Do dan Do Not dalam Kampanye Video Marketing

Satu hal yang harus kita ketahui adalah bahwa video marketing bukan hanya pendekatan pemasaran yang hemat akan biaya, tetapi  juga merupakan sesuatu yang sifatnya sangat kritis dan penting bagi strategi pemasaran bagi brand secara keseluruhan.

Di era digital seperti sekarang ini, mengedukasi audiens tentang sebuah brand jauh lebih efektif dibandingkan bentuk pemasaran lainnya. Sementara di permukaan, video marketing yang nampaknya sederhana, sebenarnya tidak sesederhana kelihatannya. Kampanye video marketing di media sosial membutuhkan tangan-tangan ahli dalam lanskap media sosial untuk pemasarannya. Berikut adalah beberapa tips sedarhana “Do” dan “Do Not” dalam membuat sebuah kampanye video marketing yang memiliki kemungkinan berhasil lebih besar.

Do: Sesuaikan Video Anda

Ada banyak sekali jenis kampanye video marketing di luar sana, tetapi kampanye yang berhasil hanyalah yang sesuai antara produk dan brand ke video dan audiens mereka. Semua orang mungkin tahu Raditya Dika mampu menjangkau belasan juta orang di seluruh Indonesia tetapi sepertinya dia bukan orang yang tepat untuk menjual alat olahraga. Tanyakan kepada diri Anda siapa target audiens Anda dan tentukan video mana saja yang cocok untuk menjangkau mereka.

Jangan membuang-buang waktu dan uang Anda untuk mencoba-coba. Kenali pemirsa Anda, tentukan video Anda dan jangkau mereka dalam sekali tindakan. Jika biasanya Anda mendapatkan banyak ikan dengan memancing, Anda harus memastikan mendapatkan ikan yang lebih banyak saat menggunakan jaring.

Do: Ciptakan Win/Win Situations

Kreator video (selanjutnya disebut video) adalah ahli dalam bidangnya. Mereka telah menciptakan ladang bisnis dengan memposting pada masing-masing platform. Dalam menentukan video mana yang akan digunakan, temukanlah video yang tepat untuk target audiens Anda yang nantinya akan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak. Jangan mementingkan keberhasilan video Anda saat menjadi viral, tanpa melihat sisi dari para audiens Anda. Jika Anda dapat menambahkan nilai pada video di luar dari kompensasi ekonomi lainnya, Anda akan membuat audiens Anda sedikit banyak melakukan hal yang lebih. Saat menggunakan video, fokuskan pada apa isi di dalamnya yang bernilai untuk mereka.

Do: Ketahui Tujuan Anda

Apa tujuan dari kampanye Anda? Apakah brand Anda sudah sudah masuk dalam kategori perusahaan yang stabil yang ingin meningkatkan eksposur dan pelebaran target pasar? Apakah brand Anda masih baru dan masih perlu mengedukasi audiens Anda mengenai produk ataupun layanan Anda? Apakah Anda ingin mengembangkan platform media sosial Anda sendiri? Apakah Anda ingin mendorong penjualan langsung dari situs web Anda sendiri? Atau apakah mungkin Anda ingin menghasilkan banyak unduhan? Itu hanyalah beberapa kemungkinan, intinya adalah Anda harus menentukan tujuan Anda sebelum bekerja dan memulai sebuah kampanye untuk memaksimalkan hasil dari kampanye tersebut.

Video yang bertujuan meningkatkan penjualan tidak akan bisa digunakan mengedukasi audiens tentang produk Anda. Meskipun bisa saja hal yang sebaliknya terjadi. Kreativitas dalam membuat konten video dan cara Anda mempromosikannya, serta platformnya, sangat menentukan tingkat kesuksesan kampanye video marketing Anda.

Do Not: Berpikir Bigger Is Always Better

Memang sangat menggoda untuk menemukan kreator video besar dengan audiens yang besar untuk kampanye Anda, tetapi hal tersebut belum tentu merupakan sebuah pendekatan yang tepat. Rate card untuk seorang kreator video yang populer jelas memiliki harga yang mahal namun jenis audiens yang bisa dijangkau bisa saja lebih sempit. Kreator video yang memiliki 10 juta pengikut bisa saja dihargai $100.000 untuk satu kali pos dan jika misalnya kreator video tersebut adalah gamer maka pengikutnya cenderung adalah anak-anak muda.

Sebagai alternatif, Anda dapat mengaktifkan 20 kreator video dengan masing-masing 500.000 followers dan mungkin mengurangi biaya yang Anda keluarkan hingga dua kali lipat sehingga membuat mereka memposting lebih sering, sekaligus melakukan diversifikasi audiens, yang berpotensi memberi manfaat tambahan dan menghasilkan efek kupu-kupu dengan jangkauan audiens yang semakin meluas.

Do Not: Micro-manage

Marketer tradisional, para pemilik brand hingga eksekutif selalu berpikir bahwa mereka mengetahui pesan terbaik untuk berkomunikasi dengan audiens potensial mereka, tetapi apakah mereka benar-benar melakukannya? Kreator video memang kini telah menumbuhkan pemirsa secara organik. Kesalahan ini akan mengakibatkan dua hal yang sangat sensitif dan fatal; merusak brand dan kreator video itu sendiri. Sebab, video saat ini telah menjadi identitas masing-masing pemiliknya dan memiliki pengaruh besar terhadap para pengikutnya. Dengan mengganti suara dalam video mereka menjadi suara Anda, risiko besar menghadang di depan mata. Maka, percayakanlah pada diri Anda untuk memilih video yang tepat, berikan mereka panduan mengenai jenis video kampanye yang Anda inginkan namun tetap memberikan kebebasan bagi mereka untuk menjadi dirinya sendiri, karena hanya dengan cara seperti itulah kampanye Anda bisa berjalan secara efektif.

Give your Opinions

Simple Share Buttons