Chand_rahmadi's Instagram Audience Analytics and Demographics

@chand_rahmadi

Indonesia

Part of @supportasmat
han▓▓▓▓▓@gmail.com
Kampoengdjawa 2
Indonesia

Business Category

-

StarNgage Profile

Free Promotion Count

0

Paid Campaign Count

0

Get Our Influencer Rate Card Today!

A brand new way for you to compare the rates of influencers across the world.

Learn More

PROFILE OVERVIEW OF CHAND_RAHMADI

Average engagement rate on the posts is around 16.70%. The average number of likes per post is 350 and the average number of comments is 12.

68% of the followers that engaged with chand_rahmadi regularly are from Indonesia, followed by United States at 8% and Armenia at 8%. In summary, the top 5 countries of chand_rahmadi's posts engager are coming from Indonesia, United States, Armenia, Philippines, Finland.

Chand_rahmadi loves posting about Film, Music & Books, Architecture.

Check chand_rahmadi's audience demography. This analytics report shows chand_rahmadi's audience demographic percentage for key statistic like number of followers, average engagement rate, topic of interests, top-5 countries, core gender and so forth.

Followers
2,172
Avg Likes
350
Avg Comments
12
Posts
171
Global Rank
-
Country Rank
-
Category Rank
-

GENDER OF ENGAGERS FOR CHAND_RAHMADI

Female
0 %
Male
0 %

AUDIENCE COUNTRIES OF CHAND_RAHMADI

  • Indonesia 68 %
  • United States 8 %
  • Armenia 8 %
  • Philippines 4 %
  • Finland 4 %

RECENT POSTS

437 5

Dimasa kini pandemi covid 19 melanda disluruh antero jagat raya Seraya menantang, mencipta garda terdepan untuk berperang melawan berkorban diri meninggalkan keluarga inti demi keluarga besar NKRI Sumpah dan janji profesi telah terpatri dalam diri membut arti dimasa pandemi Pajuang masi kini Dirgahayu Indonesiaku , 75 Tahun Indonesia maju #hutri75 #17agustus #tenagakesehatan #wismaatletkemayoran #indonesia

494 8

Mei 2020 adalah bulan dimana saya purna dari pengabdian 2 tahun saya di Tanah Papua, tak pernah menyangka bisa bertugas jauh ke ujung nusantara, adalah hal yang sangat berarti bagi saya bisa bertugas ke pelosok negeri atas amanat mentri untuk mengabdi. Tiba usai mengabdi, Purna dan pulang membawa cerita, cita dan cinta. Begitupun pengalaman kerja terkhusus pengalaman hidup yang lebih berarti. Berjuta kata & berpuluh foto dalam instagram ini adalah sedikit gambaran wujud rasa syukur saya dalam merajut asa. Berjuta kisah tak mampu mengambarkan betapa bersyukurnya saya diberikan kesempatan istimewa ini. Selembar kertas dalam bingkai tertulis ucapan terima kasih oleh bapak mentri kesehatan Terawan Agus Putranto, selembar kertas yang membuat saya bertanya tanya, apakah hal ini layak saya terima setelah diberikan semua kesempatan istimewa ini ?. Selayaknya saya lah yang mengucap terima kasih atas semua hal ini. Dalam bathin yang paling dalam, Dengan hati yang tulus pasca mengabdi, saya mengucap terima kasih kepada Ibu Menkes Nila F Moeloek saat itu dan Bapak Menkes Terawan Agus Putranto saat ini. Terimakasih atas kesempatan yang diberi untuk saya mengabdi di pelosok negeri. #kemenkenkesri #nusantarasehat antarasehat #menkes

