Mengenal Lebih Jauh tentang Pemasaran Konten Instagram

Di saat beberapa jejaring sosial (seperti Snapchat misalnya) belum menunjukkan tanda-tanda kesuksesan bagi pemasar dan juga brand, Instagram telah melihat celah tersebut dan melakukannya. Instagram mulai dengan memperkenalkan Instagram Business yang memungkinkan brand untuk terhubung dan lebih dekat dengan pengikutnya, serta mempromosikan postingan dan melihat sejauh mana tingkat keefektifan dari postingan tersebut.

Model pendekatan brand-centric yang dilakukan Instagram tersebut telah membuatnya menjadi platform yang menarik bagi brand yang menggunakannya sebagai media untuk melakukan pemasaran konten.

Lalu, apa sebenarnya definisi dari pemasaran konten Instagram?

Secara umum, konten marketing adalah:

Pemasaran dan proses bisnis untuk membuat dan mendistribusikan konten yang relevan dan berharga untuk menarik, memperoleh, dan melibatkan audiens tertarget dan terdefinisikan dengan jelas serta dapat dipahami—dengan tujuan untuk mendorong profit dari setiap tindakan pelanggan.

Ketika sebuah brand menggunakan pemasaran konten di Instagram, biasanya tujuan mereka adalah untuk melibatkan para audiens (dalam hal ini pengikut), serta untuk menarik pengikut baru yang potensial. Dari sana kemudian timbul harapan bahwa akan ada hasil lain yang muncul dari hasil interaksi dengan audiens tersebut seperti klik ke situs web yang berujung pembelian produk.

Biasanya konten di Instagram terbagi ke dalam banyak jenis, tetapi Anda tidak akan menemukan brand yang mengunggah pos atau artikel blog panjang. Sebaliknya, mereka akan memanfaatkan platform ini untuk membuat konten dengan nilai visual yang tinggi.

Jika Anda ingin lebih spesifik memelajari tentang jenis konten apa yang sebaiknya Anda gunakan untuk konten pemasaran brand Anda di Instagram, Anda bisa menjadikan artikel 7 Jenis Konten untuk Ide Posting Instagram sebagai rujukan.

Instagram kini mendapatkan 700 juta pengguna aktif bulanan, menyusul Twitter pada tahun 2016 dalam hal popularitas. Bukan lagi sebuah jaringan upstart, Instagram kemudian diakuisisi oleh Facebook pada tahun 2012 dengan nilai mencapai $1 M, dan sejak saat itu Instagram semakin bersinar dan menjadi sorotan hingga akhirnya kini menjadi pilihan terbaik para brand untuk menciptakan dan mempromosikan konten-konten visual berkualitas.

Unit komunikasi dasar jaringan ini adalah gambar persegi atau video, dengan caption, komentar dan suka. Dari beberapa jejaring sosial terpopuler yang digunakan manusia saat ini, Instagram adalah yang paling unik dan paling lengkap. Oleh karena itu, brand seharusnya memasukkannya ke dalam strategi pemasaran konten mereka.

Pengguna Instagram cenderung lebih muda dan lebih cerdas secara digital dibanding dengan platform digital lainnya. 59% penggunanya berusia antara 18 dan 29 tahun, dan 31% di antaranya berpenghasilan lebih dari $75.000 per tahunnya. Dari sanalah muncul impian (target) dari setiap pemasar: generasi milenial melek teknologi dengan pendapatan sekali pakai.

Sebuah gambar bernilai 1000 kata

Akun Instagram yang sukses dalam konten pemasaran, mereka memiliki identitas yang dapat dikenali dalam sekali tengok, dan berikut ini adalah tipsnya:

#1 Stick to the basics: gambar tajam dan berkualitas tinggi dan jelas akan mendapatkan perhatian lebih dari para audiens. Menggunakan fotografer profesional dan kredibel bisa menjadi solusi, atau membeli visual yang sudah ada untuk konten-konten selanjutnya.

#2 Perhatikan detail: Instagram adalah tempat untuk menceritakan kisah brand Anda dengan visual yang selaras dan mampu merepresentasikan brand, jadi setiap detail begitu penting. Selain resolusi yang tajam, setiap elemen bidikan harus pas secara keseluruhan untuk menciptakan mood dan perasaan yang baik pada penontonnya.

