TikTok telah menjadi fenomena di seluruh dunia sejak beberapa tahun terakhir, termasuk di Indonesia. Tak tanggung-tanggung, meski dilarang di beberapa negara, TikTok masih tetap merajai pasar hari ini dengan mengantongi lebih dari 2,5 miliar pengguna yang tersebar di lebih dari 150 negara di dunia.
Dengan lebih dari satu miliar pengguna aktif harian, TikTok menjadi salah satu platform media sosial paling aktif di dunia saat ini. Sementara itu, di Indonesia sendiri terdapat sekitar 110 juta pengguna TikTok dengan lebih dari 22 juta pengguna aktif. Angka-angka ini sangat berbanding lurus dengan revenue yang dihasilkan oleh TikTok itu sendiri.
Dalam laporan rilisan WARC yang dikutip dari Branding in Asia, revenue TikTok diproyeksikan akan akan meningkat hingga 51,7% atau akan mencapai angka 15,2 miliar dolar pada 2023.
Di Indonesia sendiri, saat ini terdapat lebih dari 180 ribu akun brand dan creator yang melakukan live streaming secara aktif dan terjadwal di TikTok, dengan total penghasilan yang luar biasa besar—mampu melampau satu juta dolar.
Salah satu kreator Indonesia yang terkenal di TikTok dengan penghasilan selangit adalah Kohcun. Kohcun adalah seorang content creator dan video maker yang sering melakukan live streaming di TikTok, dan sudah menghasilkan lebih dari satu juta dolar di sana.
Lantas, bagaimana cara menjadi creator dan brand yang sukses di TikTok seperti Kohcun? Berikut 10 hal penting yang perlu diperhatikan oleh creator:
#1 Akun wajib terdaftar sebagai affiliator
Untuk bisa melakukan live streaming di TikTok, akun creator sudah harus terdaftar sebagai affiliate di TikTok, dan sudah terdaftar di TikTok Shop untuk akun Brand. Hal ini wajib bagi creator agar bisa mendapatkan komisi dari setiap penjualan yang dihasilkan saat live streaming. Adapun komisi yang bisa didapatkan oleh creator bervariasi, tergantung kategori produk dan promo yang sedang berlangsung. Namun, komisi yang diberikan TikTok lewat live streaming relatif lebih besar bila dibandingkan dengan platform sejenis.
Satu hal lain yang jadi nilai plus bagi TikTok adalah, platform TikTok terlampau besar dari sisi pengguna sehingga peluang brand dan creator mendapatkan penjualan dan komisi yang banyak juga jauh lebih besar.
#2 Siapkan Peralatan yang Mumpuni
Memang, tidak ada aturan khusus yang meminta creator yang akan melakukan live streaming untuk menyiapkan peralatan dan set layaknya live streamer profesional yang berasal dari industri. Namun, peralatan yang mumpuni akan menghasilkan hasil live yang lebih baik dan berpotensi mengundang penonton berkali-kali lebih banyak.
Peralatan dan set yang mumpuni akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, tetapi hasilnya akan sepadan. Peralatan dan set tidak akan jadi sempurna dalam semalam. Jadi, mulailah satu per satu.
#3 Punya jadwal live yang konsisten
Banyak creator bagus yang kehilangan penonton hanya karena jadwal live yang tidak teratur atau tidak terjadwal dengan baik. Creator yang baik akan mengumumkan kepada para penonton jadwal rutin mereka melakukan live streaming, lengkap dengan jamnya.
Dengan memiliki jadwal live streaming yang konsisten, audiens akan meluangkan waktu pada tanggal dan waktu yang telah ditentukan tersebut untuk menonton creator favorit mereka.
#5 Tampilkan produk dari kategori yang sama
Jika berpikir bahwa produk yang ditampilkan harus seacak mungkin agar bisa menggaet penonton dari berbagai kalangan, maka segera hentikan dan ubah cara pandang tersebut. Menargetkan semua orang sama dengan tidak menargetkan siapa-siapa. Jadi, lebih baik fokus pada satu kategori yang memang benar-benar dikuasai creator.
Menampilkan produk dari kategori elektronik saja, misalnya, akan mengundang penonton yang hanya tertarik dengan produk eletronik dan peluang mereka melakukan pembelian saat live streaming juga jauh lebih besar dibandingkan dengan ketika menampilkan banyak produk dari belasan kategori.
#6 Pilih kategori produk dengan penjualan terbaik
Jika ingin sukses mendapatkan penjualan dan penghasilan yang besar dari melakukan live streaming di TikTok, maka cukup penting untuk menampilkan produk dengan penjualan terbaik saja saat live. Dengan menampilkan produk yang memang sedang tren atau digemari oleh orang-orang, maka peluang produk-produk tersebut terjual saat live juga lebih besar.
#6 Kuasai produk yang ditampilkan
Memilih kategori produk yang sama dan dengan penjualan terbaik tak lantas menjamin produk yang dibawakan sudah pasti habis terjual. Produk yang dijual harus dikuasai. Sebab, penonton akan melihat creator sebagai penjual yang menjelaskan produknya sebelum memutuskan untuk membeli. Jika penjelasan produk tidak meyakinkan, besar kemungkinan penonton akan melewatkannya begitu saja.
#7 Terus latih kemampuan public speaking
Para creator di TikTok menjual lewat ucapan, sehingga sangat penting untuk terus mengasah kemampuan public speaking. Pada awalnya mungkin akan terbata-bata karena grogi atau tidak percaya diri. Namun, dengan jam terbang yang makin banyak, creator akan terbiasa menghadapi penonton—termasuk ketika penonton melakukan komplain.
#8 Adakan kuis atau giveaway
Cara ini bisa dilakukan oleh creator dan juga brand untuk menarik minat penonton baru, dan mengikat penonton setia untuk terus menonton kapan pun creator atau brand sedang melakukan live streaming. Giveaway dan kuis juga bisa meningkatkan jumlah pengikut.
Sebagai contoh, YouTube Creator dari Yogyakarta, DK ID dulunya sering mengadakan giveaway di tiap videonya, yang pengumumannya akan disampaikan pada video selanjutnya. Cara ini membuat orang-orang terus menunggu video selanjutnya plus menantikan giveaway berikutnya. Cara yang sama dapat diaplikasikan di TikTok milik brand maupun creator.
#9 Tetap berinteraksi dengan penonton
Interaksi dengan penonton adalah hal wajib ketika melakukan live streaming di TikTok. Dengan melakukan interaksi dua arah, para penonton akan merasa dihargai. Hal ini akan menjadi nilai tambah bagi creator dilihat dari sudut pandang penonton.
#10 Tetap manfaatkan promo menarik
Promo-promo di TikTok tidak akan ada habisnya. Mulai dari promo gratis ongkir hingga promo potongan harga, semua ada di TikTok. Dengan terus menginformasikan soal promo ke penonton (selain kuis dan gievaway, jika ada) akan mampu menjadi pemicu untuk segera membeli produk saat live streaming.
Biasanya, promo atau voucher hanya bisa digunakan saat live streaming, atau promo live streaming lebih besar dibanding promo tanpa live streaming. Jadi, creator bisa meyakinkan para penonton agar belanja selama periode live streaming saja.
Kesimpulan
Untuk menjadi creator dan brand sukses di TikTok membutuhkan waktu, tenaga, dan konsistensi. Tak semua creator mau melewati proses yang panjang dan melelahkan ini. Namun, jika sudah ada banyak creator yang membuktikan bisa sukses di TikTok melalui live streaming, tentu siapa pun juga bisa. Mau memulai sekarang?






