6 Langkah Tepat untuk Memulai Konten Marketing Instagram

Ada banyak sekali hal yang ditawarkan oleh Instagram kepada para pemasar digital dengan tujuan untuk meningkatkan brand awareness, konversi, hingga penjualan pada perusahaan.

Pada mulanya, Instagram hadir untuk pengguna smartphone berbasis iOS pada tahun 2010. Pada saat itu, Instagram didominasi oleh para pengguna perangkat iPhone dan dinominasikan sebagai App Store app of the year oleh Apple setelah 14 bulan sejak diluncurkan. Total, tercatat ada 14 juta pengguna perangkat berbasis iOS yang menggunakan Instagram sehingga pihak Instagram memutuskan untuk membuat aplikasi untuk para pengguna Android pada April 2012.

Segalanya benar-benar berubah pada saat itu. Dunia digital seakan memiliki kiblat yang baru. 5 tahun kemudian atau tepatnya pada April 2017 lalu, Instagram mengumumkan mereka telah mengumpulkan jumlah pengguna secara keseluruhan sebesar 700 juta pengguna dengan statistik yang mengungkap bahwa 400 juta pengguna di antaranya aktif melakukan aktivitas harian di Instagram. Dan hal yang lebih penting dari itu adalah, pertumbuhan pengguna tersebut bukannya menurun apalagi stagnan, namun semakin meningkat jumlahnya. Kasarnya, 100 juta pengguna pertama mereka diraih dalam waktu kurang lebih tiga tahun, tetapi dari angka 600 juta pengguna pada akhir tahun 2016 menuju 700 juta pengguna mampu mereka raih hanya dalam jangka waktu empat bulan!

Namun pencapain impresif nan menakjubkan tersebut tidak diraih oleh Instagram begitu saja. Instagram berkali-kali melakukan perubahan, mulai dari menambahkan fitur video singkat, perubahan logo, penyesuaian ukuran foto (tadinya hanya foto berbentuk kotak menjadi mungkin untuk foto landscape), hingga yang paling fenomenal yaitu fitur Stories.

Jika Anda atau brand Anda baru akan memulai membuat konten marketing di Instagram, maka berikut ini adalah 6 langkah tepat untuk memulai konten marketing Anda di Instagram.

#1 Miliki Tujuan

Langkah yang paling pertama sebelum memulai konten marketing di Instagram adalah kenali pasar dan buat tujuan, untuk apa Anda membuat akun Instagram tersebut. Umumnya, brand memasarkan konten mereka di media sosial untuk meningkatkan brand awareness, meningkatkan jumlah pengikut, atau untuk menaikkan konversi. Dengan menentukan tujuan akan membantu Anda untuk menentukan langkah yang akan diambil selanjutnya, jenis konten seperti apa yang akan dibuat, dan CTA jenis apa yang akan digunakan.

Kata kunci: tujuan harus spesifik untuk menarik calon pelanggan yang sudah pasti tertarik dengan brand atau produk.

#2 Tentukan Tema

Ketika kita berbicara tentang konten pemasaran di Instagram, maka konsistensi adalah kunci. Contoh sederhananya adalah di Instagram ada banyak sekali filter yang akan digunakan untuk menyelaraskan konten satu dengan konten yang lainnya. Jika pada konten pertama Anda menggunakan filter A lalu di lain konten menggunakan filter B lalu filter C D E pada konten lain, maka penampilan feed Anda akan terlihat berantakan. Menggunakan sepatu olahraga untuk jalan-jalan ke mal jelas bukan pilihan fesyen yang pas, dan kita semua mengerti maksudnya.

Untuk akun brand, Anda, misalnya, bisa memilih warna biru sebagai warna branding, jadi pada setiap konten yang Anda unggah ke Instagram, terdapat warna yang telah ditetapkan tersebut sebagai identitas. Orang-orang lebih mudah mengenali sesuatu yang konsisten daripada berubah-ubah tanpa tujuan yang pasti.

Bagian memilih tema ini adalah bagian yang paling krusial. Contoh tema atau warna yang konsisten untuk konten Instagram paling gampang ditemui pada akun-akun pembuat komik. Biasanya mereka memilih beberapa jenis tema, misalnya hitam-putih, berwarna gelap, atau berwarna dan mencolok. Tidak ada yang salah dengan semua tema itu sepanjang mereka konsisten.