530 5

Senyum bahagia terpancar dari wajah kami di penghujung purna bakti kami, Masi teringat jelas raut wajah lamunan menatap kehidupan baru, gejolak hati menggebu menyambut tugas yang akan menjadi pengalaman baru , masi hangat pula peluk haru keluarga dan sahabat melepas bungsu ke tanah pengabadian 2 tahun lalu. 5 Juni 2018, kali pertama saya terbang dengan pesawat capung memandangi hamparan sungai berkelok dekeliling hutan lebat alami dari balik jendela kecil pesawat perintis. Tak tampak jalan beton teraspal, gedung gedung tinggi berkaca, ataupun kendaran darat berjalan bak semut dari kejauahan. Hanya tampak sisa sisa gelombang dan suara mesin perahu meliuk bergolak memecah sungai coklat menjadi buih putih. sepi dan sunyi setibanya, rintik hujan di petang, bercerita tentang nasib hari ini sambil menyatap ubi menunggu hujan deras turun mengisi toren toren air penampung air hujan sumber air bersih satu satunnya, terlokalisir alami tanpa jaringan jauh dari pusat distrik dan kota. Situasi ini hadir memberikan pengalaman hidup yang berarti, ketakutan berbuah menjadi penakhlukan, pergumulan berubah menjadi rangkulan hangat masyarakat lokal. Bertahan hidup menjadi hal yg lebih sering saya pelajari untuk di alami pengalaman kerjapun begitu unik dan kaya terlampaui batas profesi karena minim nya tenaga kesehatan dan fasilitas penunjang kesehatan. Terlebih hidup 2 tahun bersama TIM dengan berbagai latarbelakang suku, karakter dan profesi, hidup berdampingan dalam satu atap memahami dan merawat satu sama lain seperti keluarga yang 'kan kembali mencari setelah konflik berakhir untuk mengerti satu sama lain menjadi teman abadi lebih dari 2 tahun mengabdi. Dalam Lembaran foto hitam putih ini saya melihat sebuah wawasan Nusantara. Palu, Biak, Riau, Bengkulu, Medan dan Jakarta. Ada Toraja, Manado, Jawa, Melayu, Batak dan Betawi. Sebuah arti kebhinekaan tunggal ika. 6 Pemuda dari penjuru nusantara menyatu indah dalam keragaman bingkai Nusantara Sehat. Dua Tahun di Timur Indonesia, merangkai asa di tanah Asmat Papua, Berbakti dengan hati untuk mengabdi kepada negeri, Memaknai hidup yang berarti. Tomor, Asmat, Papua 6 Juni 2018 - 30 Mei 2020 #nusantarasehat #asmat #papua

297 3

Kemarin Pagi itu stom kapal perintis dibunyikan pertanda akan ada kapal masuk ke wilayah kampung tempat saya bertugas, dari kejauhan kami memandangi kapal yang baru sampai di ujung tanjung, dengan seksama kmi memantau bentuk & muatan kapal, terlihat kapal pinisi dgn muatan logistik hendak melabuhkan kapalnya ke bibir pelabuhan kampung. Kapal dgn karakteristik tsb adalah kapal yang biasanya berasal dari Kab.Mimika, Kabupaten dengan angka kejadian Covid 19 tertinggi di Prov. Papua. Berdasarkan data tsb saya & TIM yang terdiri dari Petugas Kesehatan, TNI (Babinsa), & Driver Speedboat langsung bergerak cepat menyambangi kapal tsb dan menghentikannya sebelum bersandar di kampung. Speedboatpun merapat membuat Kapten dan ABK menatap kami. "Selamat pagi tolong kasi berenti kapal, kita dari Puskesmas dan TNI di Kampung ini ingin melakukan pemeriksaan" Ucap kami dari Speedboat kepada ABK yg berdiri di tepi kapal. Mungkin Mereka bertanya tanya dlm hati apa yang hendak Astronot itu lakukan di kapalnya. Pagi itu saya tidak merasa seperti Astronot, ataupun petugas Medis, sungguh pengalaman pagi itu membuat saya tertawa geli dibalik masker, saya merasa sperti sekelompok bajak laut dengan speedboat kecilnya yg nekat mengerjar kapal besar untuk merangsek masuk kedalam kapal. Dgn mngenakan baju hazmat lengkap dengan APD lainya saya didampingi Babinsa berpindah kekapal tsb, wawancarapun kami lakukan, dan benar sesuai dengan prediksi kami. Dengan peraturan yg berlaku di daerah kmi, kamipun melakukan pemeriksaan, penyuluhan, medisenvektan serta mengkarantina seluruh orang yg ada di kapal tsb untuk tetap tinggal didalam kapal sampai 14 hari kedepan. Jangkar kapalpun diturunkan mesin kapalpun dimatikan, pertanda mereka tunduk dengan aturan tsb. Mungkin mengecewakan untuk mitra kami kapal logistik pemenuh kebutuhan kami, terapung apung di tengah sungai selama 2 minggu, tanpa jaringan dan hiburan yang bermakna. Tetapi itu harus kami lakukan, untuk tujuan sederhan yaitu melindungi masyarakat kami dengan segenap tanggung jawab kami. Adapun tujuan lain pribadi saya, yaitu ingin memberikan yang terbaik untuk masyarakat kampung disisa purna pengabdian ini. #Nakes #Asmat #Covid19

