Influencer Interview: Man Muhammad

19. mar. 2024Updated: 20. mar. 2024
Influencer Interview: Man Muhammad

Perjalanan menjadi seorang influencer adalah perjalanan yang tak tertebak. Ada begitu banyak influencer yang tadinya fokus membahas kecantikan, lalu tiba-tiba berubah haluan ke niche fashion, game, atau bahkan bisnis, juga sebaliknya. Ini adalah bagian dari perjalanan menjadi seorang yang mampu memberi pengaruh pada audiens, terutama di media sosial.

Kali ini, StarNgage Indonesia berhasil mewawancarai Man Muhammad, salah satu influencer yang sudah cukup lama menggeluti dunia internet dan memiliki segudang pengalaman untuk dibagikan kepada kita. Simak wawancara kami dengannya berikut ini!

Q: Kapan dan bagaimana awalnya bisa terjun ke dunia influencer?

A: Saya memulai karier di media sosial sejak 2018 dengan menjadi streamer di salah satu platform terkenal yang kini sudah tutup. Pada saat yang sama, saya juga adalah content creator untuk game Mobile Legends di YouTube.

Begitu kontrak sebagai streamer selesai, saya sempat berhenti sebagai content creator dan memilih bekerja dan beraktivitas selayaknya manusia biasa. FYI, sebelum menjadi content creator, saya adalah professional artist yang fokus pada project mural dan sketsa wajah realis di kertas.

Titik baliknya adalah ketika COVID-19 melanda. saya menghabiskan waktu di rumah saja dan memutuskan membuat konten lagi di YouTube. Kali ini bukan tentang game, melainkan konten tentang tanaman dan akhirnya terus tumbuh dan menghasilkan.

Pada akhir Juli 2022, dapat tawaran dari StarNgage untuk menjadi creator di Shopee. Saat kontrak berakhir, pertumbuhan akun saya sedang bagus-bagusnya sehingga saya memutuskan untuk lanjut membuat konten. Alhamdulillah, hingga kini saya masih aktif, audiens makin banyak, pengikut terus meningkat, dan semangat terus menyala.

Sekarang saya fokus menjadi creator di kategori fashion di dua platform: Instagram dan Shopee Video

Q: Apa tantangan yang dihadapi dalam membangun audiens di media sosial dan bagaimana mengatasinya?

A: Ide konten dan persaingan.

Tantangan terberat dalam membangun audiens di media sosial adalah ketika kehabisan ide konten, dan ketika harus bersaing dengan para creator yang sudah jadi suhu. Namun, saya mengatasinya dengan cara mencari referensi dari creator lain atau meminta saran dari orang-orang sekitar seperti teman-teman dan keluarga.

Karena sangat tidak mungkin untuk bersaing dengan para creator yang sudah senior dan lebih dulu, maka saya fokus ke akun sendiri dan membangun personal branding sendiri sehingga saya bisa tetap terlihat tanpa harus bersaing secara langsung. Intinya memang kita harus punya sesuatu yang unik sehingga bisa terlihat berbeda dari yang lain.

Q: Punya cara atau strategi khusus untuk membuat audiens tetap terlibat?

A: Pastinya, saya selalu berusaha untuk menanggapi tiap komentar yang masuk.

Q: Punya cerita unik saat berkolaborasi dengan brand?

A: Sebenarnya lebih ke bikin speechless, sih, alih-alih unik.

Awal terjun sebagai content creator kategori fashion, saya kolaborasi dengan salah satu brand. Setelah posting ke media sosial, mereka tiba-tiba minta insights postingannya. Namun saya sadar kalau engagement-nya sangat kecil.

Ternyata, setelah kirim insights, mereka malah ingin kirim produk lagi. Saya jadi terharu dan merasa perjalanan saya menjadi creator benar-benar di-support oleh brand.

Q: Menurutmu, bagaimana pengaruh media sosial terhadap lingkungan masyarakat saat ini, dan bagaimana tanggung jawab sebagai influencer dalam menyampaikan pesan/informasi kepada audiens?

