Anatomi Postingan Instagram

Satu hal dari Instagram adalah bahwa platform tersebut benar-benar memaksa pengguna untuk memaksimalkan segala hal terkait visual. Dampaknya mengacu pada dua hal, pertama: orang-orang cenderung menjadi lebih visual dan kedua: skor IQ berbasis visual meningkat, sementara yang berbasis verbal semakin menurun.

Hal kedua, orang memproses informasi visual dengan lebih efisien jika dibandingkan dengan jenis informasi lainnya.

Menurut Thompson-Reuters, orang-orang lebih cepat tanggap dalam memahami, menyimpan, dan mengingat kembali informasi ketika disajikan dalam format visual daripada sekadar tulisan biasa.

Manfaat besar lainnya dari Instagram sebagai bagian dari strategi pemasaran konten adalah memungkinkan pengguna untuk mencapai demografi yang spesifik atau benar-benar diinginkan. Menurut Pew Research Center, 28 persen pengguna berusia dewasa di Amerika Serikat menggunakan Instagram pada April 2016. Dari data tersebut juga terungkap, sebagian besarnya berusia antara 18 hingga 49 tahun dan memiliki pendapatan lebih dari 700 juta rupiah.

Dan satu hal terakhir, menggunakan Instagram untuk pemasaran konten membuat orang-orang di platform tersebut lebih mudah menerima pesan dari brand. Data menyebutkan, lebih dari separuh pengguna Instagram mengikuti setidaknya satu akun brand, dan sekitar 60 persen mengatakan bahwa mereka belajar tentang sebuah brand melalui Instagram. Lebih penting lagi bagi pemasar dalam mengawasi ROI (return on investment) mereka, tiga per empat pengguna Instagram memutuskan untuk mengambil tindakan setelah melihat sebuah postingan yang menginspirasi dari akun brand yang mereka ikuti.

Lalu, bagaimakah membuat sebuah pos di Instagram menjadi bernilai lebih untuk para pengikut? Berikut adalah anatomi postingan di Instagram yang menambah nilai dan mendorong konversi juga ROI untuk brand.

#1 Konten Pos

Konten adalah raja, sekalipun itu adalah konten berformat visual. Tidak peduli Anda mem-posting konten berupa foto, video, ataupun jenis grafik lainnya, Anda harus memastikan itu bersih, fokus, dan tentu saja menarik secara visual. Ukuran adalah kunci, jadi pastikan Anda membuat ukuran yang tepat sehingga tidak terlihat dipotong, atau terpotong.

#2 Caption

Foto atau video yang diunggah mungkin saja menjelaskan pesan brand yang ingin disampaikan, tetapi menambahkan caption setelah gambar akan memperkaya konteks dan detail dari konten tersebut. Waktu rata-rata pengguna memperhatikan pesan yang disampaikan dalam sebuah video adalah sekitar 8 detik, jadi Anda harus buru-buru menyampaikan pesan dari brand Anda sejak detik pertama. Intinya, harus langsung ke inti. Begitu pula dengan caption, membaca tulisan bertele-tele juga memperbesar kemungkinan mereka mengabaikan pesan Anda.

Anda dapat menggunakan emoji sebagai pengganti kata-kata, tetapi pastikan untuk menyertakan ajakan untuk bertindak untuk memastikan mereka tahu apa yang harus dilakukan setelah selesai melihat konten Anda.

#3 Hashtag

Sama halnya dengan yang terjadi di media sosial lain, hashtag memungkinkan orang lain untuk menemukan postingan Anda. Menggunakan hashtag hingga sukses membutuhkan sedikit sentuhan seni. Sebenarnya, Anda dapat menambahkan hingga 30 dalam satu pos, tetapi mungkin Anda tidak ingin melakukannya karena terlihat sedikit mengganggu bagi beberapa orang, dan, terlihat seperti tindakan putus asa.

Menggunakan segenggam hashtag (kurang dari lima) merupakan aturan praktis yang bisa dicontoh. Dengan begitu, Anda akan memiliki kecenderungan untuk memilih dan menggunakan hashtag yang paling relevan saja dengan konten Anda.

#4 Mention

Jika Anda merepos UGC (user-generated content) atau pos dari influencer, silakan lanjutkan tetapi jangan lupa untuk menyebutkan nama mereka di dalam postingan Anda. Jika mereka menghendaki, pos ini akan terlihat oleh pengikut mereka dan bukan tidak mungkin brand Anda mendapatkan lebih banyak pengikut karena hal itu.

#5 Geotag

Geotag mampu mengidentifikasi di mana lokasi foto atau video diambil. Jika pos Anda berada di lokasi yang menarik minat banyak orang, maka geotag termasuk salah satu alat untuk mempermudah orang-orang yang menelusuri menurut lokasi untuk menemukan postingan Anda.

Anda bisa membandingkan engagement sebuah pos yang memaksimalkan elemen-elemen di atas, dengan konten tanpa persiapan. Hasilnya jelas akan sangat jauh berbeda. Para pengguna Instagram setiap hari berselancar dan mencari hal-hal yang tidak terduga, jadi bersiaplah untuk itu!

Give your Opinions

Simple Share Buttons