Menghasilkan Trafik dan Konversi Tinggi lewat Instagram Stories

Pengguna Instagram khususnya Instagram Stories saat ini memang dimanjakan dengan berbagai fitur yang sangat menarik sehingga banyak orang terutama marketer atau advertiser yang sedang mencari cara untuk meningkatkan trafik serta konversi ke halaman yang ditargetkan melalui Instagram Stories ini. Bahkan untuk pengguna dengan jumlah pengikut tertentu dapat menikmati fitur yang lebih banyak yang sejatinya hanya bisa dinikmati oleh pengiklan atau dengan kata lain, premium.

Hal ini terjadi lantaran antusiasme pengguna Instagram yang melesat dengan sangat pesat setiap tahunnya.

Instagram Stories

150 juta pengguna aktif harian pada akhir 2016

 

250 juta pengguna aktif harian pada akhir 2017

Fitur-fitur iklan Instagram Stories terus diperluas hingga memungkinkan pemasar menggunakannya dengan tujuan menemukan audiens tertarget yang sesuai dengan kriteria brand ataupun produk dan layanan mereka.

Pada artikel ini, kami akan menjelaskan bagaimana menggunakan Iklan Instagram Stories untuk menghasilkan trafik dan konversi yang tinggi agar hasil pemasaran menjadi maksimal.

#1 Ketahui Tujuan Membuat Iklan di Instagram Stories

Cara kerja iklan di Instagram Stories cukup unik, yaitu muncul di antara Stories akun yang diikuti sehingga sekilas tidak akan tidak terlihat seperti iklan karena menjadi relevan dengan Stories lainnya. Karena iklan ini akan hilang dalam waktu 24 jam, maka pengguna harus terlibat untuk menentukan tingkat keefektifan iklan.

Ketika pertama kali diperkenalkan, format iklan di Instagram Stories banyak berbeda dari yang ada sekarang. Pilihannya hanya bagaimana membuat iklan agar bisa dilihat oleh sebanyak mungkin orang, tanpa opsi tambahan. Pengguna tidak bisa menambahkan tautan atau memberikan cara mudah pada para penonton iklan untuk menjangkau brand pemilik iklan, alih-alih hanya bisa berharap audiens tertarget lewat iklan tersebut datang dengan sendirinya untuk mempelajari iklan tersebut. Hal ini membuat pengiklan harus bekerja ekstra untuk membuat iklan yang memberi kesan penasaran pada penonton. Memang efektif, tetapi tidak semua iklan menarik pada level tertinggi untuk memaksa orang lain mencari tahu dengan sendirinya.

Dengan kata lain, Instagram Stories hanya memberikan hasil penayangan yang tinggi, tetapi tidak ada interaksi dua arah atas iklan yang telah dibuat.

Kini, Instagram Stories telah dilengkapi fitur yang sangat membantu para pengiklan mendapatkan hasil terbaik dari setiap iklan yang mereka buat.

  • Tampilan video
  • Konversi (aksi yang diprioritaskan untuk penjualan atau pendaftaran pelanggan)
  • Trafik (pilihan untuk mempelajari lebih lanjut di situs web pengiklan)
  • Pemasangan aplikasi seluler.

Jadi dengan pilihan tersebut, pengguna bisa langsung mengirim audiens (trafik) menuju situs web yang diinginkan untuk mengoptimalkan konversi. Pengguna hanya perlu mengonfigurasikan CTA (Call to Action) dengan memilih tautan menuju ke situs web.

Objektivitas baru dari fitur Instagram Stories ini memberikan hasil yang benar-benar nyata sehingga pengiklan tidak perlu lagi berharap-harap cemas pengguna mengambil inisiatif secara alami untuk mencari tahu (yang mana hampir tidak pernah terjadi).

Instagram Stories memiliki tingkat rasio engagement yang tinggi (laporan influencer melaporkan sekitar 6-10% pengikut mereka selalu membuka Stories) dan iklan lewat Instagram Stories membuka objektivitas baru dan mendorong kesempatan yang luar biasa untuk terhubung dengan pelanggan potensial dengan cara yang lebih konkret.

#2 Buat Stories Menggunakan Objektivitas Iklan Instagram yang Baru

Membuat iklan di Instagram Stories bisa dilakukan melalu Facebook Ads Manager atau Power Editor, sama seperti membuat iklan regular di Instagram. Proses pembuatan iklan melalui Facebook dan Instagram sangatlah praktis dan hanya terdapat sedikit perbedaan kecil.

Pertama-tama, pilihlah tujuan untuk iklan yang akan dibuat. Pilihannya adalah Jangkauan (Reach), Penginstalan aplikasi seluler (Mobile App Installs), Penyangan video (Video views), Trafik, dan juga Konversi. Biasanya untuk brand baru, konversi adalah tujuan utama mereka membuat iklan.

Di bawah Placements pada bagian pengaturan level iklan, pilih Edit Placement. Pilih tanda panah di samping Instagram dan pilih Stories. Saat memilih format Stories sebagai iklan, maka pengguna hanya bisa membuat iklan berformat Stories dan secara otomatis format iklan lain yang tersedia akan dinon-aktifkan.