#3 Pilih Jenis Konten

Sekalipun Anda sudah konsisten dalam hal pemilihan tema, filter, dan nada konten, sesekali Anda juga harus menggunakan jenis konten yang berbeda. Misalnya, sebuah foto diam mungkin menarik bagi sebagian pengikut Anda, tetapi sebagian lainnya lebih menyukai konten yang bergerak seperti video atau mungkin GIF. Itulah mengapa sering muncul gap antara jumlah pengikut dengan jumlah engagement. Mereka mungkin menyukai cerita atau hal yang Anda bagikan, tetapi tidak semua dari mereka yang mengikuti Anda akan menekan tombol-tombol di bawah gambar, beberapa dari mereka akan sekadar melihat dan melewatkannya.

Dengan melakukan mixing pada konten Anda, ini bisa menjadi cara baru untuk berkampanye tanpa mengeluarkan anggaran yang lebih besar dan Anda bisa mendapatkan umpan balik yang positif. Misalnya, ketika perusahaan baru saja meluncurkan produk baru, Anda dapat mengadakan kontes di Instagram yang sekaligus membuat orang-orang mempromosikan produk terbaru tersebut.

Anda bisa mengunggah bagian tersebut dan menghitung setiap pemberi likes untuk berkesempatan menjadi pemenang, atau Anda bisa meminta mereka untuk mengunggah foto atau video bersama produk terbaru tersebut dengan disertai hashtag dan memberikan hadiah yang lebih besar.

#4 Atur Jadwal

Sama seperti menyusun kalender editorial untuk blog, maka Anda juga pasti ingin melakukan hal yang sama untuk Instagram. Ada banyak tools di luar sana yang dapat digunakan untuk menjadwalkan konten-konten Instagram. Anda dapat membuat banyak pos, menjadwalkannya, dan menunggu sihir perangkat lunak tersebut bekerja untuk Anda. Atau, Anda bisa memilih untuk melakukan semua pekerjaan itu secara manual.

Yang menjadi fokus pada bagian ini bukanlah alat yang digunakan atau mengapa melakukannya secara manual. Tetapi yang terpenting adalah waktu pengeposan konten itu sendiri. Cari tahu kapan waktu terbaik untuk mengunggah konten agar hasilnya maksimal.

Algoritme Instagram telah banyak berubah, dan kini konten-konten yang diunggah muncul di feed orang-orang dengan cara yang misterius dan sulit diprediksi. Jadi, Anda harus tahu kapan para pengikut Anda benar-benar aktif, misalnya saat jam makan siang atau sepulang kerja. Dan lagi, jam makan siang yang dimaksud bukanlah jam makan siang di tempat Anda berada.

Selain itu, intensitas waktu posting Anda juga penting. Jika bisa, lakukan setiap hari paling tidak satu atau dua konten yang berkualitas. Hal tersebut lebih baik daripada 5-10 konten yang tidak terlalu diperlukan atas alasan kuantitas.

#5 Terhubung dengan Pengikut

Jika pengikut Anda bisa meluangkan waktu untuk terhubung dan berinteraksi, maka Anda juga harus melakukan sebaliknya. Jadi, menjadi aktif di Instagram bukan hanya berarti harus memosting konten tiap hari, tetapi dimaksudkan lebih dari itu. Tanggapi setiap komentar yang relevan, jawab pertanyaan, dan terhubunglah dengan saluran mereka juga.

#6 Audit dan Evaluasi

Bagian ini adalah yang paling vital. Anda tidak bisa sekadar memosting konten lalu meninggalkannya begitu saja. Luangkan waktu untuk melihat bagaimana hal-hal yang Anda bagikan menarik minat para pengikut. Jenis konten mana yang mengundang ketertarikan paling tinggi, jenis pos apa yang paling banyak disukai, atau ada berapa banyak yang benar-benar membaca tulisan dengan merespons setiap pertanyaan yang dilemparkan.

Jangan sampai pengikut Anda menginginkan gambar yang bercerita, tetapi Anda malah membagikan foto diam.

 

Give your Opinions

Simple Share Buttons