5 Tren Marketing Influencer Di 2018 Yang Pemasar Harus Tahu

Percaya atau tidak, sekarang kita sudah berada di kuarter terakhir 2017!

Ini adalah titik di mana banyak perusahaan mulai meninjau kembali rencana pemasaran dari para influencer mereka dan bersiap untuk menghadapi kemungkinan yang akan terjadi di tahun berikutnya. Mari kita tengok ramalan dari bola kristal dan cari tahu ke mana arah dan tujuan marketing influencer di 2018.

Agar tetap berada di arena permainan yang tepat, berikut adalah 5 tren marketing influencer yang harus diketahui perusahaan di 2018.

#1 Mengikutsertakan Marketing Influencer dalam Perjalanan Pelanggan

Influencer dapat dikelompokan ke dalam 3 kategori utama: mega-influencer, macro-influencer, dan micro-influencer.

Jika 2017 adalah tahunnya micro-influencer, maka 2018 akan menjadi tahun integrasi atau penggabungan. Permintaan akan perumusan strategi marketing influencer yang akan dijalin bersama antara mega-influencer, macro-influencer, dan micro-influencer akan meningkat sebagaimana penggabungan strategi estabilitas kata dari cuap-cuap yang menciptakan loyalitas, advokasi dan program rujukan. Semua itu akan menghasilkan strategi pengalaman pelanggan yang terintegrasi.

Tujuan marketing influencer adalah untuk membangun hubungan emosional antara brand dan pelanggan yang menjadi target mereka. Ini berarti membangun konten yang relevan dan menyentuh di sepanjang waktu eksplorasi pelanggan.

Dengan bergantung pada arah eksplorasi tersebut, seorang pemasar dapat berfokus pada usaha, influencer lain, saluran konten, dan strategi lainnya yang dapat digunakan.

Pengetahuan

Dalam meningkatkan pengetahuan di ruang media sosial, brand dapat bekerja lebih dekat dengan macro-influencer dan micro-influencer yang relevan dengan bisnis mereka. Pada tahap ini, influencer membuat konten yang inspiratif dengan cara story-telling untuk memperkenalkan produk atau fitur unik kepada pengikutnya. Secara instan hal ini akan meningkatkan citra brand dan menjaga afinitasnya tetap kuat di mata penggemar.

Ketertarikan

Pada tahap ini, influencer menjawab pertanyaan yang paling umum seputar produk dan layanan. Sering kali, ini berarti influencer mengambil prospek melalui serangkaian interaksi dengan memberikan konten yang menarik, edukatif, dan berharga. Namun, membuat konten yang bagus itu sulit. Menentukan jenis konten yang sesuai untuk perusahaan dan mempertimbangkan porsi keunikan masing-masing konten dari setiap influencer juga bukanlah hal yang mudah.

Keinginan

Dengan meningkatnya ketertarikan, perusahaan bisa mulai merencanakan penawaran atau promosi eksklusif untuk pengikut dan pelanggan influencer di media sosial. Ini dilakukan saat brand mampu menunjukkan bahwa apa yang mereka jual akan memuaskan hasrat dan kebutuhan lewat sebuah ulasan atau testimoni dan semacamnya. Penawaran yang tepat (dengan harga yang tepat), yang membuktikan kualitas sebuah produk atau layanan akan meningkatkan keinginan mereka untuk membeli.

Tindakan

Pada tahap ini, influencer mengarahkan pelanggan dengan benar untuk menyelesaikan proses pembelian atau melakukan evaluasi (diukur dalam unduhan, uji coba, demonstrasi, pertanyaan, pembelian, dll.). Setelah prospekan berubah menjadi klien yang membayar, maka hal tersebut membuktikan bahwa brand tersebut telah berhasil menggunakan saluran media sosialnya dengan tepat. Salah satu Returns of Investment (ROI) dalam pemasaran media sosial adalah mengonversi prospek menjadi penjualan. Namun, hal ini relatif menantang untuk mengukur seberapa banyak orang yang terkonversi menjadi pelanggan gara-gara influencer. Salah satu metode yang paling umum adalah dengan menggunakan “kode promo” dan melacak seberapa banyak konversi yang dihasilkan masing-masing influencer.

Pembelaan

Selain menitikberatkan pada Pengetahuan, Ketertarikan, Keinginan, dan Tindakan, hal yang membuat pelanggan merasa puas di antara seluruh rangkaian proses eksplorasinya adalah faktor utama yang membuat pelanggan menganjurkan sebuah brand. Dengan memanfaatkan media sosial, proses penjualan ini dapat diperluas hingga ke titik di mana pelanggan akhirnya menganjurkan produk Anda kepada orang lain. Ketika pelanggan terlibat secara aktif menyebarkan informasi ini, mereka menjadi ambassador yang mampu melanjutkan siklus penjualan brand secara otomatis.
Kekuatan kata yang disebarkan dari cuap-cuap tersebut sangatlah kuat. Semakin banyak dan semakin sering penyebaran tersebut dilakukan, semakin cepat mengurangi biaya akuisisi per pengguna lewat marketing influencer.

