Cara Menghasilkan ROI Secara Masif lewat Instagram Stories

Pada tahun 2016, Instagram mengejutkan dunia dengan memperkenalkan fitur yang menyamai Snapchat yaitu Instagram Stories. Sejak diluncurkan, terjadi hal yang kontras pada kedua platform ini; pengguna Stories di Instagram semakin meroket sedangkan pengguna Snapchat cenderung stagnan. Kini Instagram mulai mengambil alih teritori yang sempat dipegang Snapchat secara perlahan-lahan.

Hampir semua pengguna Instagram sudah mencoba fitur Stories, entah itu untuk mempromosikan jualan atau mungkin membangun hubungan yang lebih intim ke para pengikutnya, tetapi sebenarnya Instagram Stories punya potensi yang lebih besar daripada itu…

Pada awal peluncurannya, Instagram Stories secara rahasia hanya memberikan akses kepada brand raksasa seperti Nike, AirBnB, Netfilx dan beberapa brand lainnya untuk mencoba fitur ini, kemudian baru diluncurkan secara global sekitar dua bulan setelahnya.

Iklan di Instagram Stories memberikan warna baru dalam cara yang unik untuk melibatkan pelanggan dan menjangkau target pasar yang baru. Di sini kita akan melihat bagaimana cara menggunakan Instagram Stories secara maksimal untuk melibatkan pelanggan lebih jauh dan menghasilkan ROI secara masif lewat platform tersebut.

Iklan Instagram Stories

Bagi mereka yang gemar mengikuti tren di media sosial, Instagram Stories adalah media 24-jam yang terus-menerus dan berulang-ulang setiap waktu, persis dengan Snapchat, dan mulai digemari seluruh dunia sejak tahun lalu.

Cara kerja Instagram Stories cukup sederhana, pengguna hanya perlu menekan profil yang muncul di bagian atas beranda mereka dan video atau gambar akan segera diputar dan tidak akan berhenti hingga semuanya selesai atau pengguna memutuskan untuk menghentikannya dengan cara menggesernya ke bawah. Iklan Instagram Stories muncul di antara Stories pengguna lain yang diikuti. Menariknya, konten iklan juga disesuaikan dengan akun-akun yang diikuti sehingga relevansi iklan Instagram Stories terlihat konsisten dan tidak mengganggu pengguna sama sekali. Iklan akan terdiri dari foto atau video singkat berdurasi 15 detik dan dapat digunakan untuk meningkatkan brand awareness atau menggiring penjualan pada situs web.

Ini adalah kali pertama Instagram memberikan kemampuan pada pengiklan untuk menampilkan iklan secara penuh dalam satu layar di dalam aplikasi yang berarti bahwa ada kesempatan besar untuk mengambil alih fokus pengguna secara penuh meskipun hanya sebentar saja.

Namun, tentu saja pengiklan harus membayar untuk melakukannya. Seperti halnya Stories dari pengguna lainnya, iklan pun bisa dilewati dengan mudah hanya dalam sekali ketukan. Jadi, tugas dari pengiklan berikutnya adalah membuat iklan yang unik, menarik, dan mampu menarik perhatian setelah Instagram memberikan wadahnya lewat pengguna aktif yang semakin hari semakin banyak dan hiperaktif.

Desain Iklan

Adalah hal penting untuk menarik perhatian penonton iklan dalam Instagram Stories secepat mungkin saat mereka mulai menonton. Untuk membuat kesan yang kuat dengan cepat, pengiklan harus menggunakan media berkualitas tinggi baik ketika mereka memilih foto atau video di dalam iklan.

Foto hanya bertahan selama 10 detik sedangkan video bertahan 5 detik lebih lama (15 detik). Iklan tidak akan terulang begitu selesai atau ketika pengguna memutuskan untuk melewatinya, karena itu penting bagi pengiklan membuat iklan yang mampu dipahami penonton pada 2 atau 3 detik pertama sehingga mereka rela menunggu hingga iklan selesai. Lebih dari itu, tindakan lanjutan berbekal informasi dari dalam iklan juga penting dalam memengaruhi penonton mengambil keputusan dan mencari tahu lebih lanjut.