#3 Keep it simple: Hindari latar belakang yang berantakan atau mengganggu subjek yang akan menjadi fokus utama dalam konten. Jangan selalu fokus pada foto selfie atau foto grup besar yang terkesan ceria, tetapi sebaliknya, cobalah untuk mengambil gambar yang tidak terlihat seperti diambil dari dalam studio.

Waktu adalah segalanya

Feed Instagram berjalan dengan sangat-sangat cepat, yang berarti bahwa pengguna yang log in setiap pagi mungkin tidak akan sampai pada pos yang Anda buat kemarin, pada siang hari. Agar tampil lebih sering di feed para pengguna, Anda harus memperhitungkan dengan baik waktu posting Anda. Namun, tidak ada ilmu pasti untuk hal ini sebab ada banyak faktor yang memengaruhi seperti jadwal kerja dan zona waktu sehingga butuh pengujian. Sebaiknya tetapkan jadwal posting di awal dan bandingkan hasilnya dengan posting lain di hari yang sama namun di jam yang berbeda.

Pertimbangan lain yang dapat menjadi perhitungan adalah seberapa responsif brand terhadap komentar. Ini juga bisa berarti penentu dari segalanya.

Begitu Anda menemukan waktu posting yang ideal, maka aturlah waktu tersebut untuk seminggu. Tips: Karena pembelian cenderung terjadi pada hari Senin atau Selasa, maka atur postingan CTA untuk muncul pada waktu tersebut, dan simpan postingan sisanya untuk akhir pekan.

Influencer berlimpah

Tidak seperti Facebook, tidak ada perbedaan yang terlalu signifikan antara akun brand dan personal yang berarti sangat menguntungkan untuk brand karena mereka dapat bertindak sama, tetapi dengan hasil yang lebih baik.

Tetapi, brand juga harus berhati-hati dalam memilih influencer untuk menjalankan campaign. Banyak kasus di mana sebuah campaign berakhir dengan kegagalan padahal brand telah membayar mahal untuk satu atau bahkan beberapa influencer di Instagram yang disebabkan oleh berbagai faktor.

Brand tidak hanya perlu mencari dan menemukan influencer yang relevan terhadap brand atau campaign yang akan dijalankan, tetapi mereka juga harus memastikan influencer memiliki pandangan dan tujuan yang sama dengan brand. Jadi tidak semata-mata memosting konten lalu duduk diam dan menunggu dan mengira semuanya telah selesai begitu saja.

Bintang periklanan yang sedang naik daun

Beriklan di Instagram dapat meningkatkan jangkauan brand, menambah nilai, dan menghasilkan konversi yang lebih tinggi. Karena dimiliki oleh Facebook, jadi pemasar dapat menggunakan strategi dan metode yang sama sehingga perjalanan iklan jadi lebih cepat dan mudah.

Berikut ini beberapa tips tambahan untuk mendapatkan hasil maksimal saat beriklan di Instagram:

#1 Karena Instagram adalah platform yang dioptimalkan untuk pengguna seluler, maka Anda harus mengoptimalkan iklan untuk seluler.

#2 Buat iklan terlihat autentik dan seorganik mungkin untuk mencegah orang-orang melewatinya begitu saja. Kabar baiknya, iklan di Instagram dan Instagram Stories berbaur dengan pos lain sehingga tingkat keefektifannya lebih tinggi.

#3 Gunakan video untuk meningkatkan engagement, sebab menggunakan video lebih efektif untuk keberhasilan iklan daripada hanya menggunakan sebuah foto statis. Instagram memiliki banyak fitur yang dapat digunakan untuk memaksimalkan konten pemasaran di Instagram.

#4 Gunakan hashtag agar konten mudah ditemukan oleh pengguna yang tidak ada di dalam jaringan Anda, tetapi gunakanlah dengan benar. Jangan menyampah dengan menggunakan 20 hashtag dalam satu pos sekaligus. Anda sedang mencari audiens yang loyal, bukan pengemis yang putus asa.

Memulai pemasaran konten di Instagram sebenarnya gampang-gampang susah. Tetapi, tidak mustahil untuk menyukseskan campaign pertama Anda. Sudah banyak brand yang membuktikan kebenaran ini. Jadi, tinggal menunggu giliran Anda!

Give your Opinions

Simple Share Buttons