Memetakan Lanskap Media Digital di Indonesia

Pengantar

“A Last Hurrah… And a New Beginning”.

Ini adalah headline berita Jakarta Globe yang terpajang di halaman pertama edisi cetak terakhir mereka pada tahun 2015. Dan hal ini mengikuti penghentian pencetakan surat kabar cetak lainnya di Indonesia; Sinar Harapan dan Koran Tempo Edisi Minggu.

Sejak saat itu, pergeseran media dari cetak ke digital menjadi semakin intens. Seperti kebanyakan negara di dunia, industri dunia sedang diterjang gelombang dahsyat.

Mengapa Media Penerbit Tradisional Menjadi Digital?

Jika menatap kembali ke satu dekade ke belakang, beberapa orang masih mengabaikan dan menganggap bahwa internet hanyalah sebuah tren yang sekadar lewat. Tapi keberhasilan Google dan Facebook mengubah platform mereka menjadi pasar untuk iklan, semakin memperkuat penjelasan bahwa uang kini berbentuk digital.

Digitalisasi nampaknya sudah menjadi tren yang tidak dapat disangkal. Untuk menghasilkan aliran pendapatan baru, bisnis harus memanfaatkan teknologi digital dan mengubah model operasi mereka. Untuk bertahan, semua pemain harus menemukan kembali roda mereka.

Edi Taslim, Digital Group Director dari Kompas Gramedia, ditugaskan untuk mempimpin Kompas.com untuk satu dekade lalu. Dia mengatakan:

“Pada tahun 2008, dewan direksi memutuskan bahwa Kompas.com harus menjadi situs berita daring yang nyata, bukan hanya sebagai pendamping Harian Kompas. Kami tidak menunggu cetak lagi. Dalam sepuluh tahun terakhir, itu hanya menjadi teman sehari-hari dan itu tidak berhasil karena orang-orang ingin membaca berita secara langsung.” [Sumber]

Adaptasi untuk Mengubah Kebiasaan Konsumen

Pernyataan Edi juga menyinggung separuh dari evolusi media: perilaku konsumen. Teknologi tidak menghitung apa-apa—paling tidak untuk pemasar—jika konsumen tidak berkenan mengadopsinya dalam jumlah besar.

Pertanyaan yang kemudian muncul untuk bisnis dan para pemasar adalah: Apakah pembaca di Indonesia membuat perubahan?

Menurut sebuah studi oleh Baidu Indonesia pada tahun 2016, 96% orang Indonesia menggunakan ponsel pintar untuk mengakses berita, dibandingkan dengan hanya 31% untuk surat kabar cetak. Laporan lain oleh UC News di tahun yang sama juga menemukan bahwa pengguna muda—terutama pria—mendominasi konsumsi berita daring.

Jadi, tidak mengherankan jika melihat Kompas.com bersinar di antara situs-situs yang paling banyak pengaksesnya di Indonesia saat ini.

Dengan kenyataan bahwa generasi muda memimpin pergeseran dari media tradisional ke media digital, pemasar harus memahami lanskap penerbit digital untuk merangkul kemungkinan di dalamnya.

Memetakan Lanskap Penerbit Media Digital

Di bawah ini adalah sampel penerbit digital teratas di Indonesia, diurutkan ke dalam vertical masing-masing:

General

 
Kunjungan Web Bulanan* Suka di Facebook (per Sep 2018)
Detikcom >150 juta 4.9 juta
Kompas.com >100 juta 10.9 juta
Kaskus >25 juta 1.4 juta
CNN Indonesia >25 juta 1.9 juta
Suara.com >7.5 juta 2.1 juta

 

Berita

 
Kunjungan Web Bulanan* Suka di Facebook (per Sep 2018)
Merdeka.com >25 juta 4.4 juta
Kumparan >10 juta 1.8 juta
Okezone.com >10 juta 2.2 juta
SindoNews.com >5 juta 549.000
MetroTVNews.com >2.5 juta 2.7 juta

 

Gaya Hidup

 
Kunjungan Web Bulanan* Suka di Facebook (per Sep 2018)
Vemale >7.5 juta 856.000
Dream.co.id >5 juta 2.8 juta
Wolipop Lifestyle >5 juta 110.000
Femina >750.000 2.9 juta
Fimela >250.000 109.000

 

Makanan & Perjalanan (Travel)

 
Kunjungan Web Bulanan* Suka di Facebook (per Sep 2018)
Traveloka >10 juta 4.3 juta
Tiket.com >7.5 juta 652 ribu
Nusatrip.com >2.5 juta 72k
Go-Jek >2.5 juta 1.06 juta
Qraved >750 ribu 774 ribu

 