Pengiklan harus mampu menarik perhatian pengguna dengan visual yang kuat, melibatkan mereka dengan pesan yang jelas, dan memacu mereka untuk segera mengambil keputusan atau tindakan.

Jika menggunakan media foto untuk iklan, pastikan gunakan foto dengan resolusi yang baik, terang dan jelas serta memperlihatkan brand dengan pesan singkat yang sederhana namun to the point. Pengguna harus tahu apa yang mereka lihat, siapa yang mereka lihat dan bagaimana itu dapat membantu mereka hingga mampu mengambil keputusan bahkan sebelum iklan tersebut selesai.

Facebook mengkonfirmasi bahwa pengiklan sebaiknya menggunakan media foto dengan resolusi 1080 x 1920 dengan aspek rasio 9:16.

Jika menggunakan video, pengiklan harus menyadari bahwa Instagram tidak akan mengizinkan untuk menggunakan copywriting penjualan, judul, atau teks semacamnya. Video yang baik adalah video yang 100% menjelaskan segalanya tanpa copywriting yang mengganggu. Tetapi sekali lagi, pastikan penonton tahu siapa yang mereka tonton dan apa yang iklan tersebut dapat lakukan untuk membantu mereka.

Dalam kasus video, sebaiknya iklan tersebut bersifat menghibur atau menciptakan rasa penasaran sehingga penonton rela menghabiskan waktunya untuk menonton video hingga selesai.

Maksimal video hanya bisa berdurasi 15 detik (tidak ada penyesuaian setelah diunggah) dan setidaknya memiliki resolusi 720p. Formatnya harus dalam format .MOV, .MP4, atau GIF dan berukuran di bawah 2.3GB. Jika terpaksa video dalam bentuk atau format lain, maka pengiklan harus mengonversinya hingga menemukan format yang sesuai dengan kriteria Instagram Stories.

Koneksikan Instagram ke Facebook Ads Manager

Hanya jika pengiklan belum pernah menjalankan iklan di Instagram sebelumnya, maka bagian ini harus menjadi hal yang pertama dilakukan sebelum bisa mulai membuat iklan. Jika sudah, bagian ini bisa dilewati saja.

Pertama, arahkan ke Facebook Business Page.

Kemudian klik Settings.

Dari sana, klik Instagram Ads.

Lalu klik tombol berwarna biru bertuliskan Add an Account.

Berikutnya masuk ke akun Instagram yang akan digunakan untuk beriklan dan lakukan konfirmasi. Jika akun Instagram yang digunakan telah muncul di dalam akun Facebook dengan status terhubung, maka pengiklan sudah bisa membuat iklan di Instagram Stories dan memulai bisnis.

Buat Iklan

Setelah desain dan akun siap, maka saatnya membuat iklan. Jika ingin lebih mudah, perlu diingat bahwa iklan untuk Instagram Stories juga bisa dibuat melalui Power Editor di Facebook Business, atau bisa juga melalui Facebook Ads Manager standar yang disediakan Facebook.

Untuk sebagian besar jenis iklan, membuat iklan untuk Instagram Stories sama halnya dengan iklan Facebook lainnya.

Langkah 1: Setelah berada di Ad Manager maka mulailah dengan mengeklik Create Ad.

Langkah 2: Kemudian, pilih tujuan pembuatan iklan (apa yang ingin dicapai). Saat ini ada 5 pilihan dasar yang dapat dipilih terkait iklan di Instagram Stories: Jangkauan, Trafik, Penayangan Video, Konversi, dan Pemasangan Aplikasi.

Langkah 3: Beri nama pada iklan.

Langkah 4: Siapkan parameter tujuan iklan. Bagian ini akan berbeda tergantung pada pilihan di langkah kedua. Tetapi semuanya cukup jelas.

Langkah 5: Tentukan audiens tertarget. Sama seperti iklan di Facebook, pengiklan memiliki kebebasan untuk menentukan target iklannya menjadi lebih dan sangat spesifik untuk meningkatkan relevansi sehingga iklan yang dibuat tidak hanya sekadar dilihat.

Langkah 6: Geser ke bawah dan pilih Edit Placement.

Langkah 7: Pilih Instagram Stories.

Catatan: Begitu memilih Instagram Stories, pilihan lainnya akan nonaktif. Ini artinya format iklan untuk Instagram Stories berbeda dengan lainnya.

