Istilah “Industri influencer” dibahas cukup sengit di dunia PR dan pemasaran, dan dapat berarti apa pun dari media and analyst relation ke social media marketing. Pada versi 2.0, visi kita terlihat sangat jelas tentang pendefinisian “industri influencer”. Secara sederhana, mereka adalah orang-orang yang notabene adalah para pelanggan dari klien yang mendengarkan dan mempelajari banyak hal. Siapa orang-orang ini, bagaimanapun, tidak mudah didefenisikan karena mereka melakukan lebih dari satu hal, mulai dari bloger, konsultan, akademisi, penulis, hingga eksekutif bisnis. Tapi, satu hal yang sama-sama mereka miliki di antara perbedaan profesi dan kesibukan itu adalah bahwa mereka memegang berbagai tingkat pengaruh terhadap keputusan pembelian di bidangnya masing-masing.
Dalam beberapa hal, mereka telah menggantikan posisi iklan besar di pinggir jalan dalam pengambilan keputusan di mana orang-orang beralih ke para influencer ini untuk mendengarkan atau membaca ulasan atau tanggapan mereka mengenai produk-produk yang seharusnya (atau sebaiknya) mereka beli, entah itu untuk kebutuhan pribadi atau untuk kebutuhan bisnis.
Kami menemukan bahwa untuk membantu brand menemukan tujuan mereka—yang sering kali mencakup pembangunan brand awareness untuk audiens tertarget mereka dan membantu mengkover penjualan—membangun relasi dengan industri influencer merupakan strategi yang sangat penting untuk program komunikasi. Industri influencer tidak hanya menyarankan prospek pada keputusan pembelian mereka sendiri, tetapi terkadang mereka berada di dunia menulis dan bertutur tentang perusahaan dan orang-orang terkenal dan memiliki pengaruh yang mereka kenal.
Terlibat dengan industri influencer jelas adalah sebuah pekerjaan yang sangat jauh berbeda dengan hubungan media internasional. Entah itu di bawah naungan perusahaan atau agen PR, sangat penting untuk mengetahui aturan-aturan engagement sebelum memutuskan untuk memulai kontak pertama.
Berikut ini ada 3 tips untuk mendapatkan—dan mempertahankan—radar influencer yang berpengaruh di industri atau untuk brand Anda.
#1 Mulai dengan daftar industri influencer Anda, buat sesingkat mungkin
Bahkan lebih daripada jurnalistik, menjaga dan memelihara hubungan dengan influencer dan industrinya membutuhkan waktu dan usaha yang sangat besar dan lebih banyak. Untuk itu, pilihlah influencer yang tepat dan betul-betul cocok lalu rencanakanlah untuk menjalin hubungan dengan mereka dalam jangka panjang. Hal ini juga akan menunjukkan jalan kepada Anda untuk menemukan influencer lain yang mungkin cocok untuk brand atau perusahaan. Sementara, kebanyakan influencer yang aktif di media sosial juga kemungkinan besar terlibat kegiatan di “dunia nyata” seperti menjadi pembicara di forum-forum atau workshop, atau menulis buku. Biasanya kutipan mereka akan sering digunakan di berbagai media. Jadi, jangan berfokus pada satu hal saja seperti sebanyak apa jumlah twit atau postingan blognya, tetapi temukanlah influencer yang punya keahlian banyak dan paling mengerti dengan spesifik tentang brand Anda. Hal ini juga akan semakin memperluas jangkauan tidak hanya di ranah digital tetapi juga di dunia nyata yang bisa saja memberikan konversi lebih besar meski tidak terlacak oleh sistem.
#2 Sebelum terlibat, identifikasi hal yang Anda tawarkan kepada influencer
Relasi influencer, seperti relasi baik lainnya, haruslah jadi jalan dua arah. Sebelum mencapai pertemuan awal pertama kali, identifikasi apa yang bisa Anda tawarkan pada mereka dengan baik dan jangan sampai terkesan membuang-buang waktu mereka. Mungkin bisa dimulai dengan menunjukkan contoh produk inovasi sebelum diperkenalkan ke pasar, atau kesempatan untuk memoderatori diskusi panel pada sebuah konferensi. Apa pun itu, tunjukkan keuntungan yang bisa diberikan oleh perusahaan Anda kepada mereka sebelum mulai mengajak mereka membahas tentang kesempatan tersebut. Yakinkan mereka dengan tawaran terbaik yang Anda miliki dan juga pastikan mereka benar-benar tertarik kepada brand Anda, bukan hanya semata-mata berorientasi pada pundi-pundi rupiah yang ditawarkan.
#3 Anggap ini sebagai maraton, bukan lari cepat
Mari kita anggap bahwa Anda telah melakukan pertemuan pertama yang luar biasa dengan influencer Anda. Fantastis. Tetapi harus diketahui bahwa itu barulah awal. Hal sesungguhnya dari industri influencer baru saja dimulai setelah Anda mengadakan pertemuan pertama.
Setelah pertemuan pertama tersebut, pastikan Anda sudah mengatur jadwal kembali dan mengutus seorang eksekutif untuk melakukan tindak lanjut terkait pembicaraan pertama tersebut untuk menjaga radar influencer. Mintalah mereka untuk membagikan konten sosial seputar influencer dan kirimkan mereka hasil pemikiran Anda tentang artikel atau tulisan yang sudah mereka pos di blog. Pastikan yang relevan agar tidak terkesan memaksa hingga menciptakan kecanggungan.
Melibatkan influencer untuk menguji coba atau untuk sekadar memberi umpan balik mengenai produk atau layanan baru sebelum diluncurkan adalah cara lain yang bagus untuk melibatkannya. Atau Anda bisa menawarkan tur ke pusat pengembangan atau laboratorium perusahaan Anda untuk menunjukkan kepada mereka sisi lain di balik layar dari perusahaan Anda dan tunjukkan cara kerja unik tim Anda. Intinya adalah buatlah sebuah rencana kejutan dengan titik sentuhan berkelanjutan antara influencer dan eksekutif dan jangan biarkan segalanya berhenti begitu saja. Dengan penanganan dan tingkat kepedulian yang tepat, segala hubungan akan berkembang dan berjalan dengan baik.
Setelah ketiga hal tersebut di atas dijalankan dengan baik, maka selanjutnya adalah persiapkan strategi pemasaran Anda serta tujuan dan kampanye Anda dan mulailah membuat konten bersama influencer untuk kemudian bersama-sama menjangkau audiens tertaget yang telah ditentukan saat pembicaraan pertama. orang-orang yang tepat akan membawa Anda ke jalur yang tepat dan menghasilkan konversi yang diharapkan.
Give your Opinions