Instagram Story: Sebuah Fenomena Media Sosial

Setiap brand memiliki ceritanya sendiri. Dan pada era pemasaran yang bergerak secara naratif seperti sekarang ini, cerita itu akan semakin gampang untuk diceritakan dengan cara yang lebih menarik.

Setiap brand juga punya Story untuk diceritakan. Semakin variatifnya format Instagram dan Facebook Story untuk storytelling menjadikannya kanal baru yang kreatif dan sangat efektif bagi brand untuk menyampaikan pesannya kepada khalayak ramai.

Konten dengan format Story ini semakin berkembang di hampir semua kanal media sosial yang populer saat ini. Vertikal, imersif, modern, dan menyenangkan. Ini adalah kombinasi cara yang digunakan untuk melibatkan dan memikat orang-orang dengan cara yang menyenangkan. Sejatinya, seperti itulah pelanggan Anda berkomunikasi dengan teman-teman dan keluarganya dan mendokumentasikan perjalanan mereka.

Faktanya, lebih dari 500 juta akun menggunakan Instagram Story setiap hari dan 300 juta akun menggunakan Facebook dan Messenger Story setiap harinya.

Para bisnis sedang menaruh perhatian di kanal ini, itulah sebabnya banyak brand yang beralih ke kanal ini untuk meningkatkan hasil pemasaran. Ada lebih dari 2 juta pengiklan aktif di Instagram Story, dan mereka menggunakan format ini untuk mendorong hasil di seluruh perjalanan pelanggan mulai dari kesadaran hingga ke penjualan.

Akan tetapi, banyak aturan lama penceritaan visual yang tidak sejalan dengan format Story ini. Story telah mengubah perilaku konsumen, sehingga brand perlu menyampaikan pesan mereka dengan cara yang sepenuhnya baru dengan memanfaatkan kekuatan narasi. Ini adalah kanvas baru, dan sebagian telah berhasil menaklukkannya. Yang lain sedang bereksperimen dan menantikan hasil, sedangkan praktik terbaik sedang dipersiapkan.

Jadi, entah Anda baru menggunakannya atau sudah berjalan lama—setahun, Anda tetap harus berada di jalur kreatif dan inovatif untuk memaksimalkan setiap kampanye Anda. Kali ini, mari kita intip 5 cara kreatif dan imajinatif dari brand terkemuka di dunia dalam membuat iklan Story mereka.

Menaklukkan Kanvas Vertikal

Story sangat mobile. Dan untuk menciptakan pengalaman yang mendalam di ponsel, Anda harus sepenuhnya menguasai format vertikal karena begitulah cara orang-orang menggunakan ponsel.

Namun, format vertikal 9:16 tidak berarti meninggalkan format lanskap sepenuhnya. Anda harus memahami apa yang diharapkan orang-orang ini secara vertikal.

Beberapa dasar vertikal

Pertama, pertimbangkan apa yang paling banyak dilakukan orang dalam format vertikal: selfie. Intinya, satu frame diisi dengan satu objek di layar penuh. Bisa berarti produk, close-up. Lebih banyak ruang berarti lebih sedikit gangguan.

Format vertikal juga mengharuskan Anda untuk berpikir ke atas bukan ke bawah, bukan dari sisi ke sisi. Mata penonton tertarik pada apa yang turun dari atas layar ke bawah, maka alur gerakan dalam Story harus mengikuti cara ini. Karena itulah fitur Instagram Story adalah geser-ke-atas bukan geser-ke-samping.

Ketika retailer Inggris, Marks & Spencer menjalankan kampanye “Our Best Ever Burger” mereka mengambil keuntungan penuh dengan kanvas vertikal ini. Alih-alih mengambil fokus gambar burger dari atas, mereka mengambilnya dari samping—memanfaatkan keunggulan tata letak vertikal untuk menunjukkan ketinggian dan ketebalan sandwich mereka. Dengan begitu, penonton dapat melihat secara keseluruhan isi di dalamnya mulai dari roti, selada, tomat, daging sapi, keju, acar, dan daging yang jatuh dari atas layar—untuk menghasilkan burger terbaik.

