Dengan perubahan terus-menerus di eCommerce yang memengaruhi kebiasaan berbelanja dan harapan pelanggan, maka kita tidak bisa begitu saja melupakan tentang pengalaman yang dipersonalisasi. Buatlah setiap pelanggan jadi spesial dengan menampilkan konten yang relevan, serta penawaran dan rekomendasi khusus—semuanya memegang peranan penting dalam membangun strategi yang mendorong konversi.
Kabar baiknya adalah, pelanggan bersedia untuk menghabiskan uang lebih banyak setelah harapan mereka terkait konten yang dipersonalisasi telah terpenuhi. Mereka mungkin sedikit menuntut, tetapi merekalah yang melakukan pembelian akhir, bukan Anda.
Memuaskan setiap individu memang cukup menantang, tetapi dengan adanya akses ke dalam wawasan dan data yang berkualitas serta analisis informasi terhadap perilaku pelanggan, perubahan pasar yang konstan, dan kebiasaan belanja yang berubah, diikuti oleh semua tren teknologi eCommerce sejak tahun 2019, retailer online sekarang lebih kuat dan lebih siap dari sebelumnya. Mari kita lihat manfaat personalisasi dalam eCommerce dengan ikhtisar statistik personalisasi eCommerce.
Pemahaman atas marketing yang dipersonalisasi
Personalisasi tidak sama seperti add-ons dalam upaya pemasaran, ia adalah dasar dari pemasaran yang modern dan sukses. Terlepas dari produk, layanan, maupun industri Anda, Anda berada dalam tren personalisasi eCommerce dan integrasi lintas salurannya—memainkan peran besar dalam mendorong loyalitas dan konversi brand.
Menargetkan audiens yang spesifik, memberikan banyak konten yang relevan dengan rekomendasi yang lebih baik—semua itu adalah bagian dari personalisasi, yang dengan kata lain berarti membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan Anda.
Anda bisa—atau bahkan harus—menerapkan strategi pemasaran yang dipersonalisasi ke dalam saluran pemasaran yang berbeda mulai dengan email dan sosial media untuk mengoptimalkan blog dan website.
Data adalah teman. Semuanya dimulai dengan mengumpulkan semua informasi tentang pelanggan atau pengguna untuk menganalisis perilaku dan mempelajari lebih lanjut tentang preferensi mereka. Setelah memiliki gambaran mengenai tipikal konsumen Anda, Anda dapat mulai menjalankan personalisasi dan menampilkan apa yang harus ditampilkan, menawarkan apa yang harus ditawarkan, dan semuanya, pada waktu dan tempat yang tepat. Hal itulah yang sangat bergantung pada keberhasilan sebuah kampanye marketing.
Personalisasi adalah prioritas utama
Kami telah membahas mengenai dasar pemasaran yang dipersonalisasi. Selanjutnya bisa beralih ke manfaat besar yang diberikan oleh strategi personalisasi eCommerce.
- 80% pembeli lebih cenderung membeli dari perusahaan yang menawarkan pengalaman yang dipersonalisasi.
- Pemasar melihat adanya peningkatan rata-rata 20% dalam penjualan saat menggunakan pengalaman yang dipersonalisasi.
- Kurangnya relevansi konten menghasilkan tingkat respons 83% lebih rendah dalam kampanye marketing rata-rata.
- 63% konsumen mengatakan mereka akan berpikir lebih positif tentang brand jika memberi mereka konten yang lebih menarik atau relevan.
- 77% konsumen memilih, merekomendasikan, atau membayar lebih untuk brand yang menyediakan layanan atau pengalaman yang dipersonalisasi.
Anda dapat membaca statistik selengkapnya di Instapage.
Angka-angka di atas menunjukkan seberapa besar kepuasan pelanggan terhadap pengalaman berbelanja yang sifatnya personal. Menyesuaikan strategi pemasaran yang dipersonalisasi untuk setiap individu mengarah pada kesuksesan besar. Mengapa personalisasi begitu penting? Agar lebih meyakinkan, berikut adalah poin-poin penting untuk membuktikan pengalaman pelanggan yang dipersonalisasi mampu meningkatkan penghasilan dan loyalitas eCommerce.
#1 Konsistensi Omnichannel
Ketahui bahwa saat ini pembeli bisa mulai menjelajah melalui desktop dan menyelesaikan pembelian melalui ponsel, maka penting bagi Anda untuk memberikan pengalaman yang sama luar biasanya di berbagai platform termasuk email, media sosial, aplikasi seluler, dan juga website. Dengan mengingat para pembeli Anda dari berbagai saluran, mereka akan cenderung berterima kasih dengan melakukan pembelian kembali.
#2 Bangun relasi yang kuat dengan pelanggan
Dengan mengingat pelanggan Anda dan menyimpan preferensi mereka, Anda telah menunjukkan kepada mereka betapa berartinya mereka untuk Anda. Personalisasi tidak hanya menghasilkan penjualan, tetapi juga menghubungkan Anda dengan konsumen dengan lebih dalam dan membuat mereka kembali untuk mendapatkan lebih banyak lagi.
#3 Loyalitas
Mengingat hampir setengah dari konsumen kemungkinan akan menjadi pembeli yang berulang jika pengalaman berbelanja mereka telah dipersonalisasi dengan perusahaan tertentu, maka ini adalah saatnya bagi Anda untuk mendapatkan pelanggan setia. Anda dapat menunjukkan penghargaan kepada mereka dengan memberikan kartu hadiah, penawaran khusus (yang dipersonalisasi), dan bahkan Anda dapat mempertimbangkan program loyalitas pelanggan dan lihat hasilnya setelahnya.
