Alasan Mengapa Instagram Stories Adalah Media Terbaik untuk Beriklan

Pada akhir 2016 lalu, Instagram mencatatkan rekor baru pada salah satu fiturnya yaitu Stories. Instagram Stories memecahkan rekor pengguna terbanyak dengan 150 juta pengguna aktif harian. Hanya setahun berselang, tepatnya di penghujung 2017 Instagram Stories menyentuh angka 250 juta pengguna aktif harian.

Instagram Stories

150 juta pengguna aktif harian pada akhir 2016

 

250 juta pengguna aktif harian pada akhir 2017.

Hal ini membuat Instagram memutuskan untuk memikirkan penggunaan iklan melalui fitur tersebut. Mereka telah melampaui catatan rekor Snapchat hingga hampir tiga kali lipat sehingga tidak heran jika banyak pemasar yang kini beralih ke Instagram Stories untuk promosi yang lebih efektif.

Hingga saat ini tercatat sudah lebih dari setengah juta pemasar dan pengiklan yang menggunakan Instagram (termasuk Instagram Stories dan feed Instagram) untuk mempromosikan brand dan juga produk dan layanan mereka. Faktor banyaknya pengguna aktif harian bukanlah satu-satunya alasan mengapa pemasar akhirnya memutuskan untuk menggunakan media Instagram untuk berpromosi, tetapi ada banyak faktor lain yang bisa jadi pertimbangan dan mungkin bisa juga Anda jadikan pertimbangan jika masih ragu. Yang pasti, tidak salah jika disebut bahwa Instagram saat ini adalah media terbaik untuk beriklan.

Berikut ini kami sajikan mengapa Instagram Stories saat ini adalah media terbaik untuk beriklan.

#1 Konten lebih padat dan langsung pada inti

Meskipun sama-sama mengusung konsep video (dan meskipun bisa juga berupa gambar dan gambar begerak seperti GIF) seperti YouTube, namun Instagram memilki banyak fitur dan kelebihan yang tidak dimiliki oleh YouTube. Sekalipun konten yang muncul di YouTube sama padatnya, namun fleksibilitas pengguna Instagram yang menggunakan media smartphone lebih menguntungkan Instagram dalam hal iklan dalam bentuk yang sama karena iklan yang ditampilkan akan langsung muncul pada satu layar penuh dengan beberapa fitur pilihan yang bisa dimodifikasi. Hal ini membuat pesan yang ingin disampaikan bisa sampai lebih cepat dan lebih baik sekalipun kepadatan konten di antara kedua platform tersebut sama saja.

Kata kunci: pesan dalam iklan tersampaikan dengan lebih baik lewat Instgram Stories.

#2 Hashtag dan lokasi pada iklan juga tampil di Explore

Menggunakan hashtag atau tagar dan juga lokasi pada postingan bersponsor adalah salah satu cara terbaik untuk meningkatkan impresi. Kebanyakan orang di Instagram mencari apa yang mereka butuhkan berdasarkan tagar dan lokasi, sementara postingan bersponsor akan muncul sebagai prioritas saat pengguna menggunakan fitur tersebut. Maka, produk atau layanan akan berpeluang dilihat lebih banyak dengan hashtag dan lokasi.

Peningkatan impresi pada akhirnya akan meningkatkan engagement hingga berakhir pada penjualan.

#3 Pengguna fitur Stories lebih banyak dan lebih aktif

Tidak sedikit pengguna Instagram yang postingan foto atau video terakhirnya sudah berbulan-bulan lalu—bisa jadi karena kehabisan stok foto untuk diunggah—tetapi mereka tetap mengunggah banyak hal lain melalui Instagram Stories dalam 24 jam terakhir. Kecenderungan ini menandakan bahwa pengguna sangat menyukai fitur Stories dan mereka lebih hiperaktif ketika influencer yang mereka ikuti melakukan update di sana, juga hal penting lain bahwa pengguna lebih mungkin berinteraksi secara lebih personal dengan influencer terkait.

Dengan 250 juta pengguna aktif harian, fitus Stories yang tentu saja sangat efektif untuk beriklan karena muncul di antara Stories dari pengguna lain yang diikuti sekalipun iklan tersebut berasal dari akun yang tidak diikuti. Sejatinya memang seperti itulah cara kerja sebuah iklan.

#4 Durasi lebih pendek (hanya 15 detik)

“Dua detik pertama dari sebuah video iklan adalah penentu iklan tersebut akan ditonton sampai akhir atau tidak”. Ungkapan ini mungkin berlaku pada video yang memiliki durasi lebih panjang. Tetapi, dengan durasi lebih singkat dengan pilihan menonton lebih lanjut di tempat yang sama akan membuat penonton “terpaksa” menonton hingga akhir barulah mereka akan memutuskan mencari lebih banyak terkait apa yang baru saja mereka tonton.