Langkah 8: Atur anggaran dan jadwal pos.

Langkah 9: Pilih halaman representasi iklan. Pilih akun di mana iklan akan ditampilkan, gunakan akun brand jika beriklan menggunakan brand dan gunakan akun personal jika beriklan untuk kepentingan personal saja. Ingat: kekuatan akun brand dan personal tidak bisa disejajarkan.

Langkah 10: Pilih format iklan. Instagram membebaskan pengiklan memilih foto atau video untuk beriklan dengan syarat seperti yang telah dijelaskan di atas.

Langkah 11: Unggah. Jika memilih video, maka atur juga thumbnail-nya.

Langkah 12: Setelah selesai pengiklan akan diberi pilihan bagaimana melacak hasil iklan.

Langkah 13: Tentukan CTA (Call to Action)

Bagian ini cukup penting untuk menentukan langkah yang akan diambil oleh penonton iklan berikutnya, dan di mana mereka akan berakhir. Setelah semua siap, tinjau kembali iklan tersebut untuk memastikan semuanya baik saja dan segera setelah iklan disetujui, maka akan muncul di Instagram Stories.

Bagaimana Iklan di Instagram Stories Bekerja untuk Menghasilkan ROI

Mendorong Product dan Brand Awareness

Jika ingin meluncurkan produk baru atau memperkenalkan brand yang baru, maka menggunakan Instagram Stories untuk beriklan adalah pilihan yang tepat sebab Stories memiliki pengguna yang lebih banyak dan hiperaktif dari platform mana pun yang sejenis.

Mengumumkan Penjualan atau Event Khusus

Tidak perlu repot lagi mengeluarkan dana lebih untuk mengumumkan event atau segala hal lain terkait penjualan seperti diskon, peluncuran, atau produk baru sebab penonton iklan bisa langsung mengetahuinya dengan menekan tombol CTA (Call to Action) dan akan langsung dibawa ke situs web berisi segala informasi yang mereka butuhkan.

Mulai Percakapan Publik

Sebenarnya ini adalah cara lama, tetapi menjadi semakin menarik dan digemari jika menggunakan media yang unik. Seperti halnya melempar pertanyaan kepada publik dengan memanfaatkan fitur “Polling” atau membuat hal lain semacamnya. Segala hal bisa dibuat sekreatif mungkin untuk membuat pengikut berinteraksi dengan brand dan menunjukkan bahwa brand yang mereka ikuti tersebut bukanlah sekadar robot.

Mulai Percakapan Personal

Nah, ini adalah bagian yang paling menarik dari sebuah iklan. Biasanya brand menggunakan influencer untuk memulai percakapan publik dan pertanyaan yang diajukan oleh penonton seputar brand akan dijawab dengan cara diwakili oleh influencer.

Lalu, apa manfaat yang didapatkan brand sebagai umpan balik? Tentu saja brand bisa mendapatkan data dari penonton untuk kemudian digunakan oleh divisi marketing, meningkatkan brand awareness dengan harapan akan berakhir dengan penjualan. Relevansi influencer juga sangat menentukan tingkat keberhasilan.

Tunjukkan Prestasi

Tak kenal maka tak sayang. Tunjukkan apa yang sudah dicapai sebuah brand dan biarkan penonton tahu agar mereka semakin percaya dan menyukai brand tersebut. Tunjukkan melalui video (bisa juga lewat iklan, dalam kasus brand awareness) bagaimana brand memiliki pengaruh positif di bidangnya.

Target Ulang Pelanggan

Perilaku pelanggan bisa dilihat dari hasil iklan lewat Power Editor. Bagian ini bisa jadi acuan untuk iklan selanjutnya yang lebih efektif. Target ulang ini sekaligus menjadi jalan untuk meningkatkan ROI secara masif dan terus-menerus.

Format iklan baru di Instagram Stories ini adalah cara baru melibatkan brand dengan calon pelanggannya secara langsung, dilengkapi dengan data yang lengkap yang dimiliki Facebook. Keduanya, Facebook dan Instagram berada di platform yang sama dengan penggunaan yang juga sama mudahnya sehingga hasilnya akan lebih maksimal dengan penggunaan yang lebih sederhana.

 

Give your Opinions

Simple Share Buttons