Pada tahap selanjutnya akan lebih mudah, pengiklan hanya akan diberi pilihan apakah akan membuat iklan Instagram Stories menggunakan gambar atau video tunggal.

Bagian penting yang harus diingat: pemilihan gambar atau video untuk iklan akan muncul di layar perangkat seluler pengguna secara penuh yang berarti akan tampil secara vertikal. Ukuran gambar yang disarankan adalah 1080 x 1920 piksel dengan rasio gambar 9:16.

Dan jika memilih video, durasi maksimal yang dibolehkan adalah 15 detik, ukuran harus di bawah 2.3 GB, dan disarankan resolusinya minimal 720 piksel. Adapun format file yang diterima oleh sistem Instagram adalah .MOV, .MP4, dan GIF. Pengiklan bebas menambahkan teks atau grafik ke dalam gambar selama tidak melanggar ketentuan yang ditetapkan oleh Instagram untuk fitur Stories.

Selanjutnya, tambahkan URL situs web (jika memilih konversi berupa trafik) ke mana pengguna akan diarahkan. Pemilihan URL ini sangat sensitif dan jadi penentu, karena itu gunakanlah URL yang spesifik misalnya langsung mengarah ke produk atau layanan, atau ke halaman yang berisi edukasi terhadap pengguna baru dan calon pelanggan yang potensial.

Juga, jangan lupa pilih tombol CTA (Call to Action) yang akan menjadi kunci bagaimana iklan tersebut akan mempengaruhi pengguna untuk benar-benar mengunjugi situs pengiklan, menghasilkan konversi atau menginstal aplikasi. “Learn More” adalah salah satu pilihan yang hampir mencakup seluruh hal untuk urusan konversi dan pengingkatan trafik, terutama jika pengiklan menargetkan pembelian dalam jumlah besar dan/atau penawaran paket berlangganan.

Terakhir, lakukan pratinjau pada iklan yang telah dibuat sebelum dikirim untuk disetujui oleh pihak Instagram. Segera setelah iklan disetujui, maka akan langsung mulai muncul di antara baris Instagram Stories pengguna lainnya.

#3 Lakukan Praktik Terbaik dalam Instagram Stories

Sampai di sini kita anggap pengiklan telah berhasil menggunakan Instagram Stories untuk menggiring trafik ke situs web, mendorong pengguna untuk mengunduh dan memasang aplikasi, dan meningkatkan penjualan. Untuk membuat pengguna mengambil tindakan, pahami praktik terbaik berikut:

Alamatkan Pain Point Pelanggan

Kita anggap pengiklan telah membuat iklan dua arah agar pengguna dapat berinteraksi, selanjutnya pengiklan bertugas untuk menarik perhatian pengguna agar segera mengambil tindakan. Sebab, iklan hanya muncul 1×24 jam maka berikan contoh masalah sekaligus solusinya untuk memaksa pengguna langsung mengambil keputusan.

Tambahkan Teks, Grafik, dan Desain pada Iklan

Sekadar memasang gambar tidak akan memberikan dampak apa-apa. Tambahkan bumbu berupa elemen desain yang unik dan kreatif untuk menarik perhatian. Jika hal ini bisa diimplementasikan ke dalam iklan Instagram Stories maka hasilnya akan lebih maksimal.

Berikan Grafik yang Solid di Akhir Video

Saat pengguna Instagram menyaksikan Stories, mereka pasti tertarik untuk mengetahui apa yang akan terjadi hingga akhir. Sekalipun iklan yang dibuat sangat menarik, tetapi jangan sampai saking menariknya sampai pengguna malah tidak punya kesempatan untuk mengeklik tautan menuju situs web yang justru menjadi tujuan utama dibuatnya iklan.

Praktik terbaik untuk mengakhiri sebuah iklan video (jika pengiklan memilih format video dalam iklan) adalah menyisakan sekitar dua detik berisi layar yang solid untuk memberikan kesempatan pada pengguna mengambil keputusan.

Maksimalkan CTA dengan Teks pada Layar

Sebenarnya tombol CTA tetap berada di bagian bawah layar selama iklan berlangsung, tetapi tidak ada salahnya memberi penekanan ekstra berupa teks atau suara di dalam iklan, sama seperti poin sebelumnya, layar yang solid tersebut bisa diganti dengan ajakan untuk mengeklik CTA untuk memberi dorongan ekstra dan memastikan pengguna tahu apa yang harus mereka lakukan selanjutnya.

Bagian Akhir

Instagram Stories menghasilkan banyak sekali penayangan dan engagement. Objektivitas ini menciptakan revolusi baru dalam dunia marketing terutama Instagram. Instagram Stories memungkinkan pengiklan membuat jembatan bagi pengguna (calon pelanggan) untuk berinteraksi dengan iklan, atau sederhananya, dengan brand tanpa perantara.

Tertarik dengan cara kerja iklan di Instagram Stories ini? Sekarang saatnya mencoba dan membuktikan sendiri.

Give your Opinions

Simple Share Buttons