Durasi yang kepanjangan akan terkesan membuang-buang waktu meskipun bagus sebab video iklan tersebut muncul tanpa diharapkan. Tetapi durasi yang manusiawi akan membuat pengguna rela menunggu dan jika memang bagus, impresi akan berubah menjadi konversi. Hal ini juga bisa jadi pertimbangan dan penilaian untuk para pemasar dan brand menentukan jenis iklan yang disukai oleh pengikut mereka, atau dengan kata lain menunjukkan tingkat keefektifan iklan yang dibuat.

#5 Tidak memengaruhi feed Instagram

Bagi influencer atau Instagramer ataupun juga brand yang menggunakan tema yang senada satu sama lain jelas akan terganggu jika harus menggunakan akun mereka untuk mengepos sebuah iklan. Tentu saja cukup merepotkan karena mereka harus menyesuaikan template agar sama dengan foto-foto yang sudah ada. Masalahnya adalah, biasanya pengiklan hanya menyediakan satu template iklan (atau lebih dari satu tetapi tidak sesuai dengan feed milik influencer) sehingga keduanya harus memutar otak untuk menyesuaikannya kembali dan tentu saja membutuhkan waktu lebih lama lagi.

Bagi pemasar, waktu adalah segalanya.

Dengan beriklan menggunakan fitur Strories, kekhawatiran semacam itu tidak akan terjadi lagi. Feed Instagram tetap menunjukkan identitas influencer sementara postingan bersponsor tetap berjalan dengan baik.

#6 Terintegrasi dengan Facebook

Facebook sebagai “kakak” dari Instagram harus diakui masih jauh lebih unggul dalam hal apa pun, termasuk promosi. Raksasa media sosial itu memang memiliki pengguna aktif harian dan pengguna secara keseluruhan yang sangat besar. Tetapi di situ pulalah kelebihannya sebab Facebook dan Instagram dimiliki oleh satu orang yang sama; Mark Zuckerberg.

Facebook bisa diintegrasikan dengan Instagram yang akan menimbulkan potensi berlipat ganda. Impresi, konversi, penjualan, bahkan ROI bisa menjadi berlipat ganda jika mengintegrasikan Instagram dengan Facebook. Cara kerja algoritme Facebook juga hampir sama, kecuali pada bagian Explore.

#7 Punya fitur “Polling” untuk mengidentifikasi selera audiens

Fitur Polling di Instagram memang baru beberapa waktu lalu diluncurkan, tetapi sangat membantu. Mungkin tidak disadari tetapi fitur baru ini bisa digunakan oleh brand untuk mengidentifikasi konten apa yang lebih disukai oleh audiens mereka. Kelebihan lain dari fitur ini adalah pengiklan bisa melihat siapa yang menyukai dan tidak menyukai jenis konten mereka, apakah berasal dari daftar pengikut mereka atau dari sumber organik.

Tidak hanya brand, fitur Polling ini juga berguna bagi influencer sebagai acuan untuk membuat konten bersponsor mereka ke depannya. Beberapa klien membebaskan influencer untuk membuat kontennya sendiri dan beberapa influencer juga lebih memilih membuat kontennya sendiri demi menjaga autentisitas dan relevansi. Komunikasi dua arah pada tingkat ini memang sangat penting agar brand dan influencer sama-sama diuntungkan. Brand bisa memulai dengan memperkenalkan influencer yang digunakan (brand ambassador) melalui fitur Stories, dan sebaliknya influencer memberikan gambaran tentang brand yang akan bekerjasama dengannya. Keduanya, brand dan influencer, bisa menggunakan fitur mention untuk menghasilkan konversi dua arah.

Itulah alasan mengapa Instagram Stories adalah media terbaik untuk beriklan saat ini yang bisa jadi bahan pertimbangan bagi para pengiklan sebelum memutuskan untuk beriklan. Brand bisa memulai membuat iklannya sendiri atau menggunakan jasa influencer dengan pengikut lebih banyak dan lebih hiperaktif.

Di StarNgage, kami membantu brand menemukan influencer yang cocok untuk bisnis mereka sehingga mereka hanya tinggal memulai kampanya pertama mereka di Instagram. Selanjutnya adalah, mulai mempelajari cara mempercantik Instagram Stories agar iklan semakin menarik.

Give your Opinions

Simple Share Buttons