359 15

Tepat kemarin sore menjelang malam bahan makanan pesanan kami telah datang melalui titipan tentangga yang baru kembali dari kabupaten.Opor ayam, kue nastar dan beberapa kue kering yang baru saja kami pelajari menjadi pilihan untuk kami masak malam hingga subuh tadi, dalam keterbatan bahan dan peralatan kami mencoba membuat makanan makanan khas lebaran itu, beraharap makanan makanan tsb bisa menjadi obat rindu di hari raya. Sudah 2 tahun saya & tim bertugas di pedalaman Asmat Papua, sudah 2 kali pula kami merayakan lebaran jauh dari keluarga. Rasa rindu kepada kampung halaman dan keluarga tercinta selalu hadir desetiap ramadhan dan memuncak pada hari raya Idul Fitri. Bulan ini adalah bulan terakhir kami mengabdi disini, kerinduan itupun seharusnya sudah bisa terobati dengan kepulangan purna tugas kami pada bulan ini. Surat tugas untuk kembali ke daerah masing masingpun sudah kami terima sebagai salah satu syarat kelayakan kami untuk terbang keluar Papua. Namun siapa sangka surat tugas yang kami anggap sakti itupun harus tunduk sementara waktu oleh otonomi daerah Papua yang memberlakuakan lockdown dan penutupan akses laut maupun udara untuk penumpang dari dan keluar Papua sampai 4 Juni 2020 nanti, imbasnya kami hanya bisa menyimpan surat tugas itu sambil menghela nafas dalam dalam dari ruang dada yang bergejolak rindu akan pulang. melalui sambungan telfon jauh dipelosok negeri kata mohon maaf lahir bathinpun kami ucapkan bergetar pagi ini, disertai haru mata berkaca-kaca yang pecah tak kala kuasa mengucap , "Ibu, Bapak, Maaf lebaran Tahun ini aku belum bisa pulang" #Asmat #Papua #Lebaran #Idulfitri #rindu #anakrantau

1,250 12

Melihat senyum bahagia mereka setelah menerima biskuit seperti dalam foto tsb adalah hal yang paling kami tunggu, tak pernah berubah respon mereka sejak 2 tahun lalu sejak setibanya saya dan Tim di Asmat. Moment ini tak pernah bosan kami lakukan setiap kali bertemu mereka dijalan, disungai atau dihutan, selama ini saya selalu menikmati moment bahagia dan mungkin haru ini. Hari itu saya tidak membagikan biskuit kepada mereka, alasanya adalah saya ingin mengabadikan moment yang sebentar lagi tak mudah saya lihat lagi. Telah 2 tahun lamanya, kini saya baru menyadari senyum mereka tak lama lagi sulit untuk saya lihat kembali, bulan ini menjadi bulan terkahir saya dan tim mengabdi di di tanah Papua. Moment indah di sisa sia waktu ini menjadi penting untuk diabadikan dan dikenang kelak berpisah nanti. Kini Hari yg telah direncakan itu telah tiba di ujung bulan nanti, rasanya senang, senang bisa memberikan pengabdian kepada sodara sodara di tanah Asmat ini, rasanya pun teramat sedih berpisah dengan mereka setelah sekian lama mengenal, belajar dan mencintai. Senang dan sedih itulah perasaan yg tengah saya jalani dipenghujung purna ini. Repost @supportasmat #Asmat #Papua #Supportasmat #literasi #rumahbelajar #kesehatan

PEOPLE ALSO VIEWED

Looking for the next influencer in Indonesia to work with?
Have you considered to work with the following influencers?

32.6K
-
2.10 %
Indonesia
6.7K
1K / post
16.80 %
Indonesia Photography, Technology, Celebrities
4.2K
862 / post
5.10 %
Indonesia Photography, Architecture, Nature & Outdoors, Travel
52.1K
-
2.60 %
Indonesia Singer, Music, Producers
2.3K
88 / post
5.50 %
Indonesia
69.4K
64 / post
-
Indonesia Technology, Cars & Motorcycles, Humor, Celebrities
1.2K
278 / post
0.24 %
Indonesia Art, Design
1.3K
117 / post
4.50 %
Indonesia Fashion, Celebrities, Hair & Beauty, Design
35.5K
-
-
Indonesia
735.1K
-
-
Indonesia
3.8K
156 / post
1.20 %
Indonesia Photography, Film, Music & Books, Technology, Travel
133.7K
-
0.20 %
Indonesia Riders, Motorcycle Racing, Motorcycle
9.2K
-
0.40 %
Indonesia Moms
9K
-
-
Indonesia
1.1K
180 / post
17.70 %
Indonesia Humor, Cars & Motorcycles, Film, Music & Books, Technology, Art