A: Yang pasti besar banget. Apalagi ini adalah era di mana orang-orang bisa melakukan apa saja di media sosial.

Sebagai influencer, kita harus memberikan informasi yang benar-benar bermanfaat buat orang banyak. Kenapa? Karena kita dilihat orang banyak, jadi usahakan sebar hal positif sebisa mungkin. Misalnya ketika mempromosikan produk, pastikan informasi kegunaan produknya benar.

Q: Apa tantangan terberat yang pernah dihadapi sebagai influencer?

A: Membangun personal branding.

Saya pernah menolak mempromosikan produk yang harganya lumayan hanya karena persoalan personal branding.

Selain itu, sebagai content creator pasti kita merasakan jenuh, capek, dan sebagainya. Namanya bekerja pasti tak setiap hari mood bagus, ada-ada saja masalahnya. Tapi saya sendiri akan banyak-banyak istirahat kalau sudah sampai pada titik itu. Tidak pernah memaksakan untuk tetap membuat konten ketika capek karena pasti hasilnya tidak akan bagus.

Q: Pernah mendapat kritik sebagai influencer? Bagaimana mengatasinya?

A: Kadang ada brand yang minta posting videonya buru-buru, atau ngasih brief " di luar nurul", dan karena sudah telanjur tanda tangan kontrak, mau tidak mau harus dijalani dengan profesional kalau dikritik sana-sini oleh brandnya.

Namun, ini jadi pelajaran juga agar sebelum kerja sama kita juga punya batasan-batasan yang harus dimengerti oleh brand, misalnya waktu posting atau model konten.

Q: Siapa influencer yang menjadi inspirasi?

A: Influencer yang sangat menginspirasi saya adalah Fiersa Besari dan Mutiara Ari Fitriana.

Q: Apa gol yang ingin dicapai sebagai influencer di masa depan?

A: Ingin jadi content creator yang makin dikenal, dan ketika menyebut nama Man Muhammad, saya pengin orang langsung mengasosiasikan saya sebagai content creator dengan menyebutkan hal yang spesifik—sebagai implikasi dari personal branding yang saya bangun sejauh ini.

Man Muhammad = Creator A. Begitu kurang lebihnya.

Q: Punya rekomendasi akun atau komunitas yang direkomendasikan buat yang baru terjun ke dunia influencer?

A: Wajib banget follow akun StarNgage Indonesia di media sosial, dan gabung grup StarSquad by StarNgage karena kita bisa sharing tentang tips dan trik membuat konten, memaksimalkan platform, dan saling mengenal creator dari berbagai latar belakang dan kategori.

Q: Pesan apa yang ingin disampaikan kepada pengikutmu yang kemungkinan akan membaca ini?

A: Apa yang kalian baca tak ada yang dilebih-lebihkan, tak ada yang dikurang-kurangi. Semoga kalian senang membacanya.

Saya harap kalian selalu bersyukur dengan apa yang sudah dicapai, selalu merasa haus akan ilmu seperti saya, dan terus belajar untuk berkembang menjadi lebih baik.

Semangat untuk kita semua, jangan lupa terus berkarya, semoga kita bisa sukses dan jangan lupa selalu berbuat baik!

Dan satu lagi: jangan pernah ukur kesuksesan kita dengan orang lain, karena jalan hidup kita berbeda-beda.

Ikuti Man Muhammad di media sosial untuk tau selengkapnya tentang dirinya.

StarNgage: man.muhammad | Instagram: @man.muhammad | Threads: @man.muhammad | YouTube: MANMUH | Shopee Video: manmuh_

 

Firmansyah
Firmansyah

Firmansyah adalah Content Writer dan Community Manager di StarNgage Indonesia. Ia menulis seputar digital marketing dan membantu menghubungkan brand dengan kreator dari berbagai kategori dan jumlah pengikut. Saat ini sedang membangun Artifisial sebagai launchpad untuk AI startups di Indonesia. Sapa Firmansyah di firmansyah@starngage.com