Le Tote melihat format vertikal sebagai cara yang ideal untuk menampilkan model pakaian mereka. Dengan membidik tubuh secara penuh dari ujung ke ujung layar, menggunakan gerakan dan latar belakang yang cerah untuk membuat semua hal jadi menonjol. Sementara untuk frame lain, para model dibidik dengan format close-up dengan berbagai variasi ekspresi wajah dan menyisakan kanvas untuk stiker dan Call-to-Action yang jelas untuk penonton.

Kecepatan adalah Kunci

Potong-cepat dan materi iklan yang bergerak cepat sangat cocok untuk format ponsel. Itulah sebabnya banyak pengiklan di Story berhasil menggunakan kecepatan sebagai alat kreatif.

Orang-orang mengonsumsi Story dengan sangat cepat. Story hanya memberikan waktu maksimal 15 detik sehingga Anda harus benar-benar meringkas konten Anda dengan sangat hati-hati untuk membuatnya berhasil dan ditonton hingga selesai.

Jadi untuk awal, cobalah beberapa jenis durasi sebagai percobaan. Misalnya klip 3, 6, dan 15 detik untuk mendapatkan gambaran tentang mana yang paling cocok untuk menyampaikan pesan Anda. Yang terpenting adalah, bagaimana untuk sampai ke inti pesan secepat mungkin sebelum penonton menekan “skip”.

Dan berbicara soal kecepatan, masukkan unsur brand Anda secepat mungkin. Judul, logo, dan gunakan gaya storytelling yang menarik untuk membantu penonton mengingat brand Anda dengan mudah.

HelloFresh misalnya, memulai iklan Story dengan logo salah satu kotak pengiriman tanda tangannya sehingga orang langsung tahu apa isi iklan tersebut. Pengguna dapat mengetuk layar untuk membuka kotak, dan ketuk lagi untuk kejutan selanjutnya. Semua terjadi hanya dalam hitungan detik, dan diakhiri dengan Call-to-Action geser-ke-atas untuk melihat penawaran selengkapnya.

OpenTable, sebuah platform reservasi memulai Story dengan memunculkan huruf O dari logonya yang disusul dengan caption ringkas dan langsung: Temukan restoran. Untuk acara apa pun untuk menyoroti proposisi nilainya. Hanya dalam waktu 6 detik, Anda langsung tahu brand, apa artinya, dan apa manfaatnya untuk Anda.

Pentingnya Suara

Sebagian besar Story dapat dimengerti tanpa suara—itu benar. Itu adalah praktik standar terbaik untuk banyak video digital dengan format cepat. Namun, ada sedikit rahasia: suara juga bisa memberikan perbedaan dampak yang besar.

Faktanya, banyak orang yang menyaksikan Story dengan suara menyala dan suara juga memengaruhi konversi. Untuk memahami dampak suara terhadap kinerja, Facebook melakukan studi peningkatan konversi yang membandingkan kinerja iklan yang sama dengan suara dan tanpa suara. Hasilnya, 80% iklan dengan suara menyala mengungguli materi iklan tanpa suara untuk metrik konversi.

Banyak brand akhirnya memanfaatkan fitur musik. Coca-Cola Meksiko menggunakan potongan lagu “Guacamole” karya Kevin Johansen untuk menguhubungkan iklan “Comida Rica” dengan kampanye yang lebih besar tentang bagaimana minuman ringan tersebut disajikan dengan makanan-makanan lezat.

Untuk Halloween, Butterfinger memainkan nada-nada seram, suara petir, kepakan sayap kelelawar. Tanpa dijelaskan lebih lanjut, kampanye ini sudah dapat dipastikan hanya akan berhasil dengan baik dengan suara menyala.