#2 Dari Kampanye Taktis ke Strategi Always-ON — Membangun Relasi dengan Influencer

Return of Relationship adalah nilai tambah untuk personal atau brand karena menjaga hubungan baik dari waktu ke waktu. Hal ini akan menunjukkan bahwa influencer benar terhadap brand, dan koneksi relasi ini akan berlanjut ke level konsumen. — TED RUBIN, Chief Marketing Officer, Brand Innovators.

Sebenarnya, marketing influencer sebagian besar telah dimanfaatkan dan menjadi bagian dari taktik kampanye. Untuk membawa marketing influencer dari taktikal ke level strategi ini, dibutuhkan sebuah program yang komprehensif dan Always-ON dengan landasan hubungan intrinsik antara brand-influencer dan berdiri sendiri serta memberikan nilai kepada kedua belah pihak secara konsisten.

Perjalanan pelanggan akan tetap “Always-ON” meskipun kampanye datang dan pergi silih berganti. Untuk mempercepat transformasi digital, Marketing Strategists harus mempelejari lebih banyak tentang bagaimana pelanggan membuat keputusan, siapa dan apa yang memengaruhinya, dan kenapa. Hubungan influencer, dimulai dari membangun hubungan dan menjaganya, menuju ke platform yang memungkinkan akurasi identifikasi dan manajemen influencer, akan membantu mendorong hubungan dengan influencer.

Melibatkan influencer yang sudah pernah menarik atensi target audiens seharusnya juga masuk ke dalam strategi Always-ON. Mempertahankan hubungan adalah suatu hal yang cukup rumit dan membutuhkan sesuatu yang lebih personal dan dinamis yang didasarkan pada siapa influencer tersebut, preferensi dan motivasi mereka.

Jadikan relasi dengan influencer sebagai prioritas. Jika terus-menerus melakukan cara yang sama untuk mendekati marketing influencer, bersiaplah untuk tertinggal, kehilangan kendali atas brand Anda, dan kehilangan kemampuan untuk bersaing di dunia di mana seharusnya Anda bisa memegang kendali atas pelanggan Anda.

#3 Pertumbuhan Pesat dalam Teknologi Marketing Influencer dan Solusinya

Saat ini, dengan teknologi marketing influencer, tidak ada satu solusi pun yang secara komprehensif mampu mengatasi seluruh masalah. Dari penemuan hingga keterlibatan hingga pelacakan dan pelaporan, selalu ada solusi berbeda yang diberikan, namun kadang-kadang tidak sesuai. – Marketing Technologist Travis Wright kepada MarTech.

Kematangan marketing influencer dan kehadiran para micro-influencer (influencer yang memiliki kurang dari 100.000 pengikut) adalah alasan utama untuk mengembangkan marketing influencer sebagai solusi. Saat ini, ratusan vendor marketing influencer memberikan sesuatu yang sama namun dengan solusi marketing influencer yang berbeda. Hal tersebut membantu memecahkan masalah inti pada poin-poin berikut:
Menemukan – Menemukan influencer yang sesuai dengan kriteria pengguna termasuk semua metrik yaitu keterlibatan, demografi pemirsa, dan topik pengaruh. Ini adalah tentang bagaimana menemukan kecocokan antara influencer dengan brand. Kecocokan antara influencer dan brand tersebut dapat dilihat dari kesamaan visi, misi, pesan dan identitas yang akan disampaikan.
Terhubung – Berkomunikasi dengan influencer melalui platform untuk membahas keterlibatan. Fokus utamanya adalah manajemen komunitas dan pesan langsung.
Terlibat (Belum dibayar) – Melibatkan influencer untuk aktivitas yang belum dibayar seperti menulis sebuah postingan blog dan pos Instagram. Ini adalah sesuatu yang umum untuk pengambilan sampel produk.
Merekrut (Dibayar) – Melibatkan influencer dalam kegiatan berbayar seperti berbicara di sebuah acara atau membuat konten, biasanya dalam bentuk konten bersponsor atau dibayar per konten yang dibuat.
Meninjau – Biarkan pengiklan untuk meninjau kembali konten sebelum memulai promosi. Hal ini bergantung pada apakah brand melakukan pendekatan langsung atau tidak langsung berdasarkan arahan dari tim kreatif mereka.
Mengukur – Metrik dan analisis lanjutan untuk manajemen kinerja digunakan untuk melacak pengunjung, pageviews, rasio penayangan dan rasio konversi. Analisis seperti ini memungkinkan brand untuk memahami hasil pos dari influencer, baik itu dari segi keterlibatan, trafik situs web, nilai media atau ROI yang diterima.

