Terutama jika Anda berposisi sebagai Manajer Pemasaran atau Marketing Manager, mengetahui setiap tren dalam dunia pemasaran adalah sebuah kewajiban untuk tetap berada pada jalur yang tepat untuk menyukseskan strategi marketing yang telah dibuat.
Menggunakan taktik yang bisa “berhasil” tentu saja akan memberikan kesuksesan dalam jangka pendek. Sayangnya, dalam dunia marketing dan periklanan banyak hal yang berubah dengan begitu cepat dan tak jarang membutuhkan pengkajian ulang—bahkan terus-menerus.
Sebagai contoh sederhana, Facebook menghapus fitur jendela atribusi 28 hari sementara Apple menindak tegas pelacakan pihak ketiga yang dapat menimbulkan masalah baru dalam kampanye marketing. Hal itu membuat banyak pemasar harus mengubah strategi dengan cepat dan tak jarang membuat hasilnya gagal karena kurangnya pemahaman dan riset pada pasar yang bergerak sangat cepat.
Pada dasarnya, ada beberapa hal yang dapat dicapai untuk menyukseskan sebuah strategi atau rencana marketing. Dan, salah satu caranya adalah dengan tetap memperhatikan hal yang sedang menjadi tren di dalam industri tersebut. Hal ini dilakukan oleh para pemasar untuk meraih kesuksesan.
Oleh karena itu, dalam artikel ini kami akan menjelaskan tren Facebook marketing tahun 2021 yang dapat Anda jadikan acuan untuk mengembangkan dan menyukseskan strategi marketing Anda.
Konten Video
Data menyebutkan, memanfaatkan konten video dalam rencana marketing bisa jadi poin kunci yang menentukan sukses tidaknya sebuah kampanye. Sebanyak 85% bisnis sekarang mengintegrasikan konten video ke dalam brand, dan data menunjukkan penonton lebih menyukainya dibandingkan konten yang hanya berbasis teks atau gambar statis.
Selain itu, ketika menonton video, konsumen tidak hanya ingin menonton lebih banyak video, tetapi juga memiliki keinginan lebih tinggi untuk mengambil tindakan dengan adanya konten video.
Konten video yang ditaruh pada sebuah Landing Page mampu meningkatkan rasio konversi hingga 34%. Konten video di media sosial juga meningkatkan pangsa sebesar 1200% lebih banyak dari yang bisa dihasilkan teks dan gambar (dikombinasikan). Artinya konten video dapat menciptakan momentum penjualan yang gila-gilaan untuk brand Anda.
- Sebanyak 78% orang menonton video secara rutin tiap minggunya, sementara 55% di antaranya menoton video secara online setiap hari.
- Penonton memiliki kecenderungan lebih besar untuk mengingat brand atau pesan brand yang mereka lihat di dalam video—sekitar 64% di antaranya memutuskan melakukan pembelian setelah melihat video khusus dari brand di media sosial.
- Video meningkatkan sebagian besar trafik internet pada tahun 2021.
Poin-poin di atas hanyalah puncak gunung es. Dan dengan ini rasanya cukup untuk mengatakan: konten video sangat penting untuk keberhasilan sebuah kampanye marketing.
Bagaimana mengintegrasikan video ke dalam marketing?
Sampai di sini, kita sudah sepaham bahwa video merupakan bagian integral dari marketing masa kini, tetapi membuat video dan terlibat dengan video memang lebih mudah diucapkan daripada dilakukan.
Meski demikian, masih ada beberapa cara mudah yang dapat dilakukan untuk terlibat dengan audiens melalui video.
- Konversi blog ke video. Data menyebutkan, hanya 10% orang yang mengingat pesan dari iklan yang berbasis teks. Menurut Anda, ada berapa banyak orang yang mau meluangkan waktu membaca tulisan panjang? Tidak banyak, jelas.
Itulah mengapa membuat video berdasarkan postingan blog sebuah brand akan dapat bermanfaat—mengemas kembali wawasan penting untuk brand atau produk menjadi pesan singkat akan berdampak lebih baik bagi audiens di platform seperti Facebook, Instagram, atau TikTok. - Pilih video dibanding gambar. Tidak ada salahnya memilih gambar daripada video, tetapi jika Anda menginginkan lebih banyak jangkauan dan keterlibatan, menggunakan video daripada gambar untuk menyebarkan pesan akan memberikan hasil yang sangat jauh berbeda.
Re-marketing
Konten video bisa sangat berhasil pada audiens yang pasif, dan sebaliknya bisa memberikan hasil lebih baik pada audiens yang bersifat aktif. Itulah mengapa konten remarketing—baik itu video, teks, ataupun gambar—menjadi sangat penting.
Re-marketing pada dasarnya adalah proses menghubungkan kembali orang-orang yang sudah pernah berinteraksi dengan Anda baik melalui situs web, aplikasi seluler, atau bahkan iklan.
Mengapa re-marketing penting? Karena data menyebutkan bahwa seseorang akan mengunjungi sebuah website 2-4 kali sebelum melakukan pembelian atau melakukan tindakan yang menghasilkan konversi.
Mari bekerja sama!
Tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang StarNgage, alat kami, dan layanan influencer marketing kami?
Jika orang-orang kembali dan kembali lagi ke website Anda dan membuka halaman produk yang sama, artinya mereka memiliki kecenderungan membeli lebih besar. Syukurnya, kini ada Facebook Pixel yang bisa dimanfaatkan untuk membuat konten yang dapat membantu re-marketing—menargetkan kembali mereka yang sudah pernah berinteraksi dengan Anda atau brand Anda sebelumnya.
Ciptakan Autentisitas
Autentisitas juga dapat membantu meningkatkan rasio konversi dan keterlibatan. Anda dapat melalukannya melalu UGC (user-generated content)—misalnya lewat ulasan.
Ulasan dari pembeli dan mereka yang telah mencoba produk atau layanan Anda dapat menambah kepercayaan yang tidak bisa ditambahkan ke dalam upaya periklanan digital.
Terlibat dengan Audiens
Tidak peduli apakah Anda membuat konten video, teks, ataupun gambar, satu cara sederhana yang dapat Anda terapkan adalah tetap terlibat secara langsung dengan audiens Anda.
Di Facebook atau Instagram, coba lihat komentar-komentar yang belum dibalas dan mulailah melakukannya. Dengan terus terlibat, Anda akan menciptakan citra baru yang baik.
Tetap Andalkan Data
Dalam menggunakan jenis data dengan format digital—apa pun itu, maka sangat penting untuk menggunakan poin-poin penting pada setiap data sebelum membuat keputusan. Di samping itu, ada metrik data lain yang tidak kalah pentingnya: suka, reaksi, dan bagikan.
Sekarang, untuk menghasilkan konversi dan penjualan, maka fokuslah pada metrik yang mampu mendorong peningkatan konversi dan penjualan. Dalam hal ini, metrik seperti suka, reaksi, dan bagikan adalah metrik yang sebaiknya diabaikan dulu. Banyaknya suka, reaksi, dan bagikan tidak selalu mengindikasikan kesuksesan dalam penjualan. Alih-alih, metrik klik ke website dan keputusan pembelianlah yang penting dan menjadi indikator utama.
Kesimpulan
Sebagaimana yang selalu kami tekankan, tren di dunia digital akan terus berubah dengan sangat cepat. Namun, ada juga tren yang bertahan lama karena faktor kebutuhan. Tren-tren yang kami sebutkan di atas adalah tren yang diprediksi akan bertahan lama, tetapi jika tidak bergerak sekarang, Anda akan tetap ketinggalan.
Give your Opinions