Pilihan lain? Penyulihan suara (voiceover), terutama ketika Anda ingin menyampaikan lebih banyak informasi tambahan terkait layanan atau produk Anda.

Pikirkan tentang Chapter

Instagram dan Facebook Story sebenarnya sering dibagi menjadi beberapa rangkaian visual—kami menyebutnya Chapter. Hasilnya, penonton sering melihat iklan yang membangun narasi melalui beberapa adegan cepat atau yang disebut Chapter ini. Dengan kata lain, dua (atau lebih) adegan (Story) lebih baik daripada satu.

Namun, sebelum Anda memutuskan untuk membuat Story dalam bentuk Chapter ini, hal terpenting adalah tentang narasi yang ingin Anda sampaikan. Perhatikan soal lamanya adegan individu, dan durasi secara keseluruhan.

Wrigley’s 5 Gum membuat Story dengan 5 Chapter dalam bentuk hitungan mundur berdurasi masing-masing 5 detik. Setiap eksekusi diambil dari potongan cuplikan brand TV yang diedit, menceritakan tentang skenario-skenario yang berpotensi mengubah kehidupan. Hasilnya? Penjualan meningkat hingga 11% (berdasarkan analisis dari Nielsen Catalina).

Akan tetapi, itu hanyalah contoh. Anda tidak harus selalu melakukan hal yang sama setiap waktu. Fashion, misalnya, dapat mengubah banyak gaya dalam banyak Chapter. Dalam 12 detik, Anda dapat menyatukan berbagai jenis gaya busana—hingga satu lusin.

Mainkan, dan buat Story menyenangkan

Satu hal pasti tentang Story adalah: selalu ada cara baru untuk menarik perhatian penonton dan calon pelanggan potensial Anda. Cara terbaik untuk mengetahuinya adalah dengan rajin melakukan eksperimen-eksperimen kecil. Campur dan cocokkan berbagai elemen kreatif. Temukan cara untuk membawa interaktivitas ke dalam konten iklan Anda. Selain itu, manfaatkan juga elemen bawaan seperti stiker untuk membuatnya lebih orisinil.

Tentu saja itu tidak berarti Anda harus menggunakan semua elemen yang ada di dalam satu atau setiap Story. Gunakanlah secara bijak dan relevan terhadap apa yang sedang Anda promosikan. Golnya adalah: buat Story semenarik mungkin untuk membuat audiens selalu ingin terlibat di dalamnya.

Mulai Buat Konten dan Dapatkan Hadiah

Setelah menyelesaikan kerja sama dan membagikannya dengan pengikut Anda, Anda akan dibayar melalui PayPal atau Cek - mudah, kan?

Brand Menggunakan StarNgage untuk Menemukan Micro-Influencer di Instagram

Berkonsultasilah untuk membahas bagaimana kami dapat membantu Kampanye Influencer Marketing Anda selanjutnya.

มาเริ่มสร้างสรรค์เนื้อหาที่ยอดเยี่ยมและรับรางวัล

เมื่อเนื้อหาของคุณผ่านการอนุมัติและแชร์ไปยังผู้ติดตามของคุณ คุณจะได้รับเงินผ่าน PayPal หรือเช็ค - ง่ายๆ แบบนั้นเลย!

หลายแบรนด์ต่างเลือกใช้StarNgage เพื่อค้นหา อินสตาแกรม ไมโคร-อินฟูลเอนเซอร์

ติดต่อขอคำปรึกษาเพื่อให้เราได้ช่วยแนะนำแคมเปญ ส่งเสริมการตลาดออนไลน์ของคุณผ่านกลุ่มคนที่มีอิทธิพล

Start Creating Great Content and Get Rewarded

Once you complete your endorsement and share it with your followers, you get paid via PayPal or Check - it’s that simple!

Brands use StarNgage to Find Instagram Micro-Influencers

Request a consultation to discuss how we can help your next Influencer Marketing Campaign.

Give your Opinions