Sulit dipercaya namun inilah kenyataannya. Sejak terdaftar dan menjadi trending di Google Trends, teknik kampanye “Influencer Marketing” terus dipercaya untuk menangani setiap kampanye digital. Kekuatan para influencer di media digital memang tidak bisa lagi dipandang sebelah mata karena kemajuan teknologi berbanding lurus dengan menjamurnya para influencer yang berpengaruh besar di bidangnya masing-masing. YouTube dan Instagram adalah dua platform yang saat ini dijadikan sebagai media kampanye yang memiliki pengaruh besar dalam menghasilkan penjualan signifikan untuk perusahaan.
Dari sisi brand sendiri hal yang paling penting dari semua itu tentu saja adalah hasil. Uang besar yang mereka gelontorkan harus sebanding dengan hasil sebagai prinsip sebuah perusahaan. Dalam dunia marketing kita kenal dengan sebutan ROI.
ROI atau Return on Investment atau dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan Laba atas Investasi adalah rasio uang yang diperoleh atau hilang dalam sebuah aktivitas investasi, hasilnya relatif terhadap jumlah uang yang diinvestasikan. Jumlah uang yang diperoleh bisa disebut laba dan jumlah uang yang hilang bisa disebut rugi. Investasi uang dapat dirujuk sebagai aset, modal atau basis biaya investasi. Dengan bahasa yang lebih sederhana, ROI adalah perhitungan hasil investasi dan biasanya dinyatakan dalam bentuk prosentase.
Setelah melakukan sebuah kampanye digital dengan menggaet para influencer dari berbagai kanal media sosial, tentu saja dapat dipastikan bahwa brand membutuhkan data hasil sebagai laporan untuk melihat sejauh mana para influencer mereka membawa hasil. Namun jika mempekerjakan banyak influencer dapat diasumsikan bahwa brand akan kesulitan menentukan influencer mana yang membawa paling banyak pengaruh daripada yang lainnya. Mengelompokkan atau mengkategorikan influencer merupakan hal penting dengan tujuan untuk membuat review dan memudahkan brand untuk menentukan para influencer yang akan dipekerjakan kembali di masa yang akan datang. Selain sesuai dengan kategori, memilih mereka yang aktif, efektif, dan sejalan dengan prinsip brand yang sedang mereka promosikan juga harus diperhatikan.
Ada banyak cara yang dapat digunakan untuk mengukur sejauh mana hasil dari setiap influencer yang sedang atau telah bekerja untuk suatu brand. Tetapi, cara terbaik untuk mengukur ROI pada sebuah kampanye marketing adalah dapat dilihat dari poin yang akan dijelaskan berikut ini:
1. Tracking Pixels
Tracking Pixels adalah salah satu aplikasi-tambahan berbentuk grafik dengan dimensi 1×1 piksel yang akan dimuat ketika seorang pengguna mengunjungi sebuah situs web atau sedang membuka email atau dapat juga digunakan untuk melacak aktivitas tertentu. Jika mengalami kesulitan untuk mengukur berapa banyak orang yang datang ke situs web Anda dari seorang influencer tertentu maka pertimbangkanlah untuk memasang Tracking Pixels ini. Perangkat kecil ini akan terus melacak dan memberitahu seberapa banyak pengunjung datang ke situs Anda melalui tautan yang telah disebar oleh orang tertentu seperti yang dilakukan influencer Anda. Anda sebagai pengiklan akan memperoleh data untuk online marketing, analisis web dan email marketing.
2. Kode Kupon
Terkadang menggunakan cara lama dalam sebuah kampanye masih menjadi cara terbaik. Salah satu cara yang paling mudah dan cukup efektif untuk mengukur kinerja dari setiap influencer yang bekerja untuk Anda adalah dengan memberikan masing-masing kode kupon unik kepada mereka dan menghitung seberapa besar klik dan konversi yang dihasilkan oleh masing-masing influencer tersebut lewat kode unik itu.
Hingga hari ini cara ini masih sangat relevan dan mampu mendorong orang untuk melakukan pembelian terutama untuk barang konsumsi, namun bisa juga diterapkan untuk segala jenis kampanye dari brand apa pun.
3. Link Afiliasi
Menggabungkan kampanye marketing influencer dengan marketing afiliasi termasuk salah satu cara paling mudah dan murah untuk melacak serta mengukur ROI atau penghasilan yang diperoleh melalui influencer. Membuat sebuah link afiliasi unik yang digunakan khusus untuk influencer akan memudahkan Anda untuk melacak besarnya penjualan online Anda melalui kanal media sosial dan blog tempat mereka mengampanyekan produk maupun brand Anda.
Biasanya influencer akan menerima bayaran dari setiap penjualan melalui link afiliasi ini. Tapi fungsi sebenarnya bukan hanya itu, karena link afiliasi tersebut menyediakan data seputar jumlah klik ke situs web milik brand, jumlah penjualan dan nilai rata-rata pesanan untuk keseluruhan penjualan yang berasal dari link yang disematkan influencer tersebut.
Namun, dalam penggunannya, link afiliasi memiliki kelemahan yang sangat penting untuk diingat, yaitu bahwa cara ini memiliki batasan dalam hal pelacakan. Terkadang pembelian terjadi setelah 90 hari produk promosi tersebut dipos oleh influencer atau dapat lebih lama lagi setelah produk tersebut dipromosikan. Sedangkan durasi pelacakan cookie pada sebuah program afiliasi biasanya hanya berjalan 15-30 hari sehingga jika seseorang berbelanja sebuah produk secara online atau membeli secara offline di toko, Anda tidak bisa melacak dari mana pembeli tersebut berasal meskipun sebenarnya hal itu didorong oleh influencer lewat postingannya di masa lalu.
4. Fitur Comment-to-Buy di Instagram
Hampir mirip dengan Kode Kupon dalam melacak efektifitas influencer dalam kampanye, fitur Comment-to-Buy di Instagram ini akan menunjukkan dengan nyata dan pasti akan influencer mana yang promosinya menjadi daya tarik terkuat pada khalayak. Jika ditandemkan dengan promosi media sosial pada umumnya maka cara promosi jenis ini dapat menjadi cara pengukuran kinerja yang paling penting dalam keseluruhan strategi penjualan online.
5. Tautan dalam Video YouTube
Para influencer dari Youtube dapat dikategorikan sebagai pembawa pengaruh yang paling efektif untuk saat ini. Sayangnya untuk mengukur ROI melalui media ini termasuk pekerjaan yang cukup sulit. Cara terbaik yang bisa dilakukan pada media atau platorm ini adalah dengan memasukkan tautan ke dalam video atau menyematkannya di dalam deskripsi video yang diunggah. Tautan yang disematkan juga harus spesifik mengacu pada influencer itu sendiri, prinsip yang sama yang digunakan dalam Kode Kupon.
Kampanye marketing influencer memang adalah salah satu cara terbaik dan tercepat yang dapat dilakukan brand saat ini dan mampu memberikan keuntungan ROI 11 kali lipat bahkan lebih banyak dari iklan berupa banner dan iklan PPC jika dilakukan dengan strategi yang tepat serta influencer yang memiliki pandangan yang sama dengan brand. Tetapi, seperti halnya strategi pemasaran lainnya, Anda akan mendapatkan hasil terbaik jika mampu melacak proses, hasil dan melakukan penyesuaian sesuai dengan kebutuhan yang berarti menerapkan mental data-driven yang sama seperti yang diterapkan pada strategi lainnya.
Sebuah kampanye digital tidak hanya memerlukan feedback dari sejumlah uang yang dikeluarkan tetapi juga butuh data yang lengkap agar kampanye di masa yang akan datang dapat lebih efektif dengan biaya yang lebih rendah dari sebelumnya. 5 cara di atas diasumsikan dapat membantu brand menentukan ke arah mana sebaiknya melangkah untuk sekarang atau selanjutnya serta dapat memudahkan brand untuk menemukan influencer terbaik dan kompeten dengan biaya yang jauh lebih rendah.
Tetapi, cara ini saja dirasa belum cukup. Untuk mendapatkan hasil atau menerima ROI 11 kali lebih besar, Anda juga perlu mengetahui bagaimana Cara Terbaik Menghasilkan ROI melalui para influencer yang Anda pekerjakan, bukan hanya sekadar melihat data dari pekerjaan influencer.
Give your Opinions