marketing nostalgia adalah menggunakan yang lama dan membuatnya menjadi baru kembali di dunia digital.

Contoh hal-hal lama seperti apa? Di era digital seperti sekarang, sebut saja benda-benda seperti surat kabar, majalah, dan surat fisik sebagai peninggalan masa lalu, tetapi akan mampu membuat dampak yang cukup besar jika digunakan kembali.

Triknya adalah memastikan bahwa apa pun benda atau hal dari masa lalu yang Anda “perbarui” untuk marketing nostalgia memberikan efek “twist”.

Bagi banyak orang—terutama di era serba digital seperti sekarang ini, komunikasi berbasis kertas diasosiasikan sebagai sumber sampah. Nah, Anda perlu menerobos penghalang tersebut dengan memberikan sesuatu yang membuat orang yang menerimanya merasa harus memegang untuk membacanya. Jika Anda sering berada di lobi hotel atau kantor-kantor tertentu, Anda akan sering melihat majalah atau surat kabar masih disediakan untuk dibaca sembari menunggu—atau bahkan di pesawat untuk membuat perjalanan berjam-jam Anda tidak membosankan. Bagi generasi seperti milenial maupun Gen Z, hal itu akan menjadi sesuatu yang “baru”, dan menjadi sesuatu yang sangat nostalgia bagi generasi-generasi sebelum itu.

Namun, mengirimkan surat kabar atau majalah fisik seperti itu tentu saja butuh biaya yang jauh lebih mahal daripada mengirimkan majalah elektronik langsung ke kotak masuk email para pelanggan Anda. Namun, jika diekseskusi dengan baik, hal tersebut akan memberi pengaruh yang signifikan!

#2 Gunakan nostalgia untuk menarik atensi konsumen

Dalam industri sekarang, memberikan majalah high-gloss akan menjadi cara yang udik dalam memperkenalkan pembaca baru di tengah teknologi iklan digital yang begitu marak, tetapi tidak mustahil. Namun, tantangannya adalah Anda harus membuat narasi yang kuat agar pembaca tidak bosan sehingga menganggap apa yang Anda lakukan tidak sekadar membuang-buang biaya. Tentu saja, Anda sebaiknya juga sudah menjelaskan tentang keberhasilan bisnis Anda di dalam konten nostalgia tersebut untuk memaksimalkannya.

Menuliskan keberhasilan bukan berarti menjadi tinggi. Anda harus tetap rendah hati. Karya yang baik tidak akan membuat pembaca bingung dengan pesan-pesan dari brand. Temukan contoh-contoh brand yang melakukan hal yang sama dan buat sedikit modifikasi untuk membuatnya punya autentisitas sendiri dan menjadi outstanding di mata audiens atau pembaca.

#3 Bereksperimen dengan bentuk konten terbaru

Layanan di platform seperti Instagram, Pinterest, dan Snapchat memungkinkan Anda untuk langsung menyimulasikan efek film dengan filter bernama nostalgia. Dan karena kita cenderung lebih cepat memproses visual daripada teks, gambar adalah media terbaik dalam menyampaikan jenis konten ini.

Mungkin terdengar seperti oksimoron, tetapi bentuk konten seperti visual web dapat memberikan rasa nostalgia yang positif.

Dan, satu hal lagi yang harus disadari: Umpan visual adalah sesuatu yang akan sering Anda lihat di e-commerce dan akan seperti itu juga di masa depan nanti. Seperti itulah cara kita semua manusia tertarik dengan produk-produk baru. Sebagai pemasar, Anda bisa bereksperimen dan memanfaatkan bentuk konten baru ini untuk mempromosikan brand Anda tanpa memaksakannya untuk dikonsumsi konsumen.


Marketing nostalgia dalam banyak kasus memang membutuhkan usaha kreatif yang lebih besar daripada yang lainnya. Bahkan, tidak hanya itu, biayanya juga cenderung lebih besar daripada strategi marketing lainnya. Selain biaya untuk melakukan riset mendalam, biaya untuk produksi sebuah kampanye marketing nostalgia juga tidak bisa dibilang murah. Namun, untuk marketing nostalgia, biaya akan sepadan dengan hasil yang dituai.

Kita harus tahu bahwa konsumen selalu lebih cerdas, dan mereka memiliki hak penuh untuk menghentikan sebuah iklan di tengah-tengah pemutaran, dan cara-cara lain untuk menyembunyikan iklan. Lebih dari sebelumnya, marketing harus sangat kreatif dan menarik. Sebab jika tidak, akan hilang dalam hiruk-pikuk.

Untuk membuat konten marketing nostalgia, Anda harus menyiapkan tim dari awal hingga akhir. Menyusun rencana konten jangka pendek dan jangka panjang, dan menentukan kanal mana saja yang akan diaktifkan untuk setiap konten, tujuan, hasil akhir, dan bagaimana semua itu pada akhirnya dapat membantu meningkatkan penjualan, konversi, dan meningkatkan keterlibatan dan kesadaran brand—dan yang paling penting: Pesan brand Anda tersampaikan dengan baik.

Jika Anda kebingungan harus memulai dari mana, kami di StarNgage akan dengan senang hari membantu Anda Menyusun rencana strategi marketing Anda dan menjamin kesuksesannya untuk Anda. Segera hubungi kami dengan menekan tombol di bawah!

Mari bekerja sama!

Tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang StarNgage, alat kami, dan layanan influencer marketing kami?

Mulai Buat Konten dan Dapatkan Hadiah

Setelah menyelesaikan kerja sama dan membagikannya dengan pengikut Anda, Anda akan dibayar melalui PayPal atau Cek - mudah, kan?

Brand Menggunakan StarNgage untuk Menemukan Micro-Influencer di Instagram

Berkonsultasilah untuk membahas bagaimana kami dapat membantu Kampanye Influencer Marketing Anda selanjutnya.

มาเริ่มสร้างสรรค์เนื้อหาที่ยอดเยี่ยมและรับรางวัล

เมื่อเนื้อหาของคุณผ่านการอนุมัติและแชร์ไปยังผู้ติดตามของคุณ คุณจะได้รับเงินผ่าน PayPal หรือเช็ค - ง่ายๆ แบบนั้นเลย!

หลายแบรนด์ต่างเลือกใช้StarNgage เพื่อค้นหา อินสตาแกรม ไมโคร-อินฟูลเอนเซอร์

ติดต่อขอคำปรึกษาเพื่อให้เราได้ช่วยแนะนำแคมเปญ ส่งเสริมการตลาดออนไลน์ของคุณผ่านกลุ่มคนที่มีอิทธิพล

Start Creating Great Content and Get Rewarded

Once you complete your endorsement and share it with your followers, you get paid via PayPal or Check - it’s that simple!

Brands use StarNgage to Find Instagram Micro-Influencers

Request a consultation to discuss how we can help your next Influencer Marketing Campaign.

Give your Opinions