Influencer Interview: Sefa Yulanda

19 مارس 2024Updated: 19 مارس 2024
Influencer Interview: Sefa Yulanda

Menjadi influencer tak lantas membuat kita melupakan kewajiban lain. Banyak influencer yang juga memiliki pekerjaan utama atau kesibukan lain seperti menjadi ibu rumah tangga, mengurus keluarga dan anak, atau bahkan mengurus usaha yang sudah dibangun lama. Masalah prioritas dan manajemen waktu bisa jadi salah satu kunci keberhasilan dalam menjalani kesibukan-kesibukan.

Sama seperti dengan yang dilakukan Sefa Yulanda, salah satu influencer yang kini gemar memberikan konten-konten seputar parenting di tengah kesibukannya yang lain. Simak wawancara kami dengan dia berikut ini:

Q: Kapan dan bagaimana awalnya bisa terjun ke dunia influencer?

A: Awal terjun ke dunia influencer tahun 2016, dimulai dengan posting kegiatan anak pertama lalu berlanjut gabung ke komunitas-komunitas dan kelas-kelas tentang parenting. Dari situ juga saya mulai mengenal blog yang banyak menuangkan informasi lebih detail lagi.

Q: Apa tantangan yang dihadapi dalam membangun audiens di media sosial?

A: Tantangan utamanya adalah ketika makin banyak influencer baru bermunculan, apalagi ketika berbagai e-commerce lagi on banget dengan program affiliate sehingga siapa pun sekarang bisa jadi influencer.

Q: Punya cara atau strategi khusus untuk membuat audiens tetap terlibat?

A: Konsisten.

Saat ini strategi saya adalah konsisten memberikan postingan yang bermanfaat dan selalu menghadirkan nuansa baru dalam tiap postingan. Kalau bisa fokus pada satu niche pasti akan lebih bagus lagi.

Q: Punya cerita unik saat berkolaborasi dengan brand?

A: Mungkin lebih ke pengalaman saja. Ketika pertama kali kerja sama dengan brand, itu rasanya percaya diri makin meningkat. Apalagi ketika brand sudah punya trust kepada kita, itu rasanya benar-benar membuat kerja jadi fun.

Q: Menurutmu, bagaimana pengaruh media sosial terhadap lingkungan masyarakat saat ini, dan bagaimana tanggung jawab sebagai influencer dalam menyampaikan pesan/informasi kepada audiens?

A: Teknologi yang kian canggih saat ini memang membuat masyarakat tak bisa lepas dari dunia maya. Semua orang bisa mengakses informasi yang dibutuhkan dengan terlalu mudah. Akibatnya, kadang kita jadi tak bisa membedakan antara hoaks atau fakta. Karena itu, sebagai influencer kita harus bijak dalam menyebarkan informasi kepada audiens di luar sana.

Q: Apa tantangan terberat yang pernah dihadapi sebagai influencer?

A: Sebagai seorang ibu yang memiliki tiga anak, burnout itu sudah pasti. Apalagi kalau kita tidak me-manage waktu dengan baik, bakal kejar-kejaran terus dengan waktu sehingga mudah lelah dan jadi mood swing.

Saya biasa mengatasi hal ini dengan mengerjakan aktivitas sebagai influencer malam-malam saat anak-anak tidur, atau pagi saat rumah sepi agar banyak inspirasi perihal konsep yang akan dikerjakan pada tiap produk yang menunggu untuk di-review.

Q: Pernah mendapat kritik sebagai influencer? Bagaimana mengatasinya?

A: Kalau dari media sosial belum pernah, tapi kalau dari blog pernah. Saat itu hanya dikritik mengenai penulisan informasi yang keliru akibat dari sumber informasi utamanya yang sudah salah dari awal. Jadi saya perbaiki dengan mencari informasi yang lebih akurat dan tepercaya.

Q: Siapa influencer yang menjadi inspirasi?

A: Hamidah Rachmayanti

Q: Apa gol yang ingin dicapai sebagai influencer di masa depan?

A: Saat ini saya melihat marketplace dan e-commerce peluangnya besar sekali. Mereka bekerja sama dengan para artis maupun influencer untuk menjual produk di berbagai platform. Saya jadi punya cita-cita untuk punya agency atau aplikasi yang bisa menjadi wadah bagi influencer dan para selebriti untuk bekerja sama dengan para brand.

Q: Punya pengalaman tentang penggunaan teknologi AI dalam influencer marketing?

A: Selama ini saya tertarik dengan AI, tapi kalau dikaitkan dengan influencer marketing rasanya belum terlalu "klik" untuk hasilnya.

Q: Pesan apa yang ingin disampaikan kepada pengikutmu yang kemungkinan akan membaca ini?

A: Untuk kalian yang baru di media sosial, perbanyak belajar dari tiap postingan orang lain, tetapi jangan menjiplak. Jadilah diri sendiri, kembangkan potensi dan temukan passion agar apa yang dikerjakan benar-benar dari hati, bukan karena ingin pansos semata.

Media sosial itu sedalam lautan seluas angkasa, jadi gunakan dengan baik, tapi jangan lupa untuk tetap menjaga privasi karena kejahatan di media sosial juga sangat berbahaya.

Ikuti Sefa Yulanda di media sosial untuk tau selengkapnya tentang dirinya.

StarNgage: Burasweet | Instagram @burasweet | TikTok @sefayulanda | Blog Sefa Yulanda

Firmansyah
Firmansyah

Firmansyah adalah Content Writer dan Community Manager di StarNgage Indonesia. Ia menulis seputar digital marketing dan membantu menghubungkan brand dengan kreator dari berbagai kategori dan jumlah pengikut. Saat ini sedang membangun Artifisial sebagai launchpad untuk AI startups di Indonesia. Sapa Firmansyah di firmansyah@starngage.com