#4 Ulasan yang menarik
Pelanggan yang merasa puas akan memberikan ulasan yang positif dan akan cenderung merekomendasikan brand atau produk Anda kepada orang lain. Anda akan menjadi brand yang tepercaya yang mampu menjangkau audiens yang lebih luas, menarik pelanggan baru, dan sebagainya. Setelah Anda menerapkan strategi personalisai (yang mana tidak pernah gagal), Anda akan menghasilkan beberapa penjualan serius dan mendorong laba.
#5 Brand Awareness
Pernahkah Anda memikirkan tentang apa yang dirasakan pengguna mengenai brand Anda? Jika pengalaman mereka menarik, menyenangkan, atau mungkin relevan, mereka akan berbicara positif tentang penawaran Anda. Hal ini tidak hanya berarti ulasan dengan 5 bintang, tapi lebih dari itu—brand awareness; puncaknya adalah menjangkau audiens yang lebih luas dan pelanggan potensial untuk meningkatkan penjualan sebagai hasil.
#6 Hasil jangka panjang
Pikirkan personalisasi sebagai sesuatu yang tidak akan pernah mengecewakan. Apa pun yang Anda jual, selalu ada tempat untuk relevansi dan konten yang disesuaikan. Mungkin Anda tidak akan mendapatkan hasil yang instan, sebab butuh waktu dan upaya untuk mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber yang mungkin relevan bagi Anda, tetapi dengan melakukannya berarti Anda sedang membangun strategi jangka panjang yang sukses untuk bisnis Anda.
#7 Menghasilkan penjualan
Jika melihat kembali statistik dari Instapage, 40% eksekutif mengatakan bahwa upaya personalisasi pelanggan mereka memengaruhi secara langsung penjualan dan laba di saluran seperti eCommerce. Dengan kata lain, pembeli lebih cenderung membeli dari brand yang menawarkan pengalaman khusus. Jadi telah terbukti pendekatan model ini menghasilkan penjualan bagi banyak retailer sehingga tidak akan ada ruginya bila mencoba.
#8 Mendorong pendapatan
Dengan akses ke data berkualitas, Anda dapat mengidentifikasi peluang pendapatan untuk bisnis Anda pada tiap-tiap saluran. Setelah memahami saluran mana yang paling banyak menghasilkan keterlibatan, Anda akan dapat merespons dengan strategi yang dipersonalisasi untuk masing-masing pelanggan—yang akan secara signifikan meningkatkan ROI.
#9 Lebih banyak keterlibatan (engagement)
Konten yang dipersonalisasi menciptakan lebih banyak keterlibatan di sekitar brand Anda. Jika pelanggan dapat memperoleh sesuatu sebagai balasannya, mereka juga akan bersedia untuk mengambil bagian jika ada kontes, survei, atau giveaway—yang juga akan memberikan Anda beberapa data penting sebagai catatan dan untuk peningkatan pelayanan.
#10 Tinggalkan persaingan
Satu hal lagi yang perlu diingat, strategi personalisasi yang baik akan membantu Anda tetap berada di depan para pesaing. Selain kepercayaan dan otoritas, brand Anda akan dikenal karena memberikan pengalaman berbelanja yang luar biasa yang membawa hasil.
Brand besar dan personalisasi
Semoga poin-poin di atas mampu meyakinkan Anda untuk mengintegrasikan personalisasi dan kustomisasi dalam eCommerce, di semua saluran. Sekarang, mari kita bahas beberapa brand besar yang sudah lama menggeluti dan menguasai metode personalisasi ini.
Spotify
Spotify membuat kampanye marketing dengan konten khusus untuk masing-masing pengguna. Mereka membawa personalisasi ke level yang lebih tinggi. Kampanye #SpotifyWrapped 2019 lalu memberikan kita insight tentang lagu, genre, dan artis yang paling banyak didengarkan yang dibandingkan dengan pengguna lainnya—dan rupanya semua orang menyukainya.
Nike
Dengan program loyalitas Nike+, brand ini melipattigakan pendapatan mereka oleh karena personalisasi yang mereka tawarkan melalui aplikasi Nike. Perusahaan memperhatikan bahwa pengguna berbelanja tiga kali lebih banyak daripada yang membeli langsung di Nike.com. Itu adalah bukti nyata bahwa berinvestasi dalam aplikasi seluler yang dipersonalisasi dan program loyalitas dapat menghasilkan ROI yang besar.
Netflix
Jangan juga lupakan soal raksasa satu ini yang mendorong hasil dengan menganalisis beberapa data serius. Menjadi pilihan utama untuk streaming video di seluruh dunia, Netflix tahu setiap kali pengguna mereka masuk dan keluar. Brand menganalisis apa yang telah ditonton oleh pengguna dan mengidentifikasi preferensi mereka untuk memberikan rekomendasi yang sesuai dengan harapan.
Pelanggan tentu saja ingin diingat, dan sekali saja mereka merasa dihargai dan menemukan apa yang mereka cari, mereka akan lebih mungkin untuk kembali lagi. Teknologi baru yang didukung AI membuat tujuan marketing jauh lebih mudah untuk dicapai, jadi tidak ada lagi alasan untuk tidak mencobanya.
Give your Opinions