#4 Influencer adalah Brand Baru – Monetisasi lewat E-Commerce

Social Media Influencer adalah artis era baru yang telah berhasil membangun personal branding yang luar biasa secara online dan semakin banyak pula influencer yang mencoba menyebarluaskan pengaruhnya ke dalam bisnis mereka sendiri.

Bagi kebanyakan influencer, memulai sangatlah sulit, karena kebanyakan dari mereka tidak memiliki sumber daya dan keahlian untuk membangun dan mengelola sendiri saluran-saluran mereka. Platform e-commerce seperti Amazon dan Shopify menawarkan sebuah layanan baru untuk membantu influencer tumbuh dan berkembang di dalam e-commerce.

Amazon Sparks – Amazon Sparks mirip seperti feed Instagram dan cukup banyak influencer yang sudah menggunakan fitur ini untuk mengepos foto-foto dan memberi highlight pada produk-produk dari brand yang mensponsori mereka.
Shopify VIP – Shopify VIP menyediakan infrastruktur dan dukungan manajemen pelanggan untuk e-commerce. Ini memungkinkan influencer untuk dapat melansir toko multi-saluran milik mereka sendiri, menerima panduan dari porter personal yang berdedikasi, dan diberikan akses ke aplikasi seperti tombol beli yang dapat disematkan, yang memungkinkan mereka untuk menjual sekaligus mempromosikan brand miliknya ke berbagai jejaring sosial.

Superstar Influencers and China’s Internet Celebrities di The Heart of Alibaba Growth ~ Forbes

Anda bisa melihat bahwa Social Media Influencer menggunakan e-commerce untuk mengubah ketenaran mereka di ranah digital menjadi sebuah bisnis online, sebagai contoh, lihatnya akun @Zoella, Michelle Phan, Huda Kattan, Emily Skype dan Michelle Lewin.
Di Tiongkok, Social Media Influencer lebih dikenal dengan sebutan Wang Hong dan di Indonesia akrab dengan Key Opinion Leader atau KOL. Nama-nama Wang Hong yang terkenal di Tiongkok seperti @Cherie, @BeautifulSummer, @Zowzow, dan @ZhangDayi mampu menghasilkan jutaan dolar selama berlangsungnya acara Taobao & TMall Online Shopping Festival 11.11.

#5 Kebangkitan Marketing Influencer B2B

Marketing influencer bukanlah hal baru dalam bisnis B2B. Seiring dengan tren yang dibangun oleh model bisnis B2C, pemasar B2B akan terus bermitra dengan influencer namun lebih fokus ke jejaring sosial B2B seperti LinkedIn, Facebook, Twitter, YouTube, dll. Mirip dengan segmen B2C, kebangkitan micro-influencer di ruang lingkup B2B yang memberikan solusi lebih baik untuk mengidentifikasi influencer B2B seperti Buzzsumo akan membantu mendorong pertumbuhan marketing influencer dalam model bisnis B2B.

Studi kasus tentang Usahawan ini hanyalah beberapa contoh pentingnya kehadiran marketing influencer B2B yang tidak bisa dibantah. Dari konten blog dan media sosial hingga membuat konten video yang berguna bagi konsumen Anda, jika Anda dapat memublikasikannya di situs web yang memiliki pengaruh, Anda akan mendapatkan hasil yang signifikan dan prospek berkualitas untuk meningkatkan trafik ke situs web Anda.

Kebanyakan influencer B2B telah membangun status industrial mereka terkait dengan kredibilitas kerja dan vokal mereka yang independen. Mengharapkan influencer B2B untuk “menjual” dalam waktu singkat adalah strategi jangka pendek. Strategi jangka panjangnya adalah membangun relasi. Alih-alih meminta promosi secara eksplisit atau kampanye promosi, bekerjalah dengan influencer B2B yang memiliki etos dan tujuan yang sama dengan bisnis Anda. Untuk memulainya, Anda dapat memfokuskan pada influencer B2B berskala kecil dan membangun relasi yang lebih intens dengan mereka sehingga Anda bisa mengenal lebih jauh satu sama lain dan influencer pun dapat mengenal produk Anda lebih intim.

Kesimpulan

Ini hanyalah awal dan marketing influencer akan terus tumbuh dengan sangat pesat di tahun 2018. Jadi, sebaiknya Anda mulai merencanakan strategi dan mulai membangun jaringan influencer Anda sendiri!

Apa yang menurut Anda akan menjadi tren terbesar untuk marketing influencer tahun depan? Apakah Anda melihat tren marketing media sosial yang sama bergerak maju? Bagikan komentar Anda di bawah ini.

Give your Opinions

Simple Share Buttons