Hiburan

 
Kunjungan Web Bulanan* Suka di Facebook (per Sep 2018)
Uzone.id >25 juta 184.000
Hipwee >10 juta 1.1 juta
Kincir >1 juta 133.000
HAI >750.000 216.000
MalesBanget.com >250.000 210.000

 

Olahraga

 
Kunjungan Web Bulanan* Suka di Facebook (per Sep 2018)
Bola.com >10 juta 974 ribu
BolaSport.com >10 juta 1.7 juta
Bolalob >2.5 juta 4.3 juta
Otosia.com >2.5 juta 269.000
PanditFootball.com >500.000 149.000

 

Teknologi

 
Kunjungan Web Bulanan* Suka di Facebook (per Sep 2018)
Dailysocial ID >1 juta 12.000
Tech in Asia ID >1 juta 215.000
Majalah InfoKomputer >100.000 32.000
Techno ID >100.000

 

Bisnis & Keuangan

 
Kunjungan Web Bulanan* Suka di Facebook (per Sep 2018)
Bisnis.com >2.5 juta 59.000
Jenius >250.000 104.000
SWA Online/Media INC >250.000 14.000
Marketeers >100.000 31.000

 

e-Commerce

 
Kunjungan Web Bulanan* Suka di Facebook (per Sep 2018)
Tokopedia >100 juta 5.8 juta
Bukalapak >75 juta 2.3 juta
Shopee >25 juta 13.1 juta
Blibli.com >25 juta 7.9 juta
Blanja >750 ribu 1.2 juta

 

Kesehatan

 
Kunjungan Web Bulanan* Suka di Facebook (per Sep 2018)
Alodokter >250 juta 751.000
Klikdokter >10 juta 4.2 juta
Halodoc >1 juta 339.000
TanyaDok >100.000 75.000
SehatFresh >75.000 85.000

 

*Angka diambil dari SimilarWeb untuk bulan Agustus. SimilarWeb “menghitung kunjungan situs (sesi) untuk situs web jika pengunjung mengakses satu atau beberapa halaman. Tampilan halaman berikutnya termasuk dalam kunjungan yang sama sampai pengguna tidak aktif selama lebih dari 30 menit. Jika pengguna kembali aktif setelah 30 menit, maka dianggap sebagai kunjungan baru. Sesi baru juga akan dimulai saat tengah malam.” [Sumber]

Melihat Potensi Pemasaran di Indonesia

Pemetaan lanskap penerbit digital di Indonesia ini memberikan bukti bahwa banyak peluang besar bagi para pemasar. Ada banyak publikasi digital dengan pembaca dan pengaruh yang kuat, termasuk vertikal yang lebih khusus.

Meskipun kami telah menggunakan metrik untuk mengukur nilai penerbit digital, namun lebih banyak tidak selalu lebih baik. Alih-alih berbondong-bondong ke publikasi terbesar, mencari platform dengan kecocokan paling dekat dengan produk dan layanan Anda akan jauh lebih berguna untuk memenuhi tujuan spesifik bisnis Anda.

Meminta agensi yang memiliki pengetahuan yang mendalam mengenai sektor media penerbitan, dan kemungkinan pemasaran, secara umum, akan memberikan Anda kendaraan berupa papan luncur yang Anda butuhkan untuk berkendara melewati gelombang besar digital.

Mulai Buat Konten dan Dapatkan Hadiah

Setelah menyelesaikan kerja sama dan membagikannya dengan pengikut Anda, Anda akan dibayar melalui PayPal atau Cek - mudah, kan?

Brand Menggunakan StarNgage untuk Menemukan Micro-Influencer di Instagram

Berkonsultasilah untuk membahas bagaimana kami dapat membantu Kampanye Influencer Marketing Anda selanjutnya.

มาเริ่มสร้างสรรค์เนื้อหาที่ยอดเยี่ยมและรับรางวัล

เมื่อเนื้อหาของคุณผ่านการอนุมัติและแชร์ไปยังผู้ติดตามของคุณ คุณจะได้รับเงินผ่าน PayPal หรือเช็ค - ง่ายๆ แบบนั้นเลย!

หลายแบรนด์ต่างเลือกใช้StarNgage เพื่อค้นหา อินสตาแกรม ไมโคร-อินฟูลเอนเซอร์

ติดต่อขอคำปรึกษาเพื่อให้เราได้ช่วยแนะนำแคมเปญ ส่งเสริมการตลาดออนไลน์ของคุณผ่านกลุ่มคนที่มีอิทธิพล

Start Creating Great Content and Get Rewarded

Once you complete your endorsement and share it with your followers, you get paid via PayPal or Check - it’s that simple!

Brands use StarNgage to Find Instagram Micro-Influencers

Request a consultation to discuss how we can help your next Influencer Marketing Campaign